<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016</id><updated>2012-01-01T19:56:27.510+07:00</updated><category term='umum'/><category term='Singgah'/><category term='Tokoh Bandul'/><category term='wisata'/><category term='ritual'/><category term='info'/><category term='riwayat'/><category term='Tentang Bandul'/><category term='percikan pemikiran'/><category term='puisi'/><category term='blogblog'/><category term='Dongeng Kita'/><title type='text'>Bangas Bersorak</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>53</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-6548775703457982744</id><published>2011-12-25T21:46:00.008+07:00</published><updated>2011-12-26T19:32:39.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singgah'/><title type='text'>Sireh, Berlian di Bumbung Rumah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Qp-y1HXYKhE/Tvgb1asiVEI/AAAAAAAAAQ0/xbKSa5CX868/s1600/CIMG0875.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Qp-y1HXYKhE/Tvgb1asiVEI/AAAAAAAAAQ0/xbKSa5CX868/s320/CIMG0875.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690328733695759426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-hH5ivuqi3Ic/TveWQGnhyiI/AAAAAAAAAQo/eltkPvZ3dSU/s1600/IMG_0146.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;villa AWATAN, MARAU, KALBAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-BvsR_pGZdS4/Tvc5X5xPpKI/AAAAAAAAAQc/Bp2EZDRmUYw/s1600/IMG_0155.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-BvsR_pGZdS4/Tvc5X5xPpKI/AAAAAAAAAQc/Bp2EZDRmUYw/s400/IMG_0155.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690079737013052578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terbuat dari kayu termahal, ulin, sireh sangat familiar di Kalimantan. “Tapi itu dulu, sekarang sireh sudah diganti dengan atap seng dan atap genteng,” kata Haji Jikron, warga Ketapang, Kalimantan Barat yang sekarang berdomisili di Marau.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Marau, daerah ini salah satu kecamatan di Kabupaten Ketapang. Jaraknya lumayan jauh, dari Ketapang hampir empat sampai lima  jam kami harus menempuh perjalanan. Jalannya berliuk liuk melewati alur yang mengikuti jalan yang dibuat mengikuti bibir pantai. Menuju ke Marau kita harus melintasi sungai. “Jembatannya belum siap pak, jadi harus menyeberang menggunakan kapal,” kata Ferry, driver yang menjemput kami dari Ketapang. Apatah lagi, siapa yang tidak kenal dengan medan perjalanan di Kalimantan, familiar dengan lintasan yang selalu membelah sungai. Sampai-sampai saya sempat berdebar juga setiap melintasi beberapa  jembatan, maklum pelajaran pernah terjadi tak jauh dari pelupuk mata, di Kalimantan yang paling Timur, di Kutai, baru baru ini baru saja kabarnya ada jembatan yang  jeblok, menewaskan puluhan korban. Alhamdulillah, kami lewati tiap sungai dengan selamat. Di Marau inilah, dua minggu, saya dan dua teman saya, Yep Supriyatno dan M. Rusman Sulaiman di beri tugas khusus. Mengisi waktu, disela tugas bekerja saya sempat untuk mengenal sedikit kondisi daerah. Termasuk hal-hal yang unik yang belum saya tahu sebelumnya.&lt;br /&gt;Di Marau ini, yang jadi daya tarik saya, adalah Sireh. Tapi sireh tak hanya ada di Marau lah. Di Kalimantan, rata-rata bangunan rumah menggunakan Sireh. Sireh ini aslinya dari Kayu. Masyarakat tempatan menyebutnya dengan nama kayu Berlian. Dalam benak saya disebut berlian mungkin harga dan kualitasnya yang sangat bagus. Kayu nomor satu, nama populernya kayu Ulin. Kayu Ulin ini sekarang sudah sangat langka, flora yang satu ini sekarang secara regulasi diproteksi. Kayu ulin ini sangat tahan, bagus untuk dijadikan bahan bangunan. Termasuk untuk atap yang disebut dengan Sireh. Wajar saja masyarakat menyebutnya “berlian”.&lt;br /&gt;Susunan Sireh ini memang mirip menyusun genteng. Kayu ulin tersebut sepertinya dibelah-belah tipis dan dibuat dengan ukuran yang sama. Ujungnya seragam diberi betuk runcing. Lalu, untuk difungsikan sebagai atap, Sireh disusun mengikuti desain bumbung rumah. Supaya kokoh dipadu dengan paku. “Sireh ni tahan lame, seumur rumah lah, bise seumur hidup, tahan betul,” sebut Haji Jikron.&lt;br /&gt;Haji Jikron, asli dari Ketapang. Ini unik juga. Soal bahasa, logatnya Melayu kental. Persis seperti bahasa orang Riau, terutama di pulau-pulau. Sama persis dengan Bahasa Melayu di Selat Panjang dan Tanjung Pinang.&lt;br /&gt;Tapi, kalau sudah di Marau. Suku Dayak juga banyak. Uniknya, tiap suku Dayak memiliki bahasa yang berbeda. Tapi adat istiadatnya hampir serupa.  Saya coba melihat berbagai kegiatan suku Dayak di daerah Marau ini. Saya tidak melihat langsung, tapi dari cerita ke cerita aja. Sepertu dua hari sebelumnya, di tempat kerja yang saya kunjungi, ada sedikit kecelakaan.  Akibatnya, dilakukan  ritual adat yang menghadirkan Temenggung (Ketua Adat Suku Dayak). Ritual dilakukan dengan  sesajian untuk arwah, untuk keselamatan. Begitu kepercaaan masyarakat disini.&lt;br /&gt;Di tempat saya menginap, ada setumpuk dokumen yang memperlihatkan ritual masyarakat tempatan. Dari beberapa album foto yang ada dimeja, setelah kami bolah balik, banyak sekali dokumen album perayaan adat. Salahsatunya ritual dalam pembuaan lahan kebun. Upacara adat ini seperti bentuknya memberikan sesajian, biasanya dalam bentuk menyembelih ayam. Tapi ayam yang disembelih ini sudah dibacakan mantra-mantra tertentu. Disela upacara atau selesai, peserta adat akan disuguhkan meminum tuak, tuak ini sifatnya bisa memabukkan.&lt;br /&gt;“Mau tak mau kita yang datang harus minum,” kata salah satu warga.&lt;br /&gt;Unik memang, di Indonesia ini, khasanah negeri memang melimpah ruah. Apa lagi di Kalimantan yang masih menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Hidden Paradise.&lt;/span&gt; Daerah ini sangat eksotis dengan suku Dayaknya. Suku Dayak ini punya beragam ritual adat dan perlengkapan perang yang unik. Misalnya Sumpit dan Mandau. Dua alat ini sangat dikenal. Harga tiap satu Sumpit dan Mandau tidak bisa dengan modal dompet cekak. Alat ini pun dibuat oleh empu yang ahi-ahli. Tidak saja ahli secara skill, juga tahu spiritual dalam pembuatan Mandau dan Sumpit ini. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(esbeno, bangas bersorak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-6548775703457982744?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/6548775703457982744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2011/12/sireh-berlian-di-bumbung-rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/6548775703457982744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/6548775703457982744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2011/12/sireh-berlian-di-bumbung-rumah.html' title='Sireh, Berlian di Bumbung Rumah'/><author><name>Ratu Lanun</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IDkWCSg4AZ4/Sv8kU3O2w9I/AAAAAAAAAC0/PGWiqGBJo4c/S220/ratu-lanun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Qp-y1HXYKhE/Tvgb1asiVEI/AAAAAAAAAQ0/xbKSa5CX868/s72-c/CIMG0875.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-3810330201011425692</id><published>2011-02-01T15:05:00.000+07:00</published><updated>2011-02-01T15:05:07.013+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Mandi Taman Pengantin Melayu</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TUe-auWjr4I/AAAAAAAAAQ4/fPY-_Xo5YkA/s1600/mandi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TUe-auWjr4I/AAAAAAAAAQ4/fPY-_Xo5YkA/s1600/mandi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;mandi taman, foto net, foto asli akan menyusul..hehehehe&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Namanya pengantin, tentu sangat  bahagia. Alhamdulillah, baru-baru ini saya &lt;br /&gt;melaksanakan akad nikah.  Resepsi dilakukan di Bengkalis. Satu hal yang sangat &lt;br /&gt;saya sukai dan  baru bagi saya, yakni prosesi mandi taman. Prosesi mandi taman &lt;br /&gt;ini  merupakan rangkaian acara penutup dalam tradisi perkawinan Melayu.  Sesuai &lt;br /&gt;namanya, mandi taman, prosesi mandi ini dilaksanakan  pengantin persis di depan &lt;br /&gt;taman rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya prosesi  mandi taman ini pengantin menggunakan baju putih putih, &lt;br /&gt;sepasang  pengantin ini duduk dikursi. Seperti akan nikah, pengantin perempuan &lt;br /&gt;menggunakan  kerudung dan laki laki memakai baju kurung. Lantas diatas kepala &lt;br /&gt;mempelai,  dibentangkan selendang putih. Di depan kursi, disediakan beragam &lt;br /&gt;jamuan  untuk prosesi mandi penganmtin, air yang diberi es untuk mandi, janur &lt;br /&gt;kelapa,  hangar kelapa, air kelapa muda, air asam dari jeruk puru, ada kaca, dan  &lt;br /&gt;beragam perlengkapan lain yang saya sendiri sudah lupa. Semua  peralatan itu, &lt;br /&gt;disediakan didepan kursi pengantin, ada seoarang  pawang mandi taman yang &lt;br /&gt;membimbing pelaksanaan acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum  ritual mandi pengantin dimulai, pengantin terlebih dahulu ditepuk  tepung &lt;br /&gt;tawar oleh keluarga. Beda dengan ritual tepuk tepung tawar  saat bersanding, pada &lt;br /&gt;tepuk tepung tawar mandi taman pengantin ini,  disediakan telur ayam kampong &lt;br /&gt;dahulu. Gunanya saat ditepung tawari  ditabur, ayam kampong diletakkan diatas &lt;br /&gt;batu gerinda yang dialasi  cincin mas kawin kemudian di putar tiga kali didepan &lt;br /&gt;muka penagntin  lalu, telur ditempelkan didekat dagu. Usai tepung tawar baru &lt;br /&gt;mandi  taman dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal sekali, semua perlengkapan prosesi mandi,  diletakkan di depan, kemudian di &lt;br /&gt;bawa oleh sanak saudara berkeliling  pada lingkaran pengantin sambil membawa &lt;br /&gt;shalawat nabi, ini  dilakukan sebanyak lima kali atau tujuh kali atau sembilan &lt;br /&gt;kali.  Sesudah itu barulah muka pengantin diluluri air asam. Setelah itu  barulah &lt;br /&gt;diletakkan bunga tujuh rupa di atas dan diguyur dengan air  dingin, dan baru dua &lt;br /&gt;buah kelapa muda dipecahkan diatas kepala  pengantin, ini dilakukan oleh dua &lt;br /&gt;orang yang berhadap hadapan  membawa kelapa diatas kepala dan mengantukkan sampai &lt;br /&gt;pecah. Lalu  selendang yang diatas kepala dijadikan alas untuk menapis air yang &lt;br /&gt;masuk  diatas kepala. Saat itu pengantin dianjurkan meminum air kelapa yang &lt;br /&gt;menetes  dari selendang diatas kepala tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu, baru  manggar kelapa di pecahkan yang dilakukan juga oleh dua orang &lt;br /&gt;yang  dengan mengantukkan manggar seakan berpedang pedangan sampai pecah, lalu  &lt;br /&gt;yang unmik lagi, pengantin meminukm air dalam ceret kemudan air  tersebut &lt;br /&gt;disemburkan dalam daun kelapa muda yang disulam macam untuk  lepat, saat menyebur &lt;br /&gt;pengantin menarik sulaman yang harus terlepas  dan dibuang. Sesudah itu, didepan &lt;br /&gt;setelah usai mandi, biasanya  disediakan duit receh yang disebar didepan &lt;br /&gt;pengantin, sat orang  berebut menganbil duit pengantin dianjurkan berlari melaju &lt;br /&gt;menuju  dalam rumah. Disini yang paling seru, air untuk mendi pengantin ini &lt;br /&gt;digunakan  untuk saling siram, biasanya seruinya disini, yang nengok mandi taman &lt;br /&gt;ini  saling siram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah mandi taman, pengantin tidak  dibenarkan mandi lagi, paling kalau mau &lt;br /&gt;mandi sesudah semuanya  usaailah..subuh esoknya saat mau melaksanakan sholat. &lt;br /&gt;Pandai-pandailah  mensiasasi bagian ini,,hehehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritual mandi pengantin ini,  kata buk Ana, sang pawang mandi taman, dimaksudkan &lt;br /&gt;untuk mencari  keberkahan untuk pengantin dan menjadi tolak balak sesuatu yang &lt;br /&gt;tidak  diinginkan. Ritual ini menjadi penutup yang indah dalam rangkaian  tradisi &lt;br /&gt;perkawinan melayu yang dimulai dari merisik, meminang,  melamar dan menikah. Saat &lt;br /&gt;menikah ada beragam ritual yakni Inai  Curi, Tepuk tepung tawar, bersanding dan &lt;br /&gt;terakhir mandi taman. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-3810330201011425692?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/3810330201011425692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2011/02/mandi-taman-pengantin-melayu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/3810330201011425692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/3810330201011425692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2011/02/mandi-taman-pengantin-melayu.html' title='Mandi Taman Pengantin Melayu'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TUe-auWjr4I/AAAAAAAAAQ4/fPY-_Xo5YkA/s72-c/mandi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-9203395184444756384</id><published>2011-02-01T14:48:00.000+07:00</published><updated>2011-02-01T14:48:17.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='percikan pemikiran'/><title type='text'>Bau Anyir Rasuah</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TUe6ewGRy6I/AAAAAAAAAQ0/criXLe9vu7s/s1600/selatpanjang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TUe6ewGRy6I/AAAAAAAAAQ0/criXLe9vu7s/s320/selatpanjang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kota Selatpanjang, foto: net&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;i&gt;Raja Alim Raja Disembah, Raja Zalim Raja  Disanggah.&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;Hingar bingar pelaksanaan perekrutan tenaga abdi  negara, pegawai negeri sipil &lt;br /&gt;(PNS) di Riau baru saja usai. Seperti  tahun-tahun sebelumnya, setelah nama &lt;br /&gt;diumumkan, beragam cerita  muncul dari mulut ke mulut yang bernada sumbang. Tidak &lt;br /&gt;terkecuali  untuk Kabupaten Kepuluan Meranti. Kabupaten yang terbentuk tidak dari &lt;br /&gt;ucapan  bin salabin, tapi perjuangan tokoh-tokoh Meranti yang lintang pukang &lt;br /&gt;bolak  balik dari dusun-dusun kecil untuk berjuang, sampai ke Senayan. Bahkan,  &lt;br /&gt;tidak jarang yang rela sampai berbaku hantam dengan satpol PP di  kantor Gubernur &lt;br /&gt;Riau, untuk meminta dukungan pembentukan kabupaten  yang diharapkan membawa angin &lt;br /&gt;segar untuk kesejahteraan daerah dan  masyarakatnya dengan kepemimpinan yang &lt;br /&gt;diharapkan lebih adil dan  bijaksana. Lantas, setelah semua itu usai, dan ketika &lt;br /&gt;benar-benar  Kepulauan Meranti sudah menjadi kabupaten sendiri, persoalan klasik, &lt;br /&gt;harapan  menjadi negeri yang dididamkan masih menjadi mimpi dan harapan yang &lt;br /&gt;panjang,  sepanjang pemimpin yang diamanatkan rakyat masih belum mampu menjadi &lt;br /&gt;benar-benar  pemimpin yang adil dan bijaksana. Saya jadi teringat, ketika hiruk &lt;br /&gt;pikuk  perdebatan tentang perbincangan pemekaran daerah menjadi bagian yang &lt;br /&gt;panting.  Ada yang berpendapat bahwa pemekaran daerah membawa angin segar untuk &lt;br /&gt;melakukan  pemerataan pembangunan. Muncul pusat pusat daerah administrative baru &lt;br /&gt;yang  merangsang adanya geliat ekonomi yang berkembang di daerah. Tapi banyak  &lt;br /&gt;yang pesimis, pemekaran daerah baru hanya memunculkan ruang-ruang  kolusi baru &lt;br /&gt;dan penyebaran korupsi. Pendapat ini bukan pendapat  saya, tapi pendapat yang &lt;br /&gt;pernah dilontarkan salah seorang pengamat  politik Riau, Ali Yusri dari &lt;br /&gt;Universitas Riau saat membincangkan  subtansi pemekaran daerah, pasca munculnya &lt;br /&gt;beberapa daerah yang  ingin lepas dari daerah induk seperti Kabupaten Kepulauan &lt;br /&gt;Meranti  yang saat ini sudah terbentuk, dan beberapa kabupaten lain yang masih &lt;br /&gt;dalam  perjuangan seperti Kabupaten Rokan Darussalam, Kabupaten Indragiri  Selatan &lt;br /&gt;dan Kabupaten Kampar Kiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri  sependapat pentingnya pemekaran daerah, terlepas ada beragam nada &lt;br /&gt;sumbang  soal realitas daerah daerah pemekaran baru yang mencorengkan aib adanya  &lt;br /&gt;kolusi dan korupsi. Terlepas dari itu, pemekaran sejatinya membawa  harapan besar &lt;br /&gt;untuk kesejahteraan rakyat. Intinya pada siapa yang  memimpin dan masyarakat yang &lt;br /&gt;tidak mau dibodohi oleh pemimpin yang  tidak adil. Jadi, ketika ada pemimpin yang &lt;br /&gt;sudah diamanahkan, dan  tidak mampu melaksanakan amanat seperti muatan dalam &lt;br /&gt;perjuangan  pemekaran, maka tabuh untuk menyanggah pemimpin tersebut janganlah &lt;br /&gt;tidak  dilakukan. Pemimpin tidak lain adalah wakil dari rakyat, ulil amri &lt;br /&gt;mingkum,  masih bagian dari kita, yang harus kita luruskan jika memang ada yang &lt;br /&gt;salah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, saya coba ikut mencoba menjadi calon pengabdi  negara di Kabupaten &lt;br /&gt;Kepulauan Meranti. Formasi tahun ini untuk  Meranti masih sedikit, tapi &lt;br /&gt;dengar-dengar kabar dari beberapa anak  luar daerah banyak yang coba ikut &lt;br /&gt;mendapatkan peruntungan di  Meranti. Apalagi, tahun lalu, saat Syamsuar masih &lt;br /&gt;menjadi Plt,  perekrutan disebut lebih murni, nyaris tak terdengar ada rasuah. &lt;br /&gt;Apatah  lagi, sebagai daerah baru, Meranti tentu menjadi semacam anak gadis  yang &lt;br /&gt;memikat. Banyak yang ingin mempersuinting menjadi abdi negara  di daerah baru &lt;br /&gt;itu. Salah satunya saya. Setelah usai pengumuman.  Cerita sumbang banyak &lt;br /&gt;terdengar dari perekrutan CPNS yang kedua bagi  kabupaten Meranti ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu di Pekanbaru, saya  berjumpalah dengan namanya Siti Salmah, seorang guru &lt;br /&gt;Bahasa Inggris  yang sudah lama mengabdi di sekolah dasar di Pekanbaru. Tahun &lt;br /&gt;ini,  ia coba untuk menjadi PNS di Meranti. Ia bercerita, ia mendaftar PNS  dengan &lt;br /&gt;adiknya, salah seorang alumnus Sekolah Tinggi Pertanian  (STIPER) Jogja. Adiknya &lt;br /&gt;penerima beasiswa. Ia mengaku, sebelum  nama&amp;nbsp; keluar, tawar menawar untuk &lt;br /&gt;kelulusan di Meranti terjadi. Dia  sendiri ditawari sekian puluh juta, untuk dua &lt;br /&gt;orang. Dia tidak mau,  menolak rasuah itu. Saya hanya geleng gelang kepala. &lt;br /&gt;Lantas, saya  menelpon teman saya, yang kebetulan koleganya dari Pekanbaru ikut &lt;br /&gt;CPNS  di Kabupaten Kepulauan Meranti, dia bilang tidak lulus, tapi ada kawan &lt;br /&gt;kita,  (yang kebetulan juga junior saya) dari Rokan Hilir (Rohil) ikut tes di &lt;br /&gt;Meranti.  Dia lulus. Saya Tanya riwayat kelulusannya, sebelumnya dia juga bilang &lt;br /&gt;akan  dibantu oleh orang dalam. Setelah lulus dan nama keluar, baru junior  saya &lt;br /&gt;ini bilang, bahwa kawannya yang lulus ini pakai bayar,  (rasuah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita sumbang tentang kelulusan ini saya dengar  juga juga di kampong, Ketika &lt;br /&gt;saya balek ke Bandul, ketika saya Tanya  sana sini soal yang lulus dan tidak. &lt;br /&gt;Cerita sumbang kembali  terdengar, ada budak kampong yang lulus karena kologanya &lt;br /&gt;yang juga  seorang…….kenal dengan…….dan lulus. Mungkin ini sebagai balas budi &lt;br /&gt;seoarang……kepada  ……nya. Menjadi tim…saat pelaksanaan…..beberapa waktu lalu. Ada &lt;br /&gt;juga  lulus karena dia ponakan seorang…karena ….dengan…………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  lagi, kawan saya anak luar Riau dari ……, katanya, saat lulus&amp;nbsp; ia  menyetor &lt;br /&gt;………….Saya miris saja mendengar bau anyir kolusi yang  diceritakan dan berkembang &lt;br /&gt;di negeri yang baru saja diidamkan oleh  anak-anak Meranti menjadi negeri yang &lt;br /&gt;makmur dengan pemimpin yang  bijasana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, semoga saja berita tentang rasuah itu tidak  benar, tapi inilah yang &lt;br /&gt;berkembang dari mulut ke mulut. Jika rasuah  ini muncul, dan berkembang, kita &lt;br /&gt;yakin daerah ini akan mejadi  santapan para penjarah negara saja. Siap-siaplah, &lt;br /&gt;banyak lagi  bedebah-bedebah. Maka, siap-siap lah generasi pejuang untung &lt;br /&gt;meluruskan  perjuangan, karena kita tidak mau ada yang tidak benar dengan &lt;br /&gt;kepemimpinan  di Meranti. Daerah ini masih menjadi daerah miskin, data yang ada &lt;br /&gt;memperlihatkan,  setengah masyarakat Meranti masih kategori miskin, masih separuh &lt;br /&gt;lebih  daerahnya masuk kategori tertinggal, dan lebih banyak yang masih  mengenyam &lt;br /&gt;pendidikan rendah. Sedih kalau negeri ini hanya diperalat  oleh pemimpin&amp;nbsp; yang &lt;br /&gt;tidak benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita baru saja usai  melakukan pemilihan dengan janji manis pemimpin. Kita masih &lt;br /&gt;menunggu,  benarkah dari tahap ke tahap semua bisa dilakukan dengan janji manis &lt;br /&gt;yang  sudah disampaikan. Janji adalah hutang, dan berhutang dengan rakyat ini  &lt;br /&gt;yang harus dituntut. Semoga rasuah ini tidak nyata dan tidak benar.  Jika benar, &lt;br /&gt;terlaknatlah…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-9203395184444756384?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/9203395184444756384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2011/02/bau-anyir-rasuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/9203395184444756384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/9203395184444756384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2011/02/bau-anyir-rasuah.html' title='Bau Anyir Rasuah'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TUe6ewGRy6I/AAAAAAAAAQ0/criXLe9vu7s/s72-c/selatpanjang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-4774080288859937690</id><published>2011-02-01T14:43:00.000+07:00</published><updated>2011-02-01T14:43:54.839+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Bandul'/><title type='text'>Menyambut Tahun Baru Islam di Pulau Padang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TUe5fpNQszI/AAAAAAAAAQw/jtlXSp9QtjA/s1600/oke.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="197" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TUe5fpNQszI/AAAAAAAAAQw/jtlXSp9QtjA/s320/oke.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;(Catatan ini disarikan  juga dari Majalah Dinamis, nomor 60 Desember 2010)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sehari Jelang  tahun baru, kami anak-anak Bandul coba melakukan dedikasi terhadap &lt;br /&gt;kampong.  Menyemarakkan kampong dengan mengundang salah satu pejabat Riau, yakni &lt;br /&gt;Kepala  Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama Provinsi Riau (Kemenag Riau)  &lt;br /&gt;untuk berkunjung ke Desa Bandul. Momentum ini sengaja diusahakan,  agar pejabat &lt;br /&gt;teras penting di Riau juga bisa melongok geliat  keagamaan yang berlangsung di &lt;br /&gt;ceruk ceruk kampong. Mereka butuh  perhatian, tidak perlu mengembus wacana besar &lt;br /&gt;besar di forum forum  negara bahkan internasional. Di ceruk ceruk banyak kampong, &lt;br /&gt;mereka  butuh perhatian nyata. Yang lebih dekat dan nyata dipelupuk mata kita &lt;br /&gt;sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Bandul, desa ini memang cukup dikenal sejak lama. Daerahnya  alhamdulillah &lt;br /&gt;berkembang dengan baik. Geliat keagamaan juga bisa  dipandang sangat baik, ini &lt;br /&gt;berkat kesadaran masyarakat. Meskipun di  kampong, dengan upaya seadanya, &lt;br /&gt;bertahap beragam kegiatan keagamaan  bahkan lembaga-lembaga pendidikan berbasis &lt;br /&gt;keagamaan dan umum  berkembang dengan baik. Di desa ini ada PAUD, Taman Kanak &lt;br /&gt;Kanak, MDA  dan MTS yang berdiri secara swadaya dari peluh dan keringat &lt;br /&gt;masyarakat.  Sekarang berkembang ada pengajian bulanan ibuk-ibuk yang baru &lt;br /&gt;berjalan,  dengan tenaga pengaji seadanya, penguruspun lintang pukang untuk &lt;br /&gt;mencari  dan menyemarakkan kegiatan ini. Semuanya masih swadaya. Memang mereka &lt;br /&gt;melakukannya  dengan ikhlas, tetapi jika ada perhatian lebih baik sebagai wujud &lt;br /&gt;apresiasi,  setidaaknya ini akan menambah gairah lagi, bahkan bisa saja menjadi &lt;br /&gt;isnpirasi  untuk daerah lain agar mengikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sendiri anak-anak  Bandul, mengerahkan tenaga mengumpulkan bantuan serta &lt;br /&gt;melakukan  persiapan untuk perayaan tahun baru Islam di Bandul. Sempat juga &lt;br /&gt;membawa  bantuan pakaian layak pakai dari bantuan jamaah di Pekanbaru sebanyak &lt;br /&gt;satu  pack up. Dari Pekanbaru kami bertolak sekitar pukul 21.00 WIB. Mobil &lt;br /&gt;meluncur  ditengah malam yang dingin dan gelap, sampai di Pakning kami pukul 5 &lt;br /&gt;subuh,  langsung saja kami melaksanakan kewajiban solat subuh. Perjalanan masih  &lt;br /&gt;panjang, siangnya kami menyeberang melewati Bengkalis untuk menuju  Desa Bandul. &lt;br /&gt;Diperjalanan kami berkejaran waktu, karena sebentar  lagi akan pasang besar yang &lt;br /&gt;menyebabkan ruas jalan tidak akan bisa  dilalui oleh mobil kami. Dan ternyata &lt;br /&gt;kami memang harus mengalah  dengan waktu, baru saja tiba di Desa Pematang Duku, &lt;br /&gt;air sudah meluah  di jalan. Kami harus menunggu air surut. Ternyata pasang kali &lt;br /&gt;ini  termasuk pasang yang besar, sampai pukul 12 siang, dengan perut yang  sudah &lt;br /&gt;lapar, kami harus menunggu. Karena tak ada yang bisa dibuat,  terpaksalah kami &lt;br /&gt;melelapkan mata yang memang sudah menanggung berat  akibat memang sudah &lt;br /&gt;mengantok. Kami pun sempat tertidur pulas, di  tepi rumah warga yang kebetulan &lt;br /&gt;ada kursi kursi untuk persinggahan.  Alahkan naseb….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah agak surut kamipun lanjutkan perjalanan.  Sampai di ujung Tanjung Sekodi, &lt;br /&gt;di Isem, tempat menyeberang ke  Bandul sudah agak sore. Sekitar pukul 3 sore.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Kami dijemput dengan  motor pompong untuk menyeberang, sementara mobil yang kami &lt;br /&gt;bawa  harus diinapkan di desa Tanjung Sekodi, karena memang untuk mobil tidak &lt;br /&gt;bisa  menyeberang. Disini sudah terbiasa, yang melakukan perjalanan dengan  mobil, &lt;br /&gt;harus lah rela menginapkan di Tanjung sekodi. Disinipun ada  warga yang &lt;br /&gt;manawarkan jasanya untuk menginapkan mobil. Saat pulang,  dan kami mau bayar, &lt;br /&gt;mereke menyebutkan nilai jasanya, dengan  kata-kata terserah abang saja…baeknya &lt;br /&gt;orang kampong kami wak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  kampong kami sudah pulak disambut warga, bukan menyambut kami yang  macam &lt;br /&gt;tamu,hehehe..tapi menyabung barang bawaan kami untuk  melaksanakan acara. Saatb &lt;br /&gt;itu pula kami masak sepandung di  Pelabuhan, banyak yang suka cita memasangnya, &lt;br /&gt;maklumlah kalau  sepanduk kan jarang-jarang di kampong. Bukan macam di kota, &lt;br /&gt;beserak  sepanduk mampang muke pejabat, sepanjang ruas jalan betambun, yelah &lt;br /&gt;pulak,,duit  rakyat juge yang habis…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Mesjid, antusias masyaraakt  menyambut Kakanwil pun tak kalah seru. &lt;br /&gt;Hari itu juga gerbang mesjid  yang dah pudar warnanya di cat, catnya pun cat &lt;br /&gt;seadanya. Tapi inilah  bukti antusias masyarakat menyambut Kakanwil datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Macam  mana tahun baru Islam di Pulau Padang ini berlangsung. Kami sarikan  saja &lt;br /&gt;dari catatan majalah Dinamis. Catatan Suhadi HS, MA, Kasi  Penyuluhan dan Lembaga &lt;br /&gt;Dakwah Bidang Penamas Kanwil Kemenag Riau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Riau H Asyari Nur,  Kabid Penamas &lt;br /&gt;HM Saman, Kasi Penyuluhan dan lembaga Dakwah Suhardi,  Kasi Siaran daqn Tamaddun &lt;br /&gt;Asril dan beberapa staf Kanwil Kemenag  Riau menuju Kota Terubuk Bengkalis &lt;br /&gt;mengisahkan sejarah yang sulit  dilupakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari Pelabuhan Sungai Duku,  meninggalkan Kota Bertuah Pekanbaru pukul &lt;br /&gt;08.00 WIB, Selasa  (7/12/2010), menempuh perjalanan yang cukup lama, memakan &lt;br /&gt;waktu  perjalalanan&amp;nbsp; lebih dari 3,5 jam, melintasi Sungai Siak dan Selat &lt;br /&gt;Bengkalis.  Dalam perjalanan yang menggunakan angkutan laut, tak terlepaqas dari &lt;br /&gt;terjalnya  gelombang yang menghantam Kapal Alita yang menjadi tumpangan kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan yang sangat ironis lagi, ketika menuju empat desa yang amat  terpencil, &lt;br /&gt;Kakanwil dengan rombongan menaiki Speadboat Keritang yang  terbuat dari papan, &lt;br /&gt;dengan muatan lebih dari belasan orang, larinya  kencang, terjalan gelombangnya &lt;br /&gt;sangat menakutkan, membuat kawan  kawan dan rombongan kehilangan kendali, dan &lt;br /&gt;malah ada yang wajahnya  pucat karena mental tidak siap menempuh perjalanan laut, &lt;br /&gt;seakan  speadboat terasa akan terbalik kena hantaman gelombang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah,&amp;nbsp;  kendati perjalan laut yang memakan waktu 1,5 jam dari Bengkalis &lt;br /&gt;ke  empat desa itu sampai dengan selamat. Kakanwil dan rombongan disambut  warga &lt;br /&gt;dengan meriah, denagn penuh semangat dijemput dari pelabuhan  pinggir laut dengan &lt;br /&gt;menggunakan ojek motor dan disambut kompang ,  tak lupa pula dikalungkan untaian &lt;br /&gt;bunga dan sambutan silat kampong  dari warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di mesjid Mujahidin, Kakanwil, H  Asdyari Nur, didampingi Ketua &lt;br /&gt;Dewan Dakwah Indonesia (DDII) Riau, H  Mukni, kemudian di tepung tawari warga. &lt;br /&gt;Selanjutnya digelarlah  penyambutan secara formal dengan tari persembahan dari &lt;br /&gt;“Bungan Desa”  yang masih lugu-lugu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai penyambutan dan tari  persembahan, dilanjutkan dengan acara peresmian Mesjid &lt;br /&gt;Mujahidin di  Desa Bandul. Kakanwil saat sambutan menyampaikan, mesjid merupakan &lt;br /&gt;pusat  kegiatan umat. Mesjid tidak hanya tempat ibadah, tapi juga menjadi  tempat &lt;br /&gt;pemnbinaan umat, bahkan menjadi fungsi perekat dan pemersatu  umat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berselang beberapa menit, Kakanwil langsung menuju Desa  Selat Akar, dengan &lt;br /&gt;tumpangan ojek motr yang sudah disediakan warga.  Karena didua desa ini tidak &lt;br /&gt;bisa dilalui kendaraan roda empat.  (Maklum infrastuktur daerah masih minim &lt;br /&gt;pulak). Setibanya di Desa  Selatakar, Kakanwil dan rombongan langsung &lt;br /&gt;melaksanakan Sholat Asar  berjamaah denagn warga Selat Akar. Usai sholat, warga &lt;br /&gt;langsung warga  langsung menggelar acara penyambutan terhadap kehadiran Kakanwil &lt;br /&gt;dan  rombongan ke Mesjid Nurul Huda. Di mesjid yang berukuran 8x8 meter itu  sudah &lt;br /&gt;dihadirkan 38 orang mualaf hasil binaan Ustad Taslim Prawira  dan ratusan warga. &lt;br /&gt;Para mualaf disebut oleh Ustad Taslim sebagai  saudara baru mereka, tampak tekun &lt;br /&gt;dan hikmat ketika mendengar  pengarahan dari bapak Kakanwil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakanwil mengharapkan kehadioran  saudara baru adalah rahmat dan hidayah dari &lt;br /&gt;Allah SWT. “Mereka  adalah bagian dari kita, untuk itu perlu sama sama melakukan &lt;br /&gt;pembinaan,”  ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaqi penyambutan dan pengarahan, Kakanwil  langsung memberikan bantuan uai tunai &lt;br /&gt;kepada Mualaaf sebanyak 13  Kepala Keluarga (KK) sebesar Rp 100 ribu per KK &lt;br /&gt;dengan jumlah  sebanyak 38 orang. Setelah acara seremonial di Mesjid Nurul Huda, &lt;br /&gt;Kakanwil  dan rombongan diajak&amp;nbsp; Kepala Desa Selatakar, Amiruddin, untuk melihat &lt;br /&gt;secara  langsung kediaman para mualaf yang berasal dari Suku Akit, merupakan  suku &lt;br /&gt;asli laut yang dibina Ustad Taslim dan selalu didampingi imam  masjiod di kampong &lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sudah sore menjelang Maghrib,  Kakanwil dan rombongqan menuju kediaman salah &lt;br /&gt;seorang warga untuk  beristirahat. Usai istrirahjatb sejenak, hidangan makan &lt;br /&gt;malam sudah  tersedia sebelum Magrib. Kemudain mandi secara bergantian dan &lt;br /&gt;bersiap  siap untuk mengerjakan Sholat Magrib&amp;nbsp; yang dijama’ dengan Sholat Isya. &lt;br /&gt;Sekitar  pukul 19.30 WIB Kakanwil menuju mesjid Mujahidin untuk melaksanakan &lt;br /&gt;Istighosah  dan Tablig Akbar dalam rangka menyambut Tahun Baru isalam 1432 &lt;br /&gt;Hirriyah.  Istighasah dan Tablig Akbar berlangsung sekitar lebih kurang 2,5 jam. &lt;br /&gt;Mesjid  yang berukuran 15x15 meter penuh sesak dipenuhi jamaah dari empat desa &lt;br /&gt;tetangga  yakni Kudap, Dedap, Bandul dan Selat Akar. Kakanwil bagaikan seorang &lt;br /&gt;dalang  yang mahir memainkan wayang dan membuat penggemar terpukau dan &lt;br /&gt;terperangah,  tak satupun jamaah yang kelaur dari Mesjid Mujahidin, mereka senag &lt;br /&gt;mendengarkan  ceramah dari kakanwil sehinggaq pukul 22.30 WIB, Kakanwil belum &lt;br /&gt;bisqa  meninggalkan Desa bandul sebagai pusat kegiatan malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar  pukul 22,45 WIB, Kakanwil baru bisa meninggalkan desa. Kembali menuju  ke &lt;br /&gt;Bengkalis menggunakan speedboat Keritang. Dalam perjalanan menuju  Bengkalis, &lt;br /&gt;malam itu, awalnya terasa mulus, bagai tak ada  rintangan, tapi ketika &lt;br /&gt;menyeberangi Selat Bengkalis yang luasnya tak  kurang dai 3 KM perjalanan, &lt;br /&gt;disanalah mulai gelombang membuai kapal  yang kami tumpangi sekitar sembilan &lt;br /&gt;orang. Sekitar pukul 23, 50 WIB  kami baru sampai di Pelabuhan laksamana &lt;br /&gt;Bengkalis. Kawan kawan  menarik napas panjang karena sudah terlepas dari rasa was &lt;br /&gt;was dan  kewaspadaan mnyelematkan diri dari dentuman ombak yang menhantam kapal. &lt;br /&gt;Sampai  di pelabuhan, kami dijemput oleh para sahabat di Kabupaten Bengkalis &lt;br /&gt;menuju  Hotel Panorama untuk beritirahat alias tidur menjelang subuh. Esoknya, &lt;br /&gt;pukul  08.00 WIB rombongan kembali menaiki Kapal Alita menuju Kota Bertuah &lt;br /&gt;Pekanbaru.  Selamat tinggal Bandul dan Selat Akar. Desa Kudap dan Desa Dedap yang &lt;br /&gt;belum  terjamah perjalanan kami, lain waktu kami akan mendatangimu Kudap dan &lt;br /&gt;Dedap,  mudah mudahan kemi sehat selalu, Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-4774080288859937690?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/4774080288859937690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2011/02/menyambut-tahun-baru-islam-di-pulau.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4774080288859937690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4774080288859937690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2011/02/menyambut-tahun-baru-islam-di-pulau.html' title='Menyambut Tahun Baru Islam di Pulau Padang'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TUe5fpNQszI/AAAAAAAAAQw/jtlXSp9QtjA/s72-c/oke.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-4253655637198389280</id><published>2010-12-01T16:49:00.001+07:00</published><updated>2010-12-01T16:53:16.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ritual'/><title type='text'>Tata Cara Perkahwinan Melayu di Bandul</title><content type='html'>SEKAPUR SIRIH&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Sesungguhnya penyusun naskah ini merasa masih cukup jauh apa yang harus diharapkan dalam membingkai dan mengaplikasikan tulisan yang sudah berserakan dimana-mana tetapi belum ada yang mengais dan mebukukan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPYa_T1H59I/AAAAAAAAAQg/VGXyG6gCrxE/s1600/bandul4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="253" src="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPYa_T1H59I/AAAAAAAAAQg/VGXyG6gCrxE/s320/bandul4.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan dan pelaksanaan menjelang perkawinan terkadang pembawa acara mencari-cari tulisan petuah orang tua kita Melayu dahulu sehingga dengan dasar fikiran di atas kami berupaya untuk diterbitkan sebagaimana dihadapan pembaca karena rasa berkewajiban untuk melestarikannnya rajin bertanya pada yang pandai, rajin berguru pada yang tahu, rajin bertunas pada yang bijak, rajin bersuaka pada Ulama’ rajin mengikut pada yang patut,rajin melihat pada yang bermanfaat, rajin mendengar pada yang benar, rajin meniru pada yang berilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada encik-encik, tuan dan puan, penghulu adat dan lembaga Adat Melayu mohon kiranya dibetulkan jika ada yang kurang semoga buku kecil ini memberikan kontribusi dalam melestarikan adat-istiadat budaya melayu yang begitu luhur dan penuh makna sampai akhir zaman. amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riau Indonesia 27 Oktober 2008M &lt;br /&gt;27 Syawal 1429H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TASLIM AL- MERBAWY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROTOKOL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASSALAMU’ ALAIKUM, WR. WB.&lt;br /&gt;Bapak-bapak, ibu-ibu tuan-tuan dan puan-puan Jemputan majlis&lt;br /&gt;yang mulia : yang kecil tak disebut nama &lt;br /&gt;yang besar tidak dihimbau gelar &lt;br /&gt;yang raja dengan daulatnya &lt;br /&gt;yang datuk dengan kuasanya &lt;br /&gt;yang alim ulama berkitabullah &lt;br /&gt;yang dubalang kuat kuasa &lt;br /&gt;yang cerdik serta cendikianya &lt;br /&gt;yang tua dengan tuahnya &lt;br /&gt;yang muda dengan tokohnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tau diombak kan menerpa&lt;br /&gt;yang tau dibayang kata nan sampai &lt;br /&gt;yang terlindung oleh icu dan pakaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak-bapak, encik-encik, tuan-tuan dan puan-puan jemputan jemputan majlis yang mulia .............. &lt;br /&gt;Atas nama Ahli bait /Walimatur’uruz sekeluarga sebagai penyambung lidah penyampai kata, izinkanlah saya menyampaikan ucapan tahniah beserta terima kasih atas kesediaan bapak-bapak, ibu-ibu tuan-tuan dan puan-puan yang telah sudi memenuhi undangan atau jemputan kami dengan meluangkan waktu meringankan langkah, mengayunkan tangan, datang ke rumah kami ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kedatangan bapak-bapak,encik-encik, tuan-tuan &lt;br /&gt;Kami sambut dengan muka yang jernih Kami terima dengan hati yang suci Kami tunggu dengan dada yang lapang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu&lt;br /&gt;Entah kami tersalah cakap dan adab, tersalah letak dan duduk, yang patut tidak dipatutkan, yang tua tidak dituakan, yang dahulu terkemu- diankan, yang kemudian terdahulukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dibidalkan oleh orang tua-tua....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada tebu yang tak beruas, Tak ada kayu yang tak berbongkol, tak ada gadeng yang tak retak.&lt;br /&gt;Kami mohon beribu maaf dan ampunan Allah, dari jauh kami menjunjung duli dari dekat kami mengangkat sembah dengan rnenyusun jari sepuluh silaf dan salah maaf diperbanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemputan majlis yang mulia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarlah langsat di tepi busut&lt;br /&gt;Besar tak muat di dalam peti&lt;br /&gt;Besarlah hajat kami menjemput &lt;br /&gt;Besarlah niat di dalam hati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak nelayan ke Teluk Belitung &lt;br /&gt;ke Teluk Betung mancari ikan&lt;br /&gt;sudah lama niat ini terkandung &lt;br /&gt;baru hari ini kesampaian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemputan majlis yang mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang waktulah sampai &lt;br /&gt;Yang diundang telah hadir &lt;br /&gt;Yang dijemputlah terbawa&lt;br /&gt;Yang ditunggupunlah datang&lt;br /&gt;Yang hadir lengkaplah sudah ............... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah duduk raja sehari &lt;br /&gt;Dikelilingi oleh petinggi adat &lt;br /&gt;sudah siap urusan administrasi &lt;br /&gt;Tinggal lagi pelaksanaan akad ..................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petang hari pergi memukat&lt;br /&gt;Pergi memukat membawa nasi&lt;br /&gt;Supaya pernikahan mendapat berkat&lt;br /&gt;kita dengarkan kalam ilahi ................... Saritilawah .......... Oleh ......................... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah mana kalam ilahi &lt;br /&gt;Tuntunan bagi kedua mempelai &lt;br /&gt;setelah disirami kalam ilahi&lt;br /&gt;Acara akad nikah segera kita mulai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemputan majlis yang mulia marilah kita semak dan kita dengarkan bersama akad nikah antara anak kemakan kita yang bernama &lt;br /&gt;Dipimpin oleh bapak KUA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bapak-bapak, ibu-ibu, encik-encik dan tuan-tuan, puan-puan jemputan majlis Yang mulia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akad nikah selesailah sudah &lt;br /&gt;disyahkan oleh dua orang saksi &lt;br /&gt;doa sudah dibacakan oleh pak KUA &lt;br /&gt;Resmilah sudah jadi suami isteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal berangkat kemudipun patah &lt;br /&gt;Angin bertiup arah utara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung balam burung merbah &lt;br /&gt;Tidaklah sama burung tempura&lt;br /&gt;Akad nikah selesailah sudah &lt;br /&gt;Menantu mendapat martua ....................... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dibacakan kata nasehat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemputan Majlis Yang Mulia &lt;br /&gt;Sempurna helat karena adat&lt;br /&gt;Sempurna kerja karena doa&lt;br /&gt;Sesuai dengan adat &lt;br /&gt;Sempadan dengan lembaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak batang perkara batang&lt;br /&gt;Batang putat dahannya paddak &lt;br /&gt;banyak hutang perkara hutang &lt;br /&gt;hutang adat dengan syarak ............................. &lt;br /&gt;Hutang syarak sudah selesai &lt;br /&gt;sudah berjawab ijab dan kabul &lt;br /&gt;seperti teresurat dikatabullah &lt;br /&gt;telah diturut sunahnya nabi&lt;br /&gt;Langsailah sudah semua hutang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tinggal hutang adat&lt;br /&gt;adat disarung tidak berjahit &lt;br /&gt;adat kalindan tidak bersimpul &lt;br /&gt;adat berjarum tidak berbenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemputan majlis yang mulia &lt;br /&gt;Orang berlayar kepulau rupat &lt;br /&gt;membawa tebu berkati-kati&lt;br /&gt;Tepung tawar meminta berkat &lt;br /&gt;Mohon do’a pada ilahirabbi ............................... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika bunga terbawa pergi&lt;br /&gt;dikaki celana dia menyangkut&lt;br /&gt;untuk pertama menepuk tepung tawari&lt;br /&gt;Kepada Bp .................... Kami jemput&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertepung tawar adat yg asli &lt;br /&gt;tepuk ditapak tangan kanan dan kiri &lt;br /&gt;sial dibuang untung dicari &lt;br /&gt;mohon hidayah pada Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalau rotan dipanjat benalu&lt;br /&gt;mana mungkin hidup di sumur&lt;br /&gt;Kepada BP ............ Minta Restu &lt;br /&gt;Semoga penganten panjang umur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang berlayar ke pulau penyengat &lt;br /&gt;membawa tebu berkati-kati &lt;br /&gt;Tepung tawar meminta berkat &lt;br /&gt;doa restu pada ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sampan berlayar sampai di kuala&lt;br /&gt;Talinya lepas muatas syarat&lt;br /&gt;Kepada Bp .................. giliran ketiga &lt;br /&gt;Doakan pengantin tetap mufakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dang merdu dang melani &lt;br /&gt;tepung tawar berkali-kali &lt;br /&gt;ditepuk oleh keluarga dan wali &lt;br /&gt;Nasehat orantua harus dihomati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kalau salah meminjam pukat&lt;br /&gt;tidaklah jade mencari ikan&lt;br /&gt;untuk memberi doa restu yang keempat&lt;br /&gt;Kepada Bp ................... Kami persilakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepung tawar adat yang lama &lt;br /&gt;inai dicecai kanan dan kiri &lt;br /&gt;bahagialah hidup suami isteri &lt;br /&gt;silih sengketa jangan dicari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penganten duduk di singasana&lt;br /&gt;Doakan mereka berkasih sayang&lt;br /&gt;Untuk menepuk giliran kelima&lt;br /&gt;Kepada Bp .............. Kami Mohon Datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepung tawar tepung melati &lt;br /&gt;Tepung sianak permata hati &lt;br /&gt;Musuh jangan anaknda cari&lt;br /&gt;banyak sahabat pintu rezeki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kalau jadi pergi ke panam&lt;br /&gt;pohon salak sedang berbuah &lt;br /&gt;untuk mengisi giliran keenam&lt;br /&gt;kepada Bp .............. Tepatlah sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau berbuka puasa &lt;br /&gt;buatlah mi sagu bertampin &lt;br /&gt;kalau sudah berumah tangga &lt;br /&gt;sang suami jadi pemimpin&lt;br /&gt;7. Kalau tuan ke Pulau Tujuh&lt;br /&gt;kami berpesan buah durian&lt;br /&gt;Kepada Bp ............. giliran ketujuh &lt;br /&gt;Dengan hormat kami persilakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kalindan hendak disemat &lt;br /&gt;sematlah dulu baju nan koyak &lt;br /&gt;kalaulah badan hendak selamat &lt;br /&gt;hormati dulu ibu dan bapak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kalau pandai menegang kawan &lt;br /&gt;sama duduk sama berdiri&lt;br /&gt;untuk menepuk giliran kedelapan&lt;br /&gt;Kepada Bp .............. mohon berdiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jadi mengulai nangka &lt;br /&gt;jangan dibelah pisau berkarat &lt;br /&gt;kalau nak serasi berumah tangga &lt;br /&gt;tentu kata selalu mufakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Anak nelayan mencari ikan&lt;br /&gt;mencari ikan membawa upih &lt;br /&gt;Untuk menepuk yang kesembilan&lt;br /&gt;Kepada Bp ................. Kami pilih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepung tawar tepung bernama &lt;br /&gt;orang ramai semua berdoa &lt;br /&gt;pandai-pandailah menjaga keluarga &lt;br /&gt;perintah agama jangan dilupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Buah mangga si buah pauh&lt;br /&gt;tidaklah sama buah rambutan&lt;br /&gt;untuk mengisi menepuk yang kesepuluh&lt;br /&gt;Kepada Bp ............ Kami mintakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah tanda batang padi &lt;br /&gt;batang kecik tingginya jangkung&lt;br /&gt;Apalah tanda sehidup semati &lt;br /&gt;susah senang sama ditanggung&lt;br /&gt;11. Kalau hendak menapi bergs&lt;br /&gt;Elok ditampi dipetang hari&lt;br /&gt;untuk menepuk yang kesebelas&lt;br /&gt;Kepada Bp...................... Mohon berdiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepung tawar tepung bermakna &lt;br /&gt;tepung berguna di hari raya &lt;br /&gt;keluarga berhimpun bersukariya &lt;br /&gt;Mengantar anaknda berumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Tenunan siak berbenang emas&lt;br /&gt;dipakai oleh tuan putri&lt;br /&gt;Kepada Bp .................. nomor kedua belas &lt;br /&gt;mohon ditepuk pada permaisuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mapar dang bergalah &lt;br /&gt;dibawa naik ketengah rumah &lt;br /&gt;rajinlah anaknda beribadah &lt;br /&gt;supaya mendapat redhonya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Hendak mencari ikan terubuk&lt;br /&gt;dapat dibawa ikan sembilang&lt;br /&gt;Kepada Bp ............ Silakan menepuk &lt;br /&gt;Semoga penganten terasa senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa remaja akan ditinggalkan &lt;br /&gt;rumah tangga sudah didirikan &lt;br /&gt;orang tua jangan dilupakan &lt;br /&gt;ingat selalu kepada Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Anak nelayan mencari siput&lt;br /&gt;siput dicari di pagi hari&lt;br /&gt;Kepada Bp ............. kami jemput &lt;br /&gt;untuk menepuk tepung tawari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cecah inai kanan dan kiri &lt;br /&gt;agar majlis nampak berseri &lt;br /&gt;bahagialah hidup suami isteri &lt;br /&gt;aman dan damai setiap hari.&lt;br /&gt;15. Tangan pengantin beralas kain&lt;br /&gt;Kain dialas takut basah&lt;br /&gt;pohon ditepuk kepada pengantin&lt;br /&gt;Kepada Bp ..................... Tepatlah sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Tuan putri makan kuini&lt;br /&gt;kuini dimakan di waktu petang&lt;br /&gt;untuk men epuk berikut ini&lt;br /&gt;Kepada Bp .................... kami mohon datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Putra mahkota memakan mangga&lt;br /&gt;mangga dimakan di waktu petang untuk mnepuk yang berikutnya&lt;br /&gt;Kepada Bp ................. kami mohon datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Tepung tawar secara bergilir&lt;br /&gt;tangan pengantin beralas kain &lt;br /&gt;Kepada Bp ................... giliran terakhir &lt;br /&gt;Mohon ditepuk kepada pengantin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tuah sudah dibadan&lt;br /&gt;Hidup senang badan selamat &lt;br /&gt;tepung tawar sudah dilaksanakan &lt;br /&gt;mohon bacakan doa selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perahu di laut memakai layar &lt;br /&gt;Layar terkulai tiangnya patah &lt;br /&gt;selesailah sudah bertepung tawar&lt;br /&gt;somoga pengantin diberkahi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila masak duku di balai&lt;br /&gt;buah dedap dibungkus upih &lt;br /&gt;kepada Bapak merestui mempelai &lt;br /&gt;kami ucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemputan majlis yang mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak-bapak, encik-encik, tuan-tuan dan puan-puan Yang berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebatlah batang padi jerami &lt;br /&gt;lebat bersemai di dalam bakul &lt;br /&gt;amatlah senang di hati kami &lt;br /&gt;sampai niatpun lah terkabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari mengukur kelapa tuan &lt;br /&gt;puding cermai dibuat lebat &lt;br /&gt;mari bersyukur kepada tuhan&lt;br /&gt;kedua penganten peroleh berkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibarat berjalan sudah sampai ke batas, ibarat berlayarlah sampai ke pulau, ibarat meniti lah sampai ke ujung, umpama memanjat sudah sampai ke pucuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun dari pada itu jemputan majlis yang mulia, entah kami tersalah tegur dengan sapa, tersalah duduk dan letak, tersalah tersalah tikat yang kami bentang, tersalah letak dan susun, mungkin nantinya nasi salah tanak, sambal mungkin kurang asam garamnya, atau kurang serba satunya atas walimahtur’urusy mohon maaf yang sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisang emas bawa berlayar &lt;br /&gt;masak sebiji di dalam peti &lt;br /&gt;hutang emas boleh dibayar &lt;br /&gt;hutang budi dibawa mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang teluk pergi ke daik&lt;br /&gt;tuanku imam berjubah dalam &lt;br /&gt;yang elok bertambah baik&lt;br /&gt;yang buruk kita tanam dalam-dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keruh kita buang kelaut,&lt;br /&gt;yang semak kita buang ke rimba,&lt;br /&gt;yang buruk kita kuburkan.&lt;br /&gt;begitulah mohon maaf kami seisi rurnah yang menanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilang bernama si Putri Tujuh&lt;br /&gt;kilang mengolah memasak minyak&lt;br /&gt;kami menyusun jari sepuluh &lt;br /&gt;silaf dan salah maaf diperbanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepung tawar berakhir sudah&lt;br /&gt;pertanda acara berakhir pula &lt;br /&gt;andai kata silaf dan salah &lt;br /&gt;maafkan hamba sebagai pembawa acara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASEHAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada anaknda berdua ...................................... Rumah tangga adalah kehidupan yang harus dimuliakan, dipelihara dan diutamakan, karena di sinilah lahirnya anak cucu dan keturunan, di sini pula diwariskan nilai-nilai luhur dan norma-norma sosial yang kita junjung tinggi, karenanya rumah tangga, harus dipertahankan sebagai tempat yang membawa kedaiam, kenyamanan dari kebahagian, baik bagi penghuninya maupun bagi masyarakat sekitarnya, demikian wujud keluarga sakinah, tuah keluarga adalah rumah tangga bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu kepada keduanya hendaklah&lt;br /&gt;Tahu akan beban nantinya, baik isteri maupun suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu hidup memang wakil &lt;br /&gt;Tahu alur dengan patutnya &lt;br /&gt;Tahu salah dengan silihnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami tahu dengan fungsinya&lt;br /&gt;Isteri tahu dengan tugasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami tahu pula kedudukannya dalam rumah tangga&lt;br /&gt;Isteri tahu pula dimana tempat tegaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adat hidup berumah tangga &lt;br /&gt;pahid dan manis sama dirasa &lt;br /&gt;kasih dan sayang tiada terhingga &lt;br /&gt;kemana pergi seiya sekata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adat hidup suami isteri &lt;br /&gt;Pandai-pandai membawa diri &lt;br /&gt;tahu memegang berbagai hati &lt;br /&gt;tahu mengalah bertahan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mana yang salah lama dibaiki &lt;br /&gt;mana yang kurang sama diisi &lt;br /&gt;mana yang hilang sama dicari &lt;br /&gt;tutus ikhlas sama di hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersuami isteri hendaklah rukun&lt;br /&gt;dalam bekerja samalah tekun &lt;br /&gt;hidup bersama tuntun menuntun &lt;br /&gt;saling mengasihi dan ......................... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mana yang berlubang sama ditimbun &lt;br /&gt;mana yang putus sama ditampun &lt;br /&gt;mana yang berserak sama disusun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersuami isteri janganlah gamang &lt;br /&gt;bulatkan hati janganlah bercabang &lt;br /&gt;Bekerja jangan alang kepalang&lt;br /&gt;hadapi hidup dengan hati yang lapang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersuami isteri wajiblah taqwa &lt;br /&gt;mengikuti syarak berserta sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taat beribadah kepadanya Allah &lt;br /&gt;supaya hidup memperoleh berkah &lt;br /&gt;sesudah matinya mendapatkan rahmah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANTUN ANTAR BELANJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria : Orang memakai kain tenunan &lt;br /&gt;Diberi corak warnanya permai&lt;br /&gt;Assalaamu’alaikum puan dan tuan &lt;br /&gt;Kami datang beramai-ramai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita : Kuntum merekah bunga setaman &lt;br /&gt;Baunya lembut menyegarkan hati &lt;br /&gt;Wa’alaikumsalaam puan dan tuan &lt;br /&gt;Kami menyambut berputih hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tuan ke kota Melaka&lt;br /&gt;Singgah bermalam di kota Pahang&lt;br /&gt;Kalau boleh saya bertanya&lt;br /&gt;Apa hajat tuan dan puan datang bertandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria : Sungai Kampar suangai bertuah&lt;br /&gt;Air mengalir dari Bukittinggi&lt;br /&gt;Kedatangan kami membawa madah &lt;br /&gt;Tersebab ingin menepati janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi berdagang ke Singapura &lt;br /&gt;Mesjidnya indah sangat terkenal&lt;br /&gt;Kalau saya boleh bertanya &lt;br /&gt;Tuankah agaknya wakil tuan rumah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita : Bukittinggi rumah adatnya &lt;br /&gt;Banyak gunung beserta lembah &lt;br /&gt;Pandai sungguh tuan bertanya &lt;br /&gt;Memang sayalah wakil tuan rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lancang Kuning judul cerita&lt;br /&gt;Dikenang orang sepanjang zaman &lt;br /&gt;Bismillahhirrahmaanirrahiim pembuka kata &lt;br /&gt;Perundinganpun dapat kita mulakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria : Pagaruyung berkait dengan Melayu &lt;br /&gt;Empunya cerita zaman bahari &lt;br /&gt;Kalau dah tuan kata begitu &lt;br /&gt;Kami terima dengan senang hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Riau ke Sumatera Barat&lt;br /&gt;Bercampur adat jadi sepadan &lt;br /&gt;Menggantang kembaga menjunjung adat &lt;br /&gt;Sirih di tepak kami suguhkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pihak Pria Menyerahkan Tepak Sirih kepada &lt;br /&gt;Pihak Perempuan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adat orang zaman dahulu &lt;br /&gt;Mengupas Pinang denganlah kacip &lt;br /&gt;Sirih setepak disuguhkan dulu &lt;br /&gt;Sudilah tuan untuk mencicip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pihak Perempuan Menerima dan Mencicipi Sirih dengan diberikan pada semua kaum kerabat yang ada)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita : Kupaslah pinang dengan kacip &lt;br /&gt;Setelah dikupas lalu dimakan &lt;br /&gt;Sirih tuan dahpun kami cicip &lt;br /&gt;Rasanya manis menyegarkan badan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepak sirih kami pula kami ulurkan &lt;br /&gt;Tolong diterima duhai tuan bestari &lt;br /&gt;Dengan kerendahan hati kami silahkan &lt;br /&gt;Ciciplah pula sirih kami ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pihak Wanita Menyerahkan Tepak Sirih kepada Pihak Pria)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria : (Pihak Pria Menerima dan Mencicipi Sirih dengan diberikan pada semua kaum kerabat yang ada)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kami sampaikan&lt;br /&gt;Kepada tuan dan puan majelis sekalian &lt;br /&gt;Sirih diulur telahpun kami rasakan &lt;br /&gt;Rasanya manis tiada bandingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita : Bintang di langit si bintang sakti &lt;br /&gt;Cahayanya bersinar terang benderang&lt;br /&gt;Silalah tuan sampaikan maksud di hati &lt;br /&gt;Kami dengarkan dengan hati yang senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria : Pandainya orang membuat kelamai &lt;br /&gt;Bahannya pulu gula dan santan &lt;br /&gt;Kami datang beramai-ramai &lt;br /&gt;Membawa seperangkat barang hantaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita : Kalau tuan pergi ke pekan&lt;br /&gt;Belikanlah kami kerang dan lokan &lt;br /&gt;Kalau itu yang tuan hajatkan &lt;br /&gt;Kecil telapak tangan nyiru kami tadahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria : (Menyerahkan Hantaran dengan Menyebutkannya satu persatu - terakhir menyerahkan bunga rampai sambil berpantun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan mengukir di atas air&lt;br /&gt;Badan penat tak ada buktinya &lt;br /&gt;Bunga rampai syarat terakhir&lt;br /&gt;Pelambang hidup berperesam berperasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita : Berjalan kaki ke luar kota&lt;br /&gt;Penat berjalan naik kereta&lt;br /&gt;Pelambang hidup berperesam berperasa &lt;br /&gt;Adat kehidupan manusia di dunia&lt;br /&gt;Pria : Lumba-lumba nama ikannya &lt;br /&gt;Berenang sampai ke Indrapuri &lt;br /&gt;Segala macam yang kami serahkan &lt;br /&gt;Semoga tuan bersenang hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kain cindai baju melayu&lt;br /&gt;Dipakai bujang masa yang lalu &lt;br /&gt;Supaya sesuai janji dahulu &lt;br /&gt;Eloklah tuan tengak satu persatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita : Riau adanya di pulau perca&lt;br /&gt;Nama diberi putra mahkota &lt;br /&gt;Sudah ditengok ditilik periksa&lt;br /&gt;Tak ada yang kurang cukup semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja bersantap dihari senja&lt;br /&gt;Makan bersama putra mahkota &lt;br /&gt;Hantaran tuan telah kami terima&lt;br /&gt;Kan kami sampaikan pada yang empunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria : Anak-anak bermain sepak raga &lt;br /&gt;Nelayan melaut memakai sampan &lt;br /&gt;Sesuai dengan adat dan lembaga &lt;br /&gt;Hajat sudah kami sampaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada jarum yang patah &lt;br /&gt;Jangan disimpan di dalam peti &lt;br /&gt;Kalau ada silap dan salah &lt;br /&gt;Maafkan kami rombongan laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita : Pekanbaru kota bertuah &lt;br /&gt;Bangunannya elok berdiri megah &lt;br /&gt;Antaran belanja selesailah sudah &lt;br /&gt;Lanjutkan acara akad dan nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azanpun sudah dikumandangkan&lt;br /&gt;Mari bergegas tegakkan sholat &lt;br /&gt;Acara akad nikah kita mulakan &lt;br /&gt;Tuan dan puan silahkan mengambil tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara hantaran berakhir sudah &lt;br /&gt;Keluarga berhimpun beramah tamah &lt;br /&gt;Kalau layanan kami terasa salah &lt;br /&gt;Maafkan kami selaku tuan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++++++++++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Acara Akad Nikah di pandu oleh MC)&lt;/div&gt;&lt;form&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="charset_test" type="hidden" value="€,´,€,´,水,Д,Є" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="post_form_id" type="hidden" value="aad7dc1e967a3e37dd1acf85b21342b2" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="fb_dtsg" type="hidden" value="otbny" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="feedback_params" type="hidden" value="{" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp;Ditulis oleh Taslim Prawira MA&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-4253655637198389280?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/4253655637198389280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/12/tata-cara-perkahwinan-melayu-di-bandul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4253655637198389280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4253655637198389280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/12/tata-cara-perkahwinan-melayu-di-bandul.html' title='Tata Cara Perkahwinan Melayu di Bandul'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPYa_T1H59I/AAAAAAAAAQg/VGXyG6gCrxE/s72-c/bandul4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-8377427240911947472</id><published>2010-12-01T16:29:00.000+07:00</published><updated>2010-12-01T16:29:37.431+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='percikan pemikiran'/><title type='text'>SUMBANGSIH MASYARAKAT DESA BANDUL DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPYTQopdG0I/AAAAAAAAAQQ/Q-KTnhOZCrs/s1600/bandul1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="221" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPYTQopdG0I/AAAAAAAAAQQ/Q-KTnhOZCrs/s320/bandul1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Madrasah ini sudah memiliki tingkat dari setingkat SD samlai SLTP. baru baru ini dibuka kelas untuk Taman Kanak Kanak dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) semuanya sawadaya..MasyaAllah..&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;i&gt;Sekampung tolong menolong – sedusun tuntun menuntun - sedesa seiya sekata – sebangsa saling merasa.&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Peran masyarakat Desa Bandul dalam membangun pendidikan dan sumberdaya manusia (SDM) sangat petut dihargai. Salah satunya, sejak puluhan tahun lalu, secara swadaya, telah mendidikan pendidikan non formal yang saat ini berubah menjadi sekolah formal. Salah satunya mendidirikan Madrasah Darul Huda Bandul.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gambaran singkat pendidikan Darul Huda Bandul yang dibangun oleh para pendiri dan tokoh masyarakat yang sangat konsen dengan pendidikan, menumbuhkan realitas umat yang sangat relevan dan ditunggu – tunggu masyarakat Islam di Desa. Para pendiri seperti H.Dimyati (alm), Imam Mahmud ( kelahiran Singapura ) H.Ihsan (alm) ( Imam &amp;amp; Siak Masjid raya Mujahidin ) dan dilanjutkan oleh Ustaz Sufni Bin Yamin, Ustaz Sidik bin H.Abd Qadir (alm), dimasa era 50-an memang Desa Bandul cukup banyak yang bermukim dan berasimilasi dengan penduduk setempat yang notabenenya adalah suku Melayu, Cina, Jawa, suku asli , sehingga penduduk saling menghargai dan menghormati antara sesama penduduk. Sekampung tolong menolong – sedusun tuntun menuntun - sedesa seiya sekata – sebangsa saling merasa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Madrasah Darul Huda yang berdiri dari semenjak tahun 1960 sampai sekarang banyak perkembangan antara lain priode pertama hanya Madrasah diniyah berlanjut ke Madrasah Diniyah Awaliyah, setelah itu Taman Pendidikan Alqur’an dan mengembangkan kurikulum.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;• Pondok pesantren&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;• Tulisan memakai arab melayu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;• Tidak pakai rapor tetapi dengan Imtihan &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menyerahkan titipan Instiawati Ayus ,SH,MH kepada tokoh Desa Bandul &lt;br /&gt;Sesuai dengan perkembangan masa anak didik dari Madrasah Diniyah Darul Huda yang melanjutkan di Pondok Pesantren Termas Jawa Timur pulang (Ustz. Masri Ismi dan Marfu’atin) dan anak Desa Bandul yang belajar di IAIN Susqa Pekanbaru ( TaslimPrawira ) berkumpul dan berinteraksi dengan guru – guru lainnya seperti Ustaz.Teguh bin Yamin , Ustaz.Sahlan bin Mispani, Suhadi, Ustazah Sri Dewi, bersiap ingin melanjutkan dari Diniyah ke Madrasah Tsanawiyah Darul Huda dengan mengambil murid SD Desa Bandul dan Desa Selat Akar yang juga ada tautannya dari masyarakat Bandul. Sekarang Madrasah Tsanawiyah Darul Huda memakai kurikulum Departemen Agama R I. dan tahun 2009 sudah ada Taman Kanak – Kanak Kasih Ibu yang dipipmpin&amp;nbsp; Siti Asriah,SAg dan Drs,Taslimprawira,MA bersamaan Sumarni, Amd sebagai pemimpin Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kasih Ibu.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPYUhW3IH2I/AAAAAAAAAQU/TRmrphhispI/s1600/bandul2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="206" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPYUhW3IH2I/AAAAAAAAAQU/TRmrphhispI/s320/bandul2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mendirikan TK dan PAUD di kampung-kampung seperti ini bukan tugas mudah. Salah satunya masyarakat belum paham benar pentingnya pendidikan untuk anak-anak yang berada di usia pertumbuhan emas ini penting. Mereka pengasuh sangat berjiwa besar mau mendidik anak anak sekaligus memberikan kepercayaan kepada masyarakat agar mau menyekolahkan anaknya saat usia dini.Sekali lagi ini perleu kerja keras, cerdas dan ikhlas.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPYUhW3IH2I/AAAAAAAAAQU/TRmrphhispI/s1600/bandul2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sekarang alumni dari Madrasah diniyah dan MTs Darul Huda Bandul banyak bertebaran diberbagai bidang seperti Kusno Bin yusuf di MABES TNI Jakarta ,Mizan Fatoni ( Lurah Batuaji Batam ) TaslimPrawira (Da’I Dewan Dakwah Pusat/MUI Riau ) Ali bin Kadir ( DPRD Bengkalis ) Eka Tulus ( Bank Riau ) Drs.Sayuti Suwardi ( Da’I IKMI Kota Pekanbaru ) Yuyun Untung Abdullah ( Kantor Bupati Bengkalis ) Sulaiman ( Mantan Lurah Sukamulia Pekanbaru )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kini Desa Bandul dalam infrastruktur sudah cukup menggembirakan seperti listrik untuk tiga Desa ditempatkan di Desa Bandul seperti jalan poros yang menghubungkan antar Desa sudah siap di seminisasi dan terakhir jembatan penghubung dua Desa antara Desa Bandul dan Desa Selat akar sudah siap pakai untuk dilaui masyarakat dan anak – anak sekolah , yang dahulunya menaiki sampan &amp;nbsp;Ustaz.Abdul Haris,SAg Pembimbing muallaf dengan Suprapto Redaktur Bangasbersorak blogspot.com.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;B.Potensi lahan pertanian.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Penyebaran jenis tanah didaerah Riau umumnya mengikuti penyebaran formasi fisiografi dimana pada daerah – daerah yang relative tinggi pada wilayah formasi lipatan (folds ) dijumpai jenis tanah Padzolik merah kuning yang dibeberapa tempat terdapat dalam komleks dengan Latozol dan Litazol.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Komplek tanah ini seluruhnya meliputi lebih dari 30 % luas tanah. Didataran rendah sepanjang pantai , diantara aliran sungai – sungai seperti Sungai Selat Akar umumnya dijumpai tanah - tanah gambut atau tanah yang banyak mengandung bahan organic, sedangkan di sepanjang aliran sungai umumnya didapati formasi – formasi tanggul alam dengan tanah alluvial dan gleyhumus.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPYVU-RfSsI/AAAAAAAAAQY/ALr7Zum-rGY/s1600/bandul3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPYVU-RfSsI/AAAAAAAAAQY/ALr7Zum-rGY/s320/bandul3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Taslim Prawira, saat memberikan pengabdian kepada masyarakat &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Di daerah antara aliran sungai pada dataran pantai seperti pantai Bangas ( Lihat situs Bangas bersorakBlogspot) yang selalu atau hampir selalu tergenang air membentuk rawa cekung, karena lingkungan yang selalu berair, sisa – sisa makanan yang ada tidak dapat melapuk dan membentuk gambut topogin yang kaya mineral.diujung bangas pasir laut dan lumpur semakin tahun meninggi kepermukaan yang melahirkan dangkalnya permukaan air di ujung tanjung bangas di mungkinkan dalam kurun ratusan tahun yang akan datang dapat bersatunya tepian pantai ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan selanjutnya lapisan gambut ini makin lama makin tebal ( embrogi) sampai kedalaman 10 m , gambut ini kurang mempunyai unsure – unsure hara ( kurang mineral ) oleh karena itu kurang sesuai pula untuk pengembangan pertanian yang go internasional.( nasib )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari jenis tanah penyebarannya di daerah pesisir sangat beragam seperti assosiasi organosof dan Gley Humus dari bahan endapan = O,Ha- P/A , penyebarannya didataran pantai di Pulau Rupat ,Bengkalis , Bandul P.Padang , Kateman dan Indragiri dengan bentuk wilayah datar , agak cekung , sebagian besar berawa di dirumbuhi hutan – hutan rawa , bakau , nipah dan lainnya. Adapun tanah bereaksi sangat masam , zat organic dan N tinggi, P 2 O5 ,C a O dan MgO sangat rendah cadangan mineralnya tipis sekali .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Potensi iklim&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya Riau beriklim tropic karena dipengaruhi oleh dua iklim laut .Dalam bulan April – Juni – agustus, matahari terdapat dibelahan bumi utara dan angin bertiup dari arah Tenggara ,sebaliknya dalam bulan Oktober – Desember _Pebruari , matahari terdapat dibelahan bumi selatan dan angin bertiup dari arah Barat laut, Matahari terdapat disekitar khatulistiwa pada preode bulan September , garis khatulistiwa ini melintasi Tanjung Datuk di Indragiri dan Lipat kain di Kampar Kiri dan tempratur rata – rata sepanjang tahun adalah 28 derajat selsius perbedaan antara tempratur terpanas dengan tempratur terdingin tidak menyolok dan mengenai curah hujan di Riau rata – rata sekitar 2.000 – 3000 mm setahun.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;D. Sektor perkebunan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Perkebunan yang ada di pedesaan memang untuk kurun waktu 20 tahun sekarang cukup memperihatinkan bagi masyarakat setempat sehingga sector ini harus ada solusi dalam membangun potensi Desa kedepan seperti kegiatan peremajaan .&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;• EKSTENSIFIKASI&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;• DIVERSIFIKASI&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;• REHABILITASI &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Usaha tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi , peningkatan dan pemerataan pendapatan petani, meningkatkan daya saing yang kondusif , sisi lain usaha peremajaan adalah pengganti tanaman yang sudah tidak produktif lagi dengan tanaman baru dengan bibit unggul seperti karet menurut pantaun dan investigasi karet yang di takik/toreh ini sudah berumur 50 an tahun dan pemakaian intensifikasi dan rehabilitasi merupakan usaha untuk meningkatkan produktifitas tanaman dengan memanfaatkan teknologi tepat guna termasuk memanfaatkan segala sarana produksi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan intensifikasi dan rehabilitasi sekama ini masih diwilayah penyuluhan belum sampai ketingkat oprasional , sedangkan diversifikasi adalah penganekaragaman tanaman dalam usaha tani masyarakat .&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan kerjasama yang serasi antar perkebunan besar dengan perkebunan rakyat itu harus disandingkan di wilayah Desa Selat Akar yang masih cukup luas ,setelah pelarangan illegal loging berhenti .karena dengan kemitraan usaha untuk meningkatkan produksi dan sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani harus didahulukan dari pada keuntungan perusahaan . majulah Desaku – majulah negeriku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat dari tetesan nukilan itu maka konklusinya adalah ;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jangan berpangku tangan &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Anak – anak wajib sekolah &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;form&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="charset_test" type="hidden" value="€,´,€,´,水,Д,Є" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="post_form_id" type="hidden" value="aad7dc1e967a3e37dd1acf85b21342b2" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="fb_dtsg" type="hidden" value="otbny" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="feedback_params" type="hidden" value="{" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-8377427240911947472?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/8377427240911947472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/12/sumbangsih-masyarakat-desa-bandul-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8377427240911947472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8377427240911947472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/12/sumbangsih-masyarakat-desa-bandul-dalam.html' title='SUMBANGSIH MASYARAKAT DESA BANDUL DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPYTQopdG0I/AAAAAAAAAQQ/Q-KTnhOZCrs/s72-c/bandul1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-5347580146525878508</id><published>2010-11-29T16:17:00.001+07:00</published><updated>2010-12-01T16:11:20.941+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Bandul'/><title type='text'>TOKOH  PEJUANG KEMERDEKAAN  WILAYAH PINGGIRAN  DESA BANDUL</title><content type='html'>PURNAWIRAWAN &amp;nbsp;&amp;nbsp;JOHAN&amp;nbsp; ( YAU PING&amp;nbsp; )&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Disusun Oleh.Drs.Taslim Bin Misdan,MA&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt; &amp;nbsp;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPNvPS2qI0I/AAAAAAAAAQI/mXWUQqls_Dg/s1600/johan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPNvPS2qI0I/AAAAAAAAAQI/mXWUQqls_Dg/s320/johan.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Purnawirawan Johan&amp;nbsp; ( Yau Ping )&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;“……Dibibir pantai&amp;nbsp;yang ditumbuhi oleh&amp;nbsp; pohon api – api dan mangrove, diri ku berjalan&amp;nbsp; tanpa beban. Hari itu Ahad,13 September 2010. Ku dengar suara ombak sedang membasuh pantai yang membuat angin semilir mengembus rasa dingin di tubuh. Di pagi yang mendung&amp;nbsp; diiringi&amp;nbsp; petir dan kilat, saat itulah aku menuju rumah&amp;nbsp; seorang tokoh pejuang di Bandul. Rumahnya kokoh terbuat dari kayu punak. Rumahnya sepertihalnya rumah kebanyakan, bertingkat, karena digunakan sebagai tempat penakaran wallet juga, wajar saja, diatasnya&amp;nbsp; sahut – sahutan suara &amp;nbsp;kerumunan burung wallet (&amp;nbsp;burung&amp;nbsp; layang – layang kata Malaysia, red) menyilang terbang&amp;nbsp;dengan suara yang&amp;nbsp; kicauannya sangat khas. Aku melangkah&amp;nbsp; ke depan pintu&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Purnawirawan&amp;nbsp; Johan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp; (&amp;nbsp;Yau Ping), tokoh pendidik dan&amp;nbsp; pergerakan Kemerdekaan&amp;nbsp; Indonesia&amp;nbsp; di Wilayah&amp;nbsp; Pingggiran. Jasanya patut dikenang, kini di tinggal di Desa Bandul&amp;nbsp; Kecamatan Merbau Kabupaten&amp;nbsp; Meranti .&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia cukup bersahaja, wajahnya bersih&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; tampak tegar. Sosok&amp;nbsp;&amp;nbsp;kharismatik &amp;nbsp;yang lahir 10 September&amp;nbsp; 1926 di Desa Sekodi, Bengkalis ini&amp;nbsp; masih saja merekam perjuangan yang dilakukannya saat membela tanah air. Kini, sejak tahun 1940 an lalu, sudah bermukim di Desa Bandul, disinilah ia mengabdikan diri kepada masyarakat, nusa dan bangsa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat aku&amp;nbsp; mewawancarainya, ia memaparkan beragam jejak rekamnya itu, ia masih ingat benar, jiwa &amp;nbsp;patriotiknya serasa menggebu-gebu. Padahal ia sudah&amp;nbsp; berumur kurang lebih&amp;nbsp; 84 tahun . “Perlu&amp;nbsp; Ananda ingat, cerita orang-orang tua–tua dulu, tahun 1920-an, &amp;nbsp;Kampung Bandul ini, &amp;nbsp;pernah dijadikan oleh Belanda untuk&amp;nbsp; menempatkan&amp;nbsp; pesawat&amp;nbsp; tempurnya tanpa&amp;nbsp; landasan aspal tetapi&amp;nbsp; landasan tanah&amp;nbsp;, lokasinya di&amp;nbsp; Lending&amp;nbsp; (sekarang&amp;nbsp; di bangun Sekolah Dasar ) namanya &amp;nbsp;Lending,&amp;nbsp; diambil dari&amp;nbsp;kisah &lt;i&gt;lending&lt;/i&gt;-nya pesawat pengintai&amp;nbsp; Belanda&amp;nbsp; di wilayah perbatasan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; Malaysia&amp;nbsp; yang dikuasai oleh&amp;nbsp; Inggris dan Portugis,” katanya kepada ku, sayapun termangu – mangu &amp;nbsp;mendengarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia&amp;nbsp; menceritakan, dahulu ia aktif di Dinas Kemeliteran&amp;nbsp; TKR&amp;nbsp; (Tentara Keamanan Rakyat ). Kala kala itu, komandannya adalah Joni Ishawan. Namun, sang komandan tidak diketahui sampai sekarang keberadaanya. Ia hilang dalam pertempuran&amp;nbsp;, maka Purnawirawan Johan pun&amp;nbsp;&amp;nbsp;langsung dibawah&amp;nbsp; komandan Subrantas (Mantan Gubernur Riau ). Sejak saat itu, Purnawirawan Johan&amp;nbsp; memang&amp;nbsp; ia tidak&amp;nbsp; di tempatkan di medan lapangan&amp;nbsp; tempur. Ia dan dan beberapa kawan –kawannya di tempatkan&amp;nbsp; di bidang logistik&amp;nbsp; peperangan. Seperti &amp;nbsp;menyiapkan peluru&amp;nbsp; dan senapan, makan minum perajurit. Dan mencari bantuan sampai ke Singapura untuk menambah pasokan senjata. Ini dilakukan dengan menggunakan sampan layar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah suatu ketika, saat membawa perlengkapan senjata ini. Usahanya diketahui Belanda, dan ia pun ditengah laut, di serangan &amp;nbsp;bertubi – tubi oleh tentara&amp;nbsp; Belanda. Saat itu ia menyelamatkan diri ke&amp;nbsp; sampai ke daerah Mengkapan, &amp;nbsp;Siak Sri Indra Pura. Kala itu ia bergabung dengan Letnan Muda Syarif&amp;nbsp;, di markas BPKN ( Badan Penyelidik&amp;nbsp; Keamanan Negara&amp;nbsp;) &amp;nbsp;&amp;nbsp;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Banyak suka dan duka,”.katanya “Kami &amp;nbsp;alami&amp;nbsp; bersama komandan&amp;nbsp; Joni Ishawan dan Komandan&amp;nbsp; Subrantas untuk&amp;nbsp; membela tanah air&amp;nbsp; Republik Indonesia (NKRI ). Kami bahagia dengan&amp;nbsp; apa adanya,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak usai perang, ia memulai&amp;nbsp; usaha kecil – kecilan. Ini ia lakukan &amp;nbsp;sampai hari ini. “Anandakan pernah juga&amp;nbsp; menjadi bahagian&amp;nbsp; kedai ini kan,” tuturnya. Maksudnya&amp;nbsp;ia mengatakan itu, waktu itu saya masih&amp;nbsp; sekolah SD dan SMP di Bandul, sebulan sekali atau&amp;nbsp; 15 hari&amp;nbsp; sekali&amp;nbsp; ke kedai beliau,&amp;nbsp; beliau menjadi toke karet atau getah. Ayah saya Misdan&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan Ibunda saya Hindun, selalu menyetorkan hasil karet ke rumah Purnawirawan Johan ( Yau Ping ) untuk ditukarkan&amp;nbsp; keperluan&amp;nbsp; hari – harian, seperti beras , cabe,minyak tanah, minyak goreng, sabun,gula dll. Saya pun ingat, waktu itu &amp;nbsp;harga &amp;nbsp;getah Rp20 ( dua puluh &amp;nbsp;rupiah ) per kilogramnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada &amp;nbsp;tahun&amp;nbsp; 1957,&amp;nbsp; Purnawirawan Johan , pernah&amp;nbsp; mengikuti Pendidikan&amp;nbsp;&amp;nbsp;Guru, Salah satunya gurunya adalah H. Abdullah&amp;nbsp; di Bengkalis&amp;nbsp; pada 1940, dan&amp;nbsp; mengikuti Khursus Pengetahuan Umum ( KPU-A ) dengan ikatan Dinas&amp;nbsp; selama tiga tahun,&amp;nbsp; dan ujiannya&amp;nbsp; di Jogjakarta .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah&amp;nbsp; mardeka. Sejak&amp;nbsp; tahun 1957 ia menetap di Desa Bandul, membantu mengajar tempat&amp;nbsp; belajarnya di Dusun Lending –Bandul di Pendidikan Buta Huruf (PBH) melingkupi wilayah Bandul , Mengkirau, Kudap dan Dedap. Karena&amp;nbsp; masa&amp;nbsp; tugasnya selesai,&amp;nbsp; ia pun kembali kemasyarakat&amp;nbsp; &amp;nbsp;sampai hari tua sekarang. Tapi semangat&amp;nbsp; berdagangnya juga tak pernah surut, walaupun melihat&amp;nbsp; umur&amp;nbsp; senja &amp;nbsp;seperti ini ia masih&amp;nbsp; menjalankan usaha&amp;nbsp; kedai harian. “Saya tak mau diam dan tak mau santai- santai,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini contoh bagi generasi muda dan kita&amp;nbsp; seluruhnya. Yang menarik&amp;nbsp; bagi saya adalah disamping rumahnya ada penangkaran wallet&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; bertingkat tiga,&amp;nbsp; berdampingan dengan rumah pribadinya yang berada bibir&amp;nbsp; pantai pelabuahan Bandul .&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPNvclPM21I/AAAAAAAAAQM/dUbQAwrkFLg/s1600/johan1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPNvclPM21I/AAAAAAAAAQM/dUbQAwrkFLg/s320/johan1.jpg" width="208" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun&amp;nbsp; sudah menjadi purnawirawan&amp;nbsp; TKR,&amp;nbsp; jiwa nasionalisme&amp;nbsp; sangat kuat&amp;nbsp;&amp;nbsp; untuk membantu&amp;nbsp; pemerintahan Desa Bandul bersama&amp;nbsp; Ke Ko Seng . Wi You KI&amp;nbsp; yang pernah menyerahkan&amp;nbsp; tanah&amp;nbsp; untuk lokasi &amp;nbsp;Sekolah Dasar &amp;nbsp;dan&amp;nbsp; Wi Te Ngo&amp;nbsp; pendukung kemerdekaan&amp;nbsp; di Desa&amp;nbsp; Bandul&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Purnawirawan&amp;nbsp; Johan ( Yau Ping ) juga di segani masyarakat&amp;nbsp; karena kiprahnya&amp;nbsp; begitu dekat dengan&amp;nbsp; masyarakat Bandul tanpa pilih kasih , suku apapun&amp;nbsp; ia&amp;nbsp; layani dan masalah apapun ia&amp;nbsp; selalu&amp;nbsp; mencarikan solusi, terkadang&amp;nbsp; uangpun ia&amp;nbsp; rela keluarkan untuk kebaikan bersama . Dorongan&amp;nbsp; dan motivasi&amp;nbsp; Purnawirawan Johan kepada kepada&amp;nbsp; generasi penerus dan masyarakat&amp;nbsp; Bandul dan sekitarnya adalah minta untuk membuat&amp;nbsp; persaudaraan&amp;nbsp; Ikatan Keluarga Bandul dan sekitarnya baik di Batam, Pekanbaru, Bengkalis, Selatpanjang dll. Ikatan &amp;nbsp;yang beorientasi&amp;nbsp; secara sosial bukan&amp;nbsp; politik praktis , jangan&amp;nbsp; membeda- bedakan&amp;nbsp; suku, dan bangsa atau etnis&amp;nbsp; karena kita ada&amp;nbsp; sama-sama berbakti untuk bangsa. “Mari kita majukan Desa Bandul&amp;nbsp; seperti&amp;nbsp; saudara Taslim ini, sesibuk apapapun&amp;nbsp; ia sempatkan&amp;nbsp; memikirkan Kampung,” tuturnya. (*)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jabatan yang pernah dembankan&amp;nbsp; kepadanya&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketua      pendiri SMP Bandul&amp;nbsp; tahun 1976&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seksi      bimbingan P4 &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketua      Lembaga&amp;nbsp; Masyarakat Desa 1975-1985 &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketua      Masyarakat Tiong Hua &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Liputan&amp;nbsp; Ahad.13 September 2010 di rumah&amp;nbsp; kediaman Purnawirawan Johan ( Yau Ping )&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-5347580146525878508?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/5347580146525878508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/11/tokoh-pejuang-kemerdekaan-wilayah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5347580146525878508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5347580146525878508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/11/tokoh-pejuang-kemerdekaan-wilayah.html' title='TOKOH  PEJUANG KEMERDEKAAN  WILAYAH PINGGIRAN  DESA BANDUL'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TPNvPS2qI0I/AAAAAAAAAQI/mXWUQqls_Dg/s72-c/johan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-8183970477754364954</id><published>2010-11-13T18:59:00.002+07:00</published><updated>2010-11-13T19:19:20.550+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='percikan pemikiran'/><title type='text'>Membaca Peluang Ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TN6B-rT1QdI/AAAAAAAAAP8/SBEFKnQ80pA/s1600/meranti.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;(Sebagai hinterland dan transito perdagangan)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TN6B-rT1QdI/AAAAAAAAAP8/SBEFKnQ80pA/s1600/meranti.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TN6B-rT1QdI/AAAAAAAAAP8/SBEFKnQ80pA/s1600/meranti.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;&amp;nbsp;Kabupaten  Kepulauan Meranti merupakan salah satu kabupaten otonomi baru, dibentuk  berdasarkan UU No 12/2009. Merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten  Bengkalis, memiliki 5 kecamatan dengan luas mencapai 3.707.84 km2. &lt;/span&gt;      &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Kabupaten  termuda ini, secara geografis, berada di jalur pelayaran dan  perdagangan internasional Selat Melaka di dua negara yakni Malaysia dan  Singapura, serta secara alamiah sudah menjadi daerah hinterland kawasan  Free Trade Zone (FTZ) Batam dan Tanjungbalai Karimun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Posisi  ini menjadikan peluang bagi Kabupaten Kepulauan Meranti dalam  pengembangan potensi ekonominya ke depan. Sebagai garda terdepan untuk  Provinsi Riau dalam membuat simpul ekonomi di kawasan pesisir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Kabupaten  Kepulauan Meranti bisa menjadi kabupaten yang memiliki peranan penting  sebagai hinterland jalur strategis antara Provinsi Riau, Kepulauan Riau  dan negara tetangga Malaysia dan Singapura. Dijadikan FTZ di dua kota di  Kepri yakni Batam dan Tanjungbalai Karimun, setidaknya menjadikan  kawasan ini salah satu penunjang FTZ tersebut, apalagi kawasan ini bisa  menghubungkan jalur darat perdagangan dari Pulau Sumatera dan Jawa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Untuk  mewujudkanya, dengan posisi strategis sebagai kawasan interkoneksi,  maka ke depan perlu ditunjang infrastruktur perhubungan yang memadai. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Selain pelayaran, yang perlu disiapkan adalah jalur transportasi darat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Pengembangan infrastuktur jalan darat menjadi alternatif penting untuk membuka isolasi daerah dan pulau-pulau di Meranti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ini berhasil, maka akan terbuka juga interkoneksi jalan darat  lintas provinsi antara Riau dan Kepulauan Riau. Jalan lintas provinsi  dua kawasan ini memungkinkan untuk diwacanakan menjadi jalan nasional. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Posisi yang strategis untuk membuka jalur lintas Riau dan Kepulauan Riau di masa yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Riau  sudah mewacanakan untuk penyatuan Pulau Sumatera, melalui Meranti  sebagai jalur penghubung antara Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.  Skenario untuk mempersatukan pulau ini sangat penting. Ini berdasarkan  kondisi Meranti yang merupakan rangkaian pulau, dan satu-satunya jalan  adalah menyatukan pulau,. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya di Meranti dibutuhkan  pembangunan infrastruktur jembatan dengan total panjang 15.100 meter.  Dengan asumsi perlu lima jembatan penyeberangan. Di antaranya; jembatan  Sungai Rawa-Meng-kikip, panjang 5.500 meter; jembatan Kampung  Balak-Meranti Bunting, panjang 2.200 meter; jembatan Insit-Bantar,  panjang 3.500 meter; jembatan Ketapang-Pelantai, panjang 600 meter;  jembatan Ketamputih (Bengkalis)-Dakal, panjang 3.500 meter.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Selain  itu, interkoneksi pulau antara Riau dan Kepulauan Riau juga sudah ada.  Melalui Desa Tanjung Samak di Pulau Rangsang dengan Tanjungbalai  Karimun. Kawasan ini bisa dijadikan jalur lintas provinsi. Letak dua  kawasan ini dekat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Bahkan  jalur transportasi laut dua kawasan ini sudah lancar. Skenario untuk  membuka simpul Meranti akan memberikan dampak yang besar. Pasalnya,  Kepri, satu sisi sudah terbentuk sebagai daerah tujuan investasi.  Berbagai industri menjamur di Batam, Balai Karimun dan daerah daerah  hinterland lainnya di Kepri. Sedangkan Riau, merupakan daerah yang  sangat kaya akan material untuk berbagai kebutuhan industri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Tersedia  berbagai industri minyak dan gas (migas) dan energi fosil lain seperti  batu bara. Tidak hanya itu, material lain juga banyak, seperti minyak  nabati olahan sawit, kertas, dan hasil kebun lain, seperti kelapa, karet  dan lain lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Dibukanya  akses dua daerah ini, akan membuka simpul ekonomi baru yang kuat dan  terpadu. Investasi jangka panjang yang mungkin membuat daerah ini lebih  gemilang. Apalagi, Riau dan Kepulauan Riau sudah menjadi pusat  pertumbuhan ekonomi (growth pole) dan menjadi pusat daya tarik (pole of  attraction) untuk beragam kegiatan ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Posisi  penyatuan pulau-pulau di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk interkoneksi  menjadi simpul kunci. Memanfatkan peluang strategis potensi Kepulauan  Meranti sebagai daearah hinterlend, akan menunjang posisinya sebagai  daerah transito perdagangan. Mungkin ini juga alasan bupati pertama  Meranti, Irwan Nasir menasbihkan visi misi pembangunan Kabupaten Meranti  ke depan, untuk mewujudkan sebagai pusat niaga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Setidaknya  selama ini yang terjadi, jalur keluar-masuknya barang-barang  perdagangan dari Kepulauan dan penetrasi barang luar negeri, banyak yang  beredar di Meranti. Sebaliknya barang-barang yang masuk dari Sumatera  Barat, Medan dan lain-lain yang masuk ke Kepulauan Riau sebagian masuk  melalui Meranti. Kawasan ini secara alamiah sudah terbentuk sebagai  kawasan transito perdagangan dan secara strategis berada di hinterland  FTZ kawasan industri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Memang,  posisinya sebagai kabupaten yang berada di jalur lintas antar negara,  memiliki beragam sensitivitas. Satu sisi, untuk peredaran barang ilegal  memang sangat mungkin terjadi. Tapi sisi lain, keuntungan di jalur  strategis adalah mudahnya melakukan penetrasi penyebaran arus barang  dengan pasar yang terbuka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Dua  sisi yang ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia (SDM) di  kawasan itu. Untuk itu berbagai strategi yang harus dilakukan pemerintah  Kabupaten Kepulauan Meranti ke depan adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,  menyiapkan SDM yang berdaya saing, yang mempu memanfaatkan potensi  daerah dan mampu mengambil peluang untuk pemenuhan kebutuhan di kawasan  industri. Kedua, mensinergikan pelaku usaha tempatan, agar menjadi  enterprenuer yang lebih egaliter, mampu bersaing dengan produk luar  serta mampu melakukan penetrasi usaha untuk kebutuhan pasar luar negeri  dan daerah hinterland. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mampu mengeksplorasi Sumber  Daya Alam (SDA) dan potensi investasi di Kabupaten Meranti sebagai cara  untuk akselerasi membuka isolasi dan jarak antara dua kawasan  pertumbuhan ekonomi yakni Riau dan Kepulauan Riau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Keempat,  mampu mensinergikan peluang dan isu strategis posisi Kepulauan Meranti  agar menjadi bagian kepentingan pembangunan ekonomi untuk kawasan  Provinsi Riau, Kepulauan Riau dan kepentingan pembangunan ekonomi  nasional. Usaha yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan  Meranti memang tidak mudah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Meskipun  banyak potensi SDA yang belum tergarap, kondisi Kabupaten Meranti  memang butuh pembenahan. Informasi yang dihimpun Balitbang Riau, dari  data olahan tahun 2009, sekitar 26,56 persen infrastruktur jalan di  Meranti yang baik, 8,22 persen kondisinya sedang, 41,87 persen mengalami  kerusakan dan 23,35 persen mengalami rusak parah. Peta SDM, 41,78  persen tidak punya ijazah, 24,65 persen tamat SD, 14,22 persen tamat  SLTP, 15,84 persen tamat SLTA, 1,93 persen, tamat D1-D3, 0,76 persen S1  dan 0,83 persen S2 dan S3. Kondisi penduduk, dari 45.559 jumlah rumah  tangga, sekitar 15.876 atau sekitar 34,85 persen Rumah Tangga Miskin.  Dan dari 73 desa dan kelurahan, 59 desa atau 80,82 persen kategori Desa  Tertinggal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Peta  ini menggelitik kita, setidaknya selama ini, ketika isolasi pulau-pulau  di Meranti masih sulit. Posisi Kabupaten Kepulauan Meranti terkepung  dengan keterbelakangan. Salah satu cara strategis adalah, mengupayakan,  membuka jalur interkoneksi dan isolasi jalur darat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Ini  untuk mimpi Meranti, sebagai pulau jantan, daerah hinterland FTZ yang  strategis, dan memimpikan sebagai kawasan transito dagang yang riuh dan  ramai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Semoga.***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;&lt;i&gt;Suprapto, alumni Universitas Riau, asal Desa Bandul, Merbau, Kepulauan Meranti.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Saat ini aktif di Divisi Multimedia Riau Investment Corp (RIC). &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;ulisan ini sebelumnya dipublikasikan di Riau Pos, Kamis (23/9/2010).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;   &lt;span class="article_separator"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-8183970477754364954?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/8183970477754364954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/11/membaca-peluang-ekonomi-kabupaten.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8183970477754364954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8183970477754364954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/11/membaca-peluang-ekonomi-kabupaten.html' title='Membaca Peluang Ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TN6B-rT1QdI/AAAAAAAAAP8/SBEFKnQ80pA/s72-c/meranti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-4984951565707424575</id><published>2010-09-16T14:19:00.000+07:00</published><updated>2010-09-16T14:19:36.670+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singgah'/><title type='text'>Guci Cantik untuk Aksesori</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHEA09IDBI/AAAAAAAAAOo/sm2HKcp8-BA/s1600/DSC03912.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHEA09IDBI/AAAAAAAAAOo/sm2HKcp8-BA/s320/DSC03912.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Memburu aneka ragam bentuk keramik di Pekanbaru bisa dibilang sangat mudah. Di Pasar Bawah Pekanbaru, beragam bentuk keramik, umumnya dalam bentuk guci ditemui disini, hampir setiap toko menyediakan guci, inilah kekhasan pasar yang juga pasar tua di kota itu.&lt;br /&gt;Bukan rahasia lagi, guci merupakan aksesori interior rumah yang sudah dikenal sejah berabad-abad yang lalu, sampai sekarang, guci-guci keramik masih saja diburu. Mungkin saja, bentuknya yang elegan membuat  guci sangat digandrungi. Apalagi, guci, menyimpan cerita histori yang bernilai, makanya, peninggalan guci yang umurnya uzur, harganya makin melangit. Daerah asal pengrajin guci, yang tersohor adalah dari China. Di negara itu, guci dijadikan perangkat kebesaran untuk  kerajaan. Tapi, aksesori semacam itu bisa juga ditemui di Pekanbaru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk saja di Pasar Bawah Pekanbaru, kita bakal disuguhkan dengan pemandangan berderet guci guci cantik berjejer. Ada beragam bentuk dan  motif, dengan paduan warna warna yang unik, misalnya biru, coklat dan kuning dengan paduan warna yang disepadankan. Inilah yang menjadikan daya pikat untuk pengunjung yang datang. Aneka keramik ini, umumnya impor. Didatangkan dari China, Malaysia, Singapura, India, Turki dan Timur Tengah. ”Kalau guci umumnya didatangkan dari China, Barang-barang ini masuk melalui Singapura dan Batam, Kalau kita, ngambil-nya dari penyalur yang ada disini,” kata Herman, salah satu pedagang guci di Pasar Bawah Pekanbaru.&lt;br /&gt;Motifnya yang tersedia juga beragam, dengan berbagai bentuk dan ukuran. “Ada yang kecil, menengah, dan ada yang besar. Kita juga menyediakan per set, satu setnya terdiri dari 3-4 guci,” katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHEuN55_AI/AAAAAAAAAOw/npIXMDNzI3E/s1600/DSC03922.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHEuN55_AI/AAAAAAAAAOw/npIXMDNzI3E/s320/DSC03922.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Guci-guci ini sangat cantik dijadikan aksesori interior rumah, bisa dipajang sesuai keinginan. Untuk interior ruang tamu, misalnya, ada guci-guci yang pas untuk di pajang di situ. Atau di ruang makan, kamar tidur dan ruang tengah untuk keluarga, guci guci ini bisa disesuaikan. Selain itu, jika punya hobi tertentu, beragam motif ini bisa dipajang ruang tertentu, untuk koleksi. Wajar saja, yang memburu koleksi guci ini bisa datang dari mana saja. Herman mengatakan, tak hanya dari warga Pekanbaru saja, tapi warga luar kota, dan luar propinsi banyak yang menyempatkan datang ke Pekanbaru, hanya untuk berburu guci. ”Banyak pengunjung yang mencari di sini datang dari daerah luar,” akunya.&lt;br /&gt;Kata Herman, kalau berburu guci, memang yang paling banyak di Pasar Bawah. Di tempat lain, tidak selengkap di pasar itu. “Kebanyakan memang disini pusatnya, karena dekat dengan penyalurnya. Kalau ada yang jual di luar, paling ngak seberapa,” terangnya. &lt;br /&gt;Pasar bawah, selain menyediakan aneka keramik guci, juga banyak menawarkan koleksi aksesoris menarik lainnya. Pasar ini memang dijadikan andalan sebagai pasar wisata oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Soal harga yang ditawarkan, bisa dibilang barang-barangnya relatif murah. Misalnya saja aneka ruci ini, untuk satu set guci,  yang terdiri dari 4 guci, dibandrol Rp 250 ribu. Sedangkan untuk Guci tunggal besar, harganya berkisar antara Rp 150-200 ribu. “Kalau yang paling besar harganya paling Rp 900 ribu,” ujarnya. Wah, tunggu apalagi, coba saja mulai untuk mengoleksi. (*) &lt;br /&gt;Es Beno (bangasbersorak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-4984951565707424575?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/4984951565707424575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/09/guci-cantik-untuk-aksesori.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4984951565707424575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4984951565707424575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/09/guci-cantik-untuk-aksesori.html' title='Guci Cantik untuk Aksesori'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHEA09IDBI/AAAAAAAAAOo/sm2HKcp8-BA/s72-c/DSC03912.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-4573620821591315876</id><published>2010-09-16T14:02:00.001+07:00</published><updated>2010-09-16T14:02:40.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Menelusuri Pakan Baroe Death Railway</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;Es Beno (Bangasbersorak)&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJG_fRI2W1I/AAAAAAAAAOI/5uG0Heoy_l8/s1600/DSC02476.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJG_fRI2W1I/AAAAAAAAAOI/5uG0Heoy_l8/s320/DSC02476.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mungkin banyak yang tidak tahu, ada situs besar jejak pembangunan rel kereta api di Riau. Jalur rel yang memanjang dari Pekanbaru (Dulu disebut Pakan Baroe) ke Muara Sijunjung, Sumatra Barat, ini dibangun saat penjajahan Jepang. Namun kini nyaris tak berbekas. Hanya menyisakan cerita nestapa yang mengharukan. Sehingga kerap disebut “Pakan Baroe Death Railway”.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seonggok monumen sederhana, peringatan matinya ribuan pekerja romusha berdiri di dekat pemakaman umum, Jalan Kaharuddin Nasution, Simpang Tiga, Pekanbaru. Monumen ini disebut Monumen Pahlawan Kerja, diresmikan pada 1978 oleh gubernur riau saat itu, HR Soebrantas. Tak jauh dari monumen, ada peninggalan lokomotif uap dengan nomor C 3322 berwarna hitam. Gerbongnya sudah tidak ada, relnya pun yang tersisa hanya pada penggalan sisa lokomotif saja.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Penggalan lokomotif ini, diletakkan di atas beton. Di bawahnya ada relief lukisan tentang kejamnya Jepang mempekerjakan romusha. Di atas penggalan lokomotif, ada monumen bertuliskan Pahlawan Kerja. Di antara hamparan kuburan, bercampur dengan kuburan massal yang tak bernama.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Monumen dan lokomotif ini punya cerita kuat. Lokomotif uap ini hanya sebagian peningggalan saja, rel keretanya nyaris tidak ada. Padahal dulu, daerah ini merupakan lintasan rel kereta api Pekanbaru-Muara Sijunjung.&amp;nbsp; Kereta api zaman penjajah Jepang itu sempat pula beroperasi. Pengerjaan jalur lintasan kereta api sepanjang 220 kilometer ini, pada April 1943 sampai 15 Agustus 1945. &lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Jalurnya dari Pekanbaru melewati Kampar Kiri, Lipat Kain, Kota Baru, Logas, Lubuk Ambacang sampai ke Muara Sijunjung, Sumatera Barat. Para romusha yang dipaksa mengerjakan proyek mercusuar ini, hanya menggunakan peralatan sederhana, lebih mengandalkan tenaga manusia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJG_ulUy4eI/AAAAAAAAAOQ/1DqkrfjJpvs/s1600/Hovinga+Pakanbaroe+Map+1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJG_ulUy4eI/AAAAAAAAAOQ/1DqkrfjJpvs/s200/Hovinga+Pakanbaroe+Map+1.jpg" width="163" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Meski di Riau sendiri nyaris tak berbekas, ternyata monumen serupa juga diabadikan di Inggris. Bertuliskan ”The Sumatera Rail Way” di National Memorial Arboretum in Staffordshire, dan didirikan Agustus 2001 lalu. Ini untuk mengenang ribuan tentara POW (Prisoner Of War) yang tewas sebagai tahanan. Diabadikan dengan menunjukkan peta pengerjaan kereta api sumatera yang mematikan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Diperkirakan, ada ribuan pekerja yang meninggal saat mengerjakan proyek kilat ini. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Mereka terdiri dari romusha yang dikirim dari Jawa dan daerah lain, ditambah ribuan tawanan perang berkebangsaan Inggris, Belanda, Amerika dan Selandia Baru. Mereka diletakkan di sepanjang&amp;nbsp; pengerjaan proyek pembangunan. Ada 16 kamp penampungan untuk para tawanan dan pekerja. Tersebar di beberapa titik, seperti Teratak Buluh, Lubuk Sakat, Sungai Pagar, Lipat Kain, Kota Baru, Tapoi, Petai Logas, Lubuk Ambacang, Sungai Kuantan, dan Muara. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHA3xzAJSI/AAAAAAAAAOg/opQFsLJ1osw/s1600/DSC02537.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHA3xzAJSI/AAAAAAAAAOg/opQFsLJ1osw/s200/DSC02537.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Tempat penampungan romusha yang dikenal dengan barak ini, konon hanya fasilitas seadanya untuk berteduh. Bahkan banyak kamp yang dibuat hanya beralaskan tanah, sehingga pada saat hujan tiba, kamp kamp tersebut berlumpur. Selain itu, persediaan makanan dan kesehatan untuk pekerja sangat tidak diperhatikan. Bahkan pekerja banyak yang hanya menggunakan pakaian sehelai. Beragam penyakit menghampiri, apalagi banyak pekerja yang kurus kelaparan dan meninggal di proyek jalur maut tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gambaran penderitaan ini sebagian terlukis di relief monumen, dibuat untuk mengenang kekejaman romusha Jepang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dirintis Belanda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pembangunan jalan kereta api ini sebenarnya sudah dirintis pemerintah Belanda, saat menjajah Indonesia. Karena medannya yang begitu sulit, proyek pembangunan itu urung dilaksanakan. Jepang kemudian mengetahui rencana tersebut, dan langsung merealisasikan saat menduduki Indonesia. Tapi, proyek ini digesa dengan cara yang ekstrim, mengerahkan ribuan pekerja paksa. Diperkirakan, saat mengerjakan proyek ini, setiap 1 kilometer menelan korban 1.295 jiwa. Bahkan diperkirakan total korban untuk mengerjakan proyek ini mencapai 285 ribu orang, termasuk korban dari para tawanan perang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHACsxGK8I/AAAAAAAAAOY/wAMlDL2MXvQ/s1600/Start+pic.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHACsxGK8I/AAAAAAAAAOY/wAMlDL2MXvQ/s320/Start+pic.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pembangunan rel kereta api ini bukan tanpa alasan, di tinjang dari potensi ekonomi, dua kawasan ini penting untuk dilengkapi infrastruktur, apalagi potensi dan letaknya yang strategis. Sumatera Barat kaya sebagai lumbung beras dan bahan bakar, sementara Riau kaya akan minyak bumi yang saat itu sudah mulai produksi. Di Riau terdapat dua pelabuhan besar yaitu pelabuhan Sungai Siak dan pelabuhan Dumai. Sungai Siak mampu dilayari kapal besar karena kedalamannya, sementara pelabuhan Dumai letaknya strategis bersepadan dengan Selat Malaka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Melacak Jejak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sekarang, situs sejarah yang dikenal dengan &lt;/span&gt;“Pakan Baroe Death Railway” &lt;span lang="SV"&gt;ini nyaris tak berbekas. Hanya menyisakan beberapa peninggalan, berupa rel, gerbong dan lokomotif. Selain di Simpang Tiga (Pekanbaru), gerbong kereta juga pernah di temui di Kecamatan Sail (Pekanbaru), bahkan sampai sekarang ada juga di Lipat Kain (Kampa) dan rel kereta di Muara Sijunjung (Sumbar). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bagi pecinta petualangan, ini bisa menjadi destinasi wisata yang menarik. Menelusuri jejak peninggalan masa lalu yang nyaris tak berbekas. Hal ini sebenarnya pernah dilakukan wisatawan-peneliti asal Selandia Baru, yang menelusuri jejak moyangnya yang pernah menjadi POW dan korban proyek tersebut. Peta jalur rel itu hingga kini masih ada, tinggal menelusurinya, ala Indiana Jones yang mencari harta karun. Ada yang tertantang? (*)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-4573620821591315876?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/4573620821591315876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/09/menelusuri-pakan-baroe-death-railway.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4573620821591315876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4573620821591315876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/09/menelusuri-pakan-baroe-death-railway.html' title='Menelusuri Pakan Baroe Death Railway'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJG_fRI2W1I/AAAAAAAAAOI/5uG0Heoy_l8/s72-c/DSC02476.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-1174436319180711360</id><published>2010-09-16T11:40:00.002+07:00</published><updated>2010-09-16T14:59:22.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='percikan pemikiran'/><title type='text'>Musyawarah HKTI dan Asa Petani</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJGfZZx-pEI/AAAAAAAAAOA/pfDhIR3-AeY/s1600/hand-turkey.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJGfZZx-pEI/AAAAAAAAAOA/pfDhIR3-AeY/s320/hand-turkey.jpg" width="262" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;MUSYAWARAH Nasional Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI) VII di Sanur Bali 12-15 Juli 2010 lalu jadi hajatan akbar yang penuh gegap gempita. Suksesi ormas berbasis petani ini terasa riuh, dan mungkin menjadi fenomena langka yang selama ini tidak terjadi. Beragam pandangan dan analisa pengamat melihat, fenomena ini, ada yang mengukur organisasi ini sarat dengan kepentingan politik dan hipotesa lainnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Di sini penulis tidak mau menafsirkan berbagai pandangan itu, termasuk melihat hasil Munas HKTI, yang memilih secara aklamasi incumbent, Prabowo Subiyanto, tokoh partai Gerinda, mengenyampingkan beberapa nama politikus yang berniat untuk mengampu organisasi ini, seperti Sutiyoso (mantan Gubernur DKI Jakarta), Titiek Soeharto (Wasekjen Golkar), Anton Apriantono (mantan Menteri Pertanian), Djafar Hafsah (Ketua DPP Demokrat) dan Oesman Sapta (Ketua Partai Pembangunan Daerah). Ditambah lagi, fenomena baru, yakni adanya wacana berdirinya HKTI tandingan, (publiklah yang layak menilai fenomena ini). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Terlepas dari hal tersebut, HKTI adalah ormas yang menyimpan asa besar terhadap kepentingan petani. Keberadaan kelembagaan berbasis masyarakat ini, adalah bagian penting untuk petani, setidaknya bisa menjadi forum untuk mengadvokasi petani melalui pewacanaan isu-isu strategis pertanian dan hal hal lain yang menyangkut program pemerintah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Pasalnya, selama ini, lembaga ini sudah membuktikan mampu menghimpun beragam kalangan, politisi, praktisi, akademisi dan petani itu sendiri. Wajar memang, keberadaan ormas petani ini, ketika menjadi pilihan seksi elit politik, apalagi, secara statistik, basis petani menjadi pertimbangan yang sangat menggoda. Jumlah petani di Indonesia sangat besar, mencapai 44,6 persen dari jumlah penduduk di Indonesia. &lt;br /&gt;Ketika ormas ini menjadi pilihan seksi, setidaknya, ini menjadi posisi strategis untuk memposisikan ormas ini menjadi wadah strategis memperjuangkan kepentingan isu pertanian. Meskipun beragam pandangan muncul, seperti kata peneliti, dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi, ia berpandangan, para politisi menunggangi petani tidak sepenuhnya berhasil. Pasalnya petani tak mudah disetir oleh kekuatan politik. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Misalnya Prabowo menjadi Ketua HKTI pada pemilu kemarin, tapi ternyata petani juga tidak memilih Ibu Mega dan Prabowo. Setidaknya, ini yang perlu kita pahami, meskipun elit berkepentingan, di akar rumput, masyarakat punya pandangan lain, petani juga seperti itu, masyarakat semakin cerdas untuk tidak dipolitisir. Jadi munculnya elit-elit terlibat dalam ormas petani ini, tidak perlu jadi perdebatan, yang penting adalah bagaimana mengawal agar peran ormas ini benar-benar dirasakan untuk petani. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kepentingan besarnya adalah, bagaimana memperjuangkan isu strategis pertanian menjadi bahasan dan masuk dalam studi pembangunan nasional. Pasalnya, selama ini, sejak Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi, isu strategis untuk pembangunan pertanian memang selalu menjadi agenda rencana kerja pemerintah, tapi realisasi pengembangan masih belum dirasakan optimal. Bahkan untuk urusan orang banyak, soal ketahanan pangan, masih terjadi perdebatan apakah masih mampu. Tidak sedikit bahan makanan pokok kita yang masih impor. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Padahal, berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk negeri ini setiap tahun, setidaknya sektor ini dituntut memegang peranan terdepan. Diproyeksikan, tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia untuk ke depan yang selalu meningkat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Badan Ketahanan Pangan Deptan memperkirakan, jumlah penduduk Indonesia tahun 2030 sebanyak 286 juta orang. Penduduk sebanyak itu mengkonsumsi beras 39,8 juta ton. Dengan kata lain, dalam waktu 214 tahun lagi, Indonesia memerlukan tambahan produksi beras sekitar 5 juta ton atau perlu tambahan lahan padi 3,63 juta hektare. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHN1GrnahI/AAAAAAAAAPo/8wMXyPkzHbY/s1600/padi2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHN1GrnahI/AAAAAAAAAPo/8wMXyPkzHbY/s320/padi2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sementara sisi lain, persoalan lahan pengembangan pertanian menjadi masalah dan carut-marut. Ditulis Wan Abbas Zakaria, akademisi dari Universitas Lampung, saat seminar nasional, “Dinamika Pertanian Nasional dan Perdesaan” melansir beragam permasalahan pertanian di Indonesia. Pertama, berlanjutnya konversi lahan dari pertanian ke non-pertanian, yakni 5,25 persen per tahun periode 1995-2005. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Lahan persawahan menyusut dari 8.464.678 hektare menjadi 7.696.161 hektare. Kedua, menurunnya kualitas kesuburan lahan akibat kerusakan lingkungan. Ketiga, perubahan iklim yang mengakibatkan fluktuasi dan penurunan produksi pertanian. Keempat, lambatnya penemuan dan pemanfaatan teknologi tepat guna. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kelima, rendahnya insentif finansial dalam menerapkan teknologi secara optimal. Keenam, penguasaan lahan yang sempit. Hasil penelitian Departemen Pertanian 2000 menunjukkan, 88 % rumah tangga petani hanya menguasai lahan persawahan hanya 0,5 hektare dan sulitnya akses terhadap lembaga kapital, informasi dan teknologi. Kondisi itu semua menyebabkan petani miskin, tidak berdaya dan tertinggal. &lt;br /&gt;Jadi, masukknya elit politik dalam ormas besar pertanian bisa dipandang dengan cara yang lebih relevan. Masukknya elit bisa dijadikan strategi untuk mem-pressure masalah dan problem sektor ini. Tapi, perlu pengawalan agar ormas ini tidak dipolitisir. Mengutip pandangan Bungaran Saragih, petani membutuhkan organisasi yang kuat untuk memperjuangkan kepentingan politik ekonominya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Organisasi petani harus memiliki pengaruh politik, tapi bukan partai politik. Meskipun, kebijakan yang dibuat pemerintah, erat kaitanya dengan interest dari kepentinganya. Pasalnya, kebijakan itu juga berarti politik, politik dalam pengertian campur tangan bisa jadi keputusan yang timbul dari pesanan dan interest grup, dipengaruhi sebuah kepentingan. Di sinilah pentingnya organisasi petani yang besar, rapi, dan tujuannya jelas untuk memperjuangkan kepentingan anggotanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Tidak mustahil, jika kepentingan dan harapan petanilah yang perlu menjadi starting point, di tengah-tengah serbuan para elit politik yang menyemplungkan diri dalam ormas ini. Keberadaan lembaga tani termasuk organisasi profesi dan kamasyarakatan yang kuat yang didukung dengan kekuatan bergaining yang kuat, memang sangat dibutuhkan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Misalnya, untuk memperjuangkan dan mengawal program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kepentingan petani, seperti bantuan kredit petani, subsidi benih, subsidi pupuk, program penyuluhan, proyek irigasi, dan lain-lain. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Bahkan untuk jadi bagian yang penting untuk menggesa advokasi kepentingan petani seperti untuk memperjuangkan berdirinya lembaga keuangan yang sesuai dengan skim tani, memperjuangkan realisasi program pemerintah untuk usaha pertanian, seperti Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE), kredit revitalisasi perkebunan, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program PKBL dari perusahaan BUMN, usaha penyelamatan tata ruang agraria, memperjuangkan privasi tani nasional dari persaingan usaha di sektor pertanian, terutama dari gempuran produk pertanian impor, memperjuangkan kemudahan dalam melakukan ekspansi pasar, dan banyak hal lain untuk pengembangan dan kemajuan sektor pertanian masa depan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Posisi HKTI Riau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sebelum Munas HKTI berlangsung, di Riau hal yang sangat menggembirakan HKTI Riau juga digandrungi oleh pemangku kebijakan di daerah. Bahkan pengurus HKTI Riau sudah menghimpun lebih dari 300 pengurus yang melibatkan pejabat, praktisi, akademisi dan petani itu sendiri. HKTI Riau yang diampu oleh asisten Pemprov Riau, Ramli Walid juga menyimpan harapan yang besar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Apalagi kepengurusan ini, melibatkan pengurus yang berlatar belakang pejabat yang mengampu di SKPD seperti Patrianov (Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau), Basriman (Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikulturan Riau), HT Dahril (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Riau), dan pejabat teras lainnya. Setidaknya organisasi massa ini sudah diampu oleh pengurus yang bersentuhan langsung memiliki kewajiban mengurus pertanian. Ditambah lagi, banyak akademisi yang terlibat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Tentu saja, harapanya ke depan, isu-isu strategis menyangkut kepentingan petani, bisa didengar. Sehingga petani langsung mendapat wadah untuk mengkomunikasikan berbagai persoalan yang terjadi padanya. Lembaga sudah ada, pembina dan pengurusnya sangat kompeten, yang menjadi pertanyaan adalah, mampukah petani berpartisipasi untuk berani menyampaikan persoalannya kepada lembaga ini? Bravo petani. (*)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Suprapto, (Es Beno) Pengelola Blog Bangasbersorak, Wakil Sekretaris Pemuda Tani Riau dan mantan pengurus Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia (HMPPI) Pusat. Saat ini aktif di Divisi Multimedia Riau Investment Corp (RIC) dan Redaktur Pelaksana Majalah SAWIT RIAU (Majalah Terbitan GAPKI RIAU bekerja sama dengan Divisi Multimedia RIC). Tulisan ini sebelumnya dipublikasikan di Riau Pos, Kamis (22/7/2010).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-1174436319180711360?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/1174436319180711360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/09/musyawarah-hkti-dan-asa-petani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/1174436319180711360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/1174436319180711360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/09/musyawarah-hkti-dan-asa-petani.html' title='Musyawarah HKTI dan Asa Petani'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJGfZZx-pEI/AAAAAAAAAOA/pfDhIR3-AeY/s72-c/hand-turkey.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-8893411516663781901</id><published>2010-02-23T15:55:00.001+07:00</published><updated>2010-02-23T15:56:36.900+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='percikan pemikiran'/><title type='text'>Klaster Industri Sawit Riau</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S4OXr49r83I/AAAAAAAAANo/MKsCESek0go/s1600-h/kebun2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S4OXr49r83I/AAAAAAAAANo/MKsCESek0go/s320/kebun2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pembangunan klaster sawit akhirnya diwujudkan pemerintah, setidaknya impian itu mulai dilakukan dengan di-launching empat kawasan klas-ter sawit di Indonesia pada tahun ini. Beruntung, dua kawasan yang ditunjuk pemerintah ada di Riau, yakni di Kuala Enok dan Dumai, sementara dua lainnya di Kalimantan Timur (Kaltim) dan di Sumatera Utara (Sumut). &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S4OXz2QcL1I/AAAAAAAAANw/P20F6mq5uDs/s1600-h/kebun+6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S4OXz2QcL1I/AAAAAAAAANw/P20F6mq5uDs/s320/kebun+6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Angin segar ini yang semestinya menjadi impian masyarakat Riau secara keseluruhan, karena bagaimanapun jika dua klaster ini terwujud, profit dan benefit yang diproyeksikan akan mengalir ke Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari diskusi yang diramu dalam coffe morning yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) Riau, Selasa (16/2) lalu, mungkin ada serpihan catatan-catatan yang semestinya kita sikapi, bukan berarti ini mengungkit-mengungkit persoalan, tapi mengajak semua stake holder sama-sama berpikir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, klaster yang kita inginkan hakikatnya bukan saja untuk pelaku industri tertentu saja, tapi juga untuk semua eleman masyarakat Riau. Klaster ini bukan hanya soal komoditas sawit yang saat ini sudah jadi ikon bagi Riau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Kebun Sawit Terbesar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Luas kebun sawit di Riau saat ini menjadi yang terbesar, total lahan sawit tahun 2009 mencapai 6,6 juta hektare, produksi CPO tahun lalu meningkat dari 21,8 juta ton pada tahun 2008 menjadi menjadi 23 juta ton. Sementara itu, produksi CPO dari Riau mencapai enam ton setiap tahun, atau setara dengan 26 persen produksi nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Pendapatan Domestik Bruto (PDRB) Riau, 2008 lalu, tercatat 5,62 triliun berasal dari sumbangan kelapa sawit. Kelapa sawit memberikan kontribusi 14 persen terhadap sumbangan nonmigas, padahal secara nasional sawit hanya memberikan kontribusi rata-rata 3,5 persen dari sumbangan nonmigas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semi hilirnya, di Riau, saat ini sudah terdapat 145 pabrik kelapa sawit (PKS). Distribusi kepemilikan kebun kelapa sawit rakyat di Provinsi Riau sebesar 50,51 persen, yang dimiliki oleh 356 ribu kepala keluarga (KK) lebih, lebih luas dari kepemilikan kebun kelapa sawit swasta dan BUMN. Sehingga fluktuasi harga jual CPO dunia dan per-kembangan industri sawit, mau tidak mau, seperti menjadi urat nadi perekonomian Riau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Riau ditunjuk sebagai kawasan pengembangan klaster sawit, mau tidak mau semua pihak bisa mengambil peran dalam mendukung terbentuknya klaster sawit yang ideal. Mengutip dari percikan diskusi, seperti yang dikatakan Peneliti Madya Senior Kantor Bank Indonesia (KBI) Pekanbaru, Yenita Lisna, idealnya sebuah konsep klaster terbentuk model diamon, jadi saat dijadikan konsep klaster, tidak hanya industri besar tertentu yang terdukung, tapi elemen lain juga sama-sama terbawa oleh gerbong misi penciptaan klaster itu. Misi ini yang sepertinya perlu kita sikapi, oleh semua elemen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, untuk mewujudkan klaster sawit, yang kita harapkan sesuai dengan kearifan lokal di Riau, masih menyisakan beragam pekerjaan rumah (PR) banyak pihak. Misalnya soal infrastruktur baik jalan dan listrik, sumberdaya manusia (SDM) baik pemerintah, masyarakat di Riau, sehingga ketika ini menjadi peluang, justru bisa menimbulkan konflik lainnya, misalnya kesenjangan dalam penerimaan tenaga kerja daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu terdapat juga masalah regulasi, terutama dunia usaha pelaku sawit untuk mendorong bergeraknya industri hilir kelapa sawit nasional. Pasalnya, selama ini, pengusaha masih terbiasa untuk melakukan ekspor Crude Palm Oil (CPO), di Riau saja, dari total produksi sawit, diperkirakan hanya 11 persen yang disumbangkan untuk kebutuhan industri hilir di lokal. Bagaimanapun, saat ini, pasar global masih begitu menggoda, untuk itu penerapan konsep Domestik market Obligation (DMO). Semua masalah itu, tidak cukup diselesaikan di atas meja pemerintah, banyak tangan dan harapan masih bergantung dengan semua stakeholder di Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, memang, saat ini, Pemprov Riau sudah merencanakan langkah aksi, muatanya antara lain: melakukan kajian pengembangan klaster industri hilir kelapa sawit, melakukan workshop pengembangan klaster industri hilir kelapa sawit, penetapan klaster industri berbasis pertanian dan oleochemical (kelapa sawit), penetapan tim program aksi daerah klaster, penyusunan master plan klaster industri hilir kelapa sawit nasional (feasibility study, DED, dan AMDAL), penetapan zona kawasan industri, pembentukan Badan Pengelola dan Badan Pengusahaan kawasan klaster industri hilir kelapa sawit, pembangunan dan pengembangan infarstuktur menuju kawasan industri hilir kelapa sawit, pembebasan dan land clearing lahan kawasan klaster, pembangunan infrastruktur dan fasilitas kawasan klaster, sosialisasi dan promosi kawasan klaster, operasional kawasan klaster, pengembangan lembaga pendidikan dibidang kelapa sawit, pengembangan lembaga pelatihan dibidang kelapa sawit serta pembangunan Pusat Riset dan Pengembangan (R&amp;amp;D Center) industri kelapa sawit. Strategi dan langkah aksi ini juga masih menyimpan ruang kekosongan, agar banyak pihak bisa terlibat untuk mengambil peran dalam mendukung langkah aksi penciptaan klaster ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, sekarang, setelah pemerintah pusat me-lounching pada 23 Januari 2010 lalu, seakan, gagap-gempita klaster ini hanya ditingkat pemerintah pusat saja, peran stakeholder di daerah (selain pemerintah) masih belum terasa, untuk sama sama menyikapi terwujudnya pengembangan klaster ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai diskusi, setidaknya, Pemprov Riau butuh masukan untuk mengintegrasikan pembangunan klaster ini, malah bukan saja dengan stake holder lain, antara pemerintah di daerah dan stakeholder juga masih sangat dibutuhkan sinergitas, terutama koordinasi. Kata, seorang teman di Facebook, koordinasi memang sebuah kata yang mudah diungkapkan, tapi sulit sekali diwujudkan, mungkin ini juga masih masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, saat ini semua pihak harus sama-sama menjadikan, katakanlah pembangunan klaster sawit ini yang masih menjadi tantangan, untuk dirubah menjadi peluang bersama. Semua pihak, tidak hanya sama persepsi dalam satu meja, tapi sama sama sinergis untuk bergerak bersama mewujudkan klaster sait ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya dalam tataran konsep dan perjuangan, setidaknya sudah semua searah satu persepsi, sehingga, ketika dimajukan untuk aksi, tidak lagi kita mendengar bias gesekan-gesekan yang tidak subtansial. Selain itu, peran swasta dan lembaga pendidikan juga sangat penting, bagaimana swasta juga mengkorelasikan investasinya untuk pengembangan ke hilir serta pihak akademisi dari kampus-kampus siap memberikan rekomendasi untuk pengembangan industri hilir kelapa sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan pekerjaan kecil dan sederhana, kita juga mengharapkan, jika industri ini berkembang, banyak memberikan multifplier effect terhadap pengembangan ekonomi Riau secara keseluruhan. Ini bukan tidak mungkin, pasalnya investasi pengembangn industri klaster sawit ini saja membutuhkan dana puluhan triliun, setidaknya proyeksi investasi yang direncanakan pemerintah sedikitnya mencapai Rp55 triliun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah itu terdiri dari Rp30-40 triliun untuk investasi pengembangan kawasan Kuala Enok. Untuk Dumai, diperlukan dana sebesar Rp15 triliun. Kebutuhan investasi untuk Dumai memang lebih sedikit ketimbang kebutuhan untuk klaster industri Kuala Enok. Pasalnya, klaster industri di Dumai sudah terhitung lebih siap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi itu diperlukan untuk percepatan pembangunan pembangkit listrik, infrastruktur dan pelabuhan di Dumai dan Kuala Enok itu akan diusahakan melalui skema public private partnership (PPP) yang disertai pemberian insentif bunga oleh pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga akan menggairahkan industri di Riau, misalnya di Dumai, besaran investasi di Kota Dumai yang kini telah memiliki 105 perusahaan, baik melalui penanaman modal asing (PMA) maupun modal dalam negeri (PMDN), telah mencapai Rp14,6 triliun. Jumlah tenaga kerja juga telah mencapai 14.104 tenaga kerja lokal dan 282 tenaga kerja asing. Sementara di kawasan industri Pelintung, Dumai, kini sudah terbangun sembilan proyek industri hilir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan yang sebagian besar menjadi wilayah operasional PT Wilmar Bioenergi Indonesia itu sudah terbangun industri pengolahan minyak goreng, pupuk, dan biodiesel. Sementara infrastruktur jalan pun sudah terbangun sebagian dari bandara hingga ke lokasi sentra kawasan industri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar skema PPP, untuk tahap awal 2010 ini, pemerintah akan mulai melakukan studi pengembangan industri hilir oleokimia dengan menyediakan anggaran Rp1,2 triliun. Rencana ini juga sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2009-2014. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, konsep industri hilir ini, merupakan jawaban dari mimpi Riau untuk menikmati potensi daerahnya sendiri, apalagi, selama ini kita selalu mengerutuk, kalau kucuran dana pusat selalu berkurang mengalir ke Riau. Setidaknya, jika klaster industri sawit ini terwujud, merupakan peluang kita untuk menghimpun kekayaan negeri ini.***&lt;br /&gt;Suprapto, mantan pengurus Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia (HMPPI).&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Tulisan ini dimuat di harian Riau Pos, Selasa, 23 Feb 2010)&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-8893411516663781901?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/8893411516663781901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/02/klaster-industri-sawit-riau-oleh.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8893411516663781901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8893411516663781901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/02/klaster-industri-sawit-riau-oleh.html' title='Klaster Industri Sawit Riau'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S4OXr49r83I/AAAAAAAAANo/MKsCESek0go/s72-c/kebun2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-4971243611835629878</id><published>2010-01-05T12:17:00.004+07:00</published><updated>2010-01-05T17:58:40.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>“PULAU RUPAT” Bak  Belakang Rumah Yang Terabaikan  (Perjalanan Menyusuri Moleknya Rupat)</title><content type='html'>(Es beno, bangas bersorak)&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S0LXBdwbYbI/AAAAAAAAAM4/pM3n_uHutLA/s1600-h/rpat2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S0LXBdwbYbI/AAAAAAAAAM4/pM3n_uHutLA/s320/rpat2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Satu lagi eksotik alam Indonesia yang begitu memukau, pasti bakal memikat wisatawan. Pulau Rupat, Pulau yang tersudut berhadapan dengan Selat Malaka memang selama ini kurang di kenal, tidak pernah terdengar riuh orang membicarakan Rupat. Padahal Pulau ini begitu indah. ”Sejak dulu lagi kalau orang ke sini mengatakan bahwa Rupat itu Indah. Sangat Indah, tapi kami sudah tidak peduli lagi, sebab sampai sekarang tidak ada yang dibuat untuk menjadikan Rupat sebagai daerah wisata,” kata Mat Jaman, salah seorang warga Desa Rhu, Tanjung Medang, Rupat Utara.&lt;br /&gt;Rupat berhadapan dengan Selat Malaka, sekarang, daerah ini diproyeksikan untuk menyatukan Riau dan Malaysia. Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Malaka pun sudah sepakat untuk membuat jembatan penyeberangan rool and roll (roro) Riau -Melaka, melalui daerah ini. Tapi sayangnya proyek ini sampai sekarang belum terealisasi, Riau mengklaim Pelabuhan Pord Dikson di Malaka yang tidak sesuai, sehingga feri kapal roro dijamin tidak bisa bersandar, sedangkan Malaysia juga punya alasan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S0LXPYc0C7I/AAAAAAAAANA/f3e_fs2oSMw/s1600-h/rpat6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S0LXPYc0C7I/AAAAAAAAANA/f3e_fs2oSMw/s320/rpat6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Yang jelas,  proyek menyatukan Riau- Melaka bakal lama lagi terwujud. Keseriusan Riau masih dipertanyakan. Sebab jika pun roro itu  bisa beroperasi, dipastikan akses berikutnya tak jelas. Soalnya dari Tanjung Medang  ke Dumai sama sekali tak ada akses yang mendukung. Memang ada akses roro Dumai- Pulau Rupat. Tapi ini di bagian kecamatan Rupat Selatan. Untuk mengakses Rupat Selatan ke Tanjung Medang, Rupat Utara saja akses jalan sangat buruk. ”Jangankan mau menembus Rupat Utara ke Rupat Selatan, antar desa saja di Rupat itu sulit ditempuh,” kata kak Evie Syamsir, wartawan LKBN Antara pada ku.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S0LXZzST4rI/AAAAAAAAANI/vDdp3EsuXBw/s1600-h/rpat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S0LXZzST4rI/AAAAAAAAANI/vDdp3EsuXBw/s320/rpat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Memang hal tersebut seperti itu kondisinya, awalnya kami ingin menyusuri menggunakan mobil. Tapi ternyata tidak bisa, akhirnya memutuskan menggunakan speed boat yang langsung menuju ke Tanjung Medang. Pusat Kecataman Rupat Utara itu, yakni Tanjung Medang tidak begitu ramai. Jangan bayangkan disini lalu lalang wisatawan masuk, jangan bayangkan juga kotanya di penuhi pusat pusat belanja menarik. Atau jangan bayangkan anda akan langsung disuguhi gemerlap kota wisata. Kota ini sepi, satu dua ruko baru memang berdiri, tak ada lalu lalang kendaraan, hanya satu dua motor sedang menjemput koleganya yang baru saja turun dari speead boat. Dan yang kami tumpangi merupakan speead yang pertama kali dari Dumai, ada satu lagi speed yang datang pada pukul 15.00 WIB. Bahkan di pelabuhan ini satu satunya ada warung makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S0LXjoeOr1I/AAAAAAAAANQ/YcJ-dCWPxyM/s1600-h/rpat3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S0LXjoeOr1I/AAAAAAAAANQ/YcJ-dCWPxyM/s320/rpat3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tapi akhirnya kejenuhan tentang kesepian itu terobatati. Setelah menuju je Desa Tanjung Rhu, Tanjung Medang, Rupat Utara, mata kami benar benar terpukau dengan eksotiknya Pulau Rupat. Pantainya begitu bersih, panjang memutih, seluas mata memandang. Aku bersama teman temanku berjingkrak-jingkrak girang menikmati indahnya Rupat. Sepengetahuan aku, jika dibandingkan Pantai Cermin, Sumut dan Pantai Padang, dan Pantai Kalangan di Sibolga, tempat-tempat ternama itu tidak ada apa-apanya. Sepajang 30 KM dan mungkin lebih semuanya pantai. Pantai yang begitu indah....Rupat sebenarnya surga bagi wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S0LXtVXI7mI/AAAAAAAAANY/XI_H7-DyOWI/s1600-h/rpat5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S0LXtVXI7mI/AAAAAAAAANY/XI_H7-DyOWI/s320/rpat5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;”Sebelumnya presiden Soeharto pernah mau menghubungkan Malaka dan Indonesia, waktu itu kite orang kampung dah dengar kalau Rupat akan dijadikan tempat wisata. Kami bukan senag dengar kabar itum, tapi sampai sekarag kampung kami macam ini aje. Rupat ini bagai belakang rupat yang selalu diabaikan,” kata Mat Jaman mengadu.&lt;br /&gt;Belakang rumah, tentu konotasinya sangat mendalam, sebuah kampung yang indah, tapi sebab berada tersuruk, menyebabkan selalu diabaikan, sehingga potensi yang begitu indah tidak pernah dilihat oleh orang lain. &lt;br /&gt;Uniknya lagi, sebelum merapat ke Tanjung Medang, ada beberapa pulau yang mengapung di Selat menuju Rupat Utara itu. Ada tiga pulau besar yang seakan akan mengapung, dari kejauhan tampak daratan pulau diselimuti pasir memutih. Sanngat indah, meskipun tiga pulau itu tidak ada yang menghuninya. ”Name pulau itu ada yang bernama pulau Babi, Pulau Beruk dan Pulau Beting Acheh, sampai sekarang tak ade penghuninye,” kate Maryamah, penduduk Rupat Utara, juge seorang guru tempatan saat dalam speedboat bercerite.&lt;br /&gt;Rupat-rupat..”Molek Nian Dikau” tak bisa kusebut dengan kata-kata. Tapi kali ini kusampaikan juga beberapa foto istemawa Rupat, hasil ekpedisi beserta teman teman. Ape sebab kami katakan ekspedisi, sebab dari Rupat Utara menuju daerah Rupat Selatan di Pangkalan Nyirih, kami menyusuri dengan menggunakan jalan darat. Tentu saja dengan kendaraan bermotor, walau kami juga harus menyeberang dengan menggunakan pompong melalui sungai yakni di antara Desa Kadur ke Desa Makruh. Memang jaraknya tidak begitu jauh, tapi tentu akses ini susah, harus melewati Sungai ”Dayung”, mungkin nama  sungai ini salah juge, pasalnya bapak yang menyebutkan ini agak tak faseh, kalau menurut aku warga ini tempatan tapi merupakan peranakan Cina.&lt;br /&gt;Di sebelah Rupat Selatan, terutama di Desa Pangkalan Nyirih, tepatnya di Desa Lohong terdaoat juga pantai putih yang indah. Pantai indah ini juga ada di Desa Cingam dan Desa Makro. ”Pantainya lebih indah, kalau didepan sana langsung nampak Malaysia,” kata Mizan, anak anak tematanyang menemani kami dalam perjalanan.&lt;br /&gt;Keunikan pantai ini pada panoramanya, pas kami datang ada beberapa kapal besar yang sedang berlabuh, tapi persisnya di tengah tengah selat, di pantainya pula air sedang naik pasang, gelombang laut sedikit kuat, tapi keindahan terasa tidak pudar, disekeliling pantai, ribuan pohon cemara tumbuh, pohon pohon ini tumbuh secara lamai. Rupat menjadi semakin molek...kalau aku ounya usul,,,ketimbang ke Bali, pergilah ke Rupat, pilihan ini tak akan membuat Anda kecewa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-4971243611835629878?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/4971243611835629878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/01/pulau-rupat-bak-belakang-rumah-yang.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4971243611835629878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4971243611835629878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2010/01/pulau-rupat-bak-belakang-rumah-yang.html' title='“PULAU RUPAT” Bak  Belakang Rumah Yang Terabaikan  (Perjalanan Menyusuri Moleknya Rupat)'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/S0LXBdwbYbI/AAAAAAAAAM4/pM3n_uHutLA/s72-c/rpat2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-8133489319205057305</id><published>2009-11-29T17:40:00.004+07:00</published><updated>2009-11-29T19:38:58.233+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Bandul'/><title type='text'>Yang Terasing, Yang Terlupa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Es beno (bangas bersorak)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SxJN9kHQCkI/AAAAAAAAALo/xkzqB9wA8eY/s1600/suku-asli-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SxJN9kHQCkI/AAAAAAAAALo/xkzqB9wA8eY/s320/suku-asli-3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;(Foto saat membawa bantuan ke suku Asli di Desa Selat Akar, melintas sungai, tapi tetap tersemyum..daku yang jadi tukang foto saja bro..hehe)&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Menyusuri pesisir Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hilir (Inhil) sering kita temukan hunian-hunian sederhana di tepi laut. Bentuknya tak istimewa, terkadang jauh pula dengan hunian-hunian yang lain. Rumah-rumah itu seakan menyendiri, menyepi  dari keramaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitulah kehidupan suku suku asli di daerah,&amp;nbsp; dan di Riau kebanyakan. Mereka menghuni pesisir-pesisir pulau, berkawan dengan tebing dan ombak. Serta bersahabat dengan dinginnya angin laut yang menusuk dan teriknya matahari jika memanas. Jika dilihat, mereka seakan hidup terbelakang, rumah rumah mereka hanya beratap daun rumbia dan berdinding kayu, tak ada ukiran-ukiuran.  Rumah yang cukup untuk bernaung, berteduh dari panas dan untuk melelapkan mata jika mengantuk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam rumah, semua peralatan untuk memburu sangat cukup, seperti jala, pancing, jerat, parang dan alat alat buru lain. Hidup mereka sederhana, tapi selalu bergumul dengan ritual ritual mistik, cara untuk bersetubuh dengan alam, mereka animisme.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau di pesisir daerah Bengkalis dan Kepulauan Meranti, ada beberapa suku terkategori terasing seperti Suku Sakai, Suku Laut, Suku Akit, Suku Bonai, Suku Hutan. Keberadaan Suku Sakai berada banyak di daerah Mandau, sejak daerah ini sering dieksplorasi minyak dan gas, advokasi kehidupan suku terasing Sakai mulai mendapat perhatian serius. Mereka tidak lagi menjadi bagian yang terasing, sejak rumah rumah mereka dijarah dijadikan kawasan kawasan pertambangan minyak. Selalu mendapat bimbingan sehingga pola hidup mereka pun mulai berubah mengikut kultur modern. Anak anak Suku Sakai sudah banyak yang bersekolah, bahkan kehidupan mereka sudah terlihat sejahtera. Tapi masih  tak lah semuanya, masih banyak kami temukan suku Sakai yang berada di pinggir pinggir hutan, menusup dalam rimba yang terasing. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau suku akit, di Bengkalis juga cukup banyak. Mereka menetap di tepi tepi laut. Kehidupan mereka mencari ikan, menakik karet dan menebang sagu. Kebanyakan mereka juga sudah mulai tersentuh peradaban masa kini, terutama bagi yang mau berkembang, mereka juga berintraksi dengan suku suku lain. Tapi kedupan mereka masih sangat tradisionil, mereka sering memelihara anjing, babi dan binatang-binatang ternak lain. Rumah mereka sederhana, berdaun rumbia dan dari kayu seadanya. Mereka percaya pada tahyul dan benda benda keramat seperti pohon besar dan tempat-tempat untuk persajian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SxJOQZUfa3I/AAAAAAAAALw/Gyq1DtTCmhI/s1600/suku-asli.6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SxJOQZUfa3I/AAAAAAAAALw/Gyq1DtTCmhI/s320/suku-asli.6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka&amp;nbsp; banyak yang tidak sekolah, terutama jika berada benar benar di tepi tepi laut yang jauh dari pemukiman. Hidup mereka hanya mencari ikan, kalau pun ada yang sekolah, kadang tak sampai selesai. Mereka banyak yang putus ditengah jalan, wajar itu terjadi, mereka tersisih dalam pergaulan. Sehingga mereka secara alami terseleksi oleh lingkungan itu sendiri, apalagi orang-orang  laut ini kadang tidak bersih, mereka selalu disebut Orang Sampan atau Orang Tambus (bau dan kotor). Sebutan diskriminatif ini sering muncul.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang unik dengan suku Akit ini, dalam sebuah tulisan jurnalistik kak Evie R Syamsir, kak Evie ini sekarang Kepala kantor Perwakilan ANTARA, kantor berita nasional di Pekanbaru. Beliau ini senior lah, tulisan featurnya banyak kita temui. Beliau ini pun yang pernah menyusuri ceruk ceruk kampung, bahkan ceruk ceruk hutan dan pedalaman. Dalam tulisan "Bedak Limau" Penonak Bala Ala Suku Asli ia paparkan. Suku Akit ini punya kebiasaan ritual tiap tanggal 15. Ritual itu disebut &lt;i&gt;bela&lt;/i&gt; (memelihara). Tiap tanggal 15 bulan. 15 bulan ini tentu menurut hitungan arab, sebab penanggalan Arab ditentukan dengan masa perputaran bulan mengelilingi bumi, mereka menggunakan penanggalan ini. Saat bulan ke 15 ini mereka melakukan ritual &lt;i&gt;bela&lt;/i&gt; ini dengan membedaki badan dengan bedak limau. Bedak limau ini dipercaya untuk menolak balak, pada waktu itu mereka pun tidak dibenarkan utuk bekerja. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SxJO6EiDW9I/AAAAAAAAAL4/PUAQWLVWURU/s1600/suku-asli-4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SxJO6EiDW9I/AAAAAAAAAL4/PUAQWLVWURU/s320/suku-asli-4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;(foto saat membagi bagikan bantuan....gembira juga melihat warga bersuka cita dengan pemberian yang sederhana ini)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang melakukan bedak limaiu itu laki-laki dan&amp;nbsp; perempuan,  besar atau kecil, mereka membawa bedak limau ke sumur keramat dan mandi di situ. Bedak yang mereka gunakan terbuat dari beras,  yang telah direndam beberapa hari yang kemudian ditumbuk jadi tepung, rasa bedak ini seperti bedak sejuk. Kemudian bedak ini ditambah limau, berupa irisan jeruk purut ataupun jeruk nipis yang dicampur air dari sumur keramat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya ritual semacam ini juga mentradisi di daerah lain, tapi waktunya berbeda, seperti di Kampar dan Pekanbaru, saat sehari memasuki bulan Ramdahan, yang istilahnya dengan subutan Mandi Beliamau. (Tradisi ini setiap tahun ramai, kalau waktu waktu Belimau, Jalan Pekanbaru_Kampar bisa macet total. Ini semacam wisata baru, tradisi yang dipakai pun sudah mengalami pergeseran).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buang sial ini, kata penduduk kampung, tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk keselamatan satu kampung. Biasanya sumur yang digunakan tidak sembarangan, sumur sumur tua ini pun selalu mereka keramatkan, jika waktu waktu tertentu, mereka memiliki hajat sesuatu, mereka pun memohon dengan sumur itu, mereka letakkan sesajian, membawa berbagai bentuk juadah seperti buah-buahan ataupun kue wajit dan apam yang ditempatkan di bawah pohon.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak hanya itu, suku yang disebut juga suku Asli ini juga mempunyai hari perayaan besar. Tiap tanggal 27 bulan Ramadhan, setahun sekali mereka melakukan kenduri arwah, mereka menyebut dengan malam tujuh likur atau malam ke-27. Jadi saat perayaan ini berlangsung, samalah dengan suku Melayu lain mereka memasang colok (lampu pelita) di setiap rumah mereka. Penerangan lampu colok itu  menghiasi kampung hingga malam takbiran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka percaya, saat malam ke-27 itu merupakan saat melaksanakan ritual memberi makan arwah. Setiap rumah penduduk pada malam di penghujung bulan tersebut menggelar kenduri dan halaman rumah mereka diterangi dengan colok. Mereka memasak makanan yang sedap pakai rempah. Semakin bau wangi masakan,  merupakan pertanda bahwa niat baik kami terhadap arwah nenek moyang direstui.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suku Asli di Bengkalis masih banyak, suku ini juga bermukim di daerah Pulau Padang, Dedap, Kudap, Bandul, Selat Akar dan daerah daerah pesisir Kepulauan Meranti. Saat Lebaran lalu kami sempatkan berkunjung salah satu pemukiman suku Asli di Desa Selat Akar, Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti,  bersama paman ku, Taslim Prawira serta Abdul Haris. Paman Taslim, memang aktivis sosial, ia sebagai perantara melakukan pendampingan di suku suku terasing. Yang selalu disana Abdul Haris, guru Bahasa Inggris. Dialah yang melakukan pendampingan. Pendampingan ini memang belum optimal, tapi langkah sederhana yang mereka lakukan sudah tepat, sehingga saat saat tertentu, jika terjadi sesuatu peran pendamping ini sangat dibutuhkan, meskipun apa yang dilakukan pendamping ini secara perlahan lahan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SxJPZIBrUEI/AAAAAAAAAMA/K6_WQUDIz6c/s1600/sukuasli5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SxJPZIBrUEI/AAAAAAAAAMA/K6_WQUDIz6c/s320/sukuasli5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (anak anak Asli,,mereka lugu dan polos)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Raya Idul Fitri kemarin, kami sempat menyalurkan bantuan kapada beberapa warga. Bantuan yang kami berikan berasal dari Rumah Zakat Indonesia (RZI), bantuan berupa baju baju layak pakai dan Alqur’an. Maklum orang orang suku Asli ini sebagain baru memeluk Islam. Jumlahnya ada puluhan. Kami disambut Kepala Desa Selat Akar, Kadi dan Imam Mushalla setempat,  dan warga tentunya. Menuju Desa ini tak terlalu jauh dari kampung, kami melintas Sungai, pakai sampan lalu menempuh setengah kilo perjalanan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat sampai, hatinya terhenyuh, sebab anak-anak suku Asli yang lain berkerumun menonton kami,  sementara bantuan yang kami berikan tidak begitu banyak, itu pun untuk suku Asli yang baru muslim, sementara mereka juga saya rasa sangat membutuhkan. Mereka datang dalam keadaan sangat lecun, seperti yang disebutkan tadi, (Maaf terlihat jorok dan berbau)...betul-betul rasa simpati menyentuh, kulitnya hitam, bertelanjang badan dan banyak yang berjalan tanpa alas kaki.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu, sedikit kabar menyenangkan dari Kepala Desa Selat Akar, Pak Amir. Ia menyebutkan sebentar lagi kampung ini dapat bantuan rumah untuk warga pra sejahtera. Sebagian ia janjikan untuk orang-orang suku terasing ini.  Aku pun tak merinci untuk siapa siapa saja rumah itu, tapi memang mestinya orang-orang suku terasing inilah yang harus dapat prioritas, apapun agama mereka saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh ya balik ke cerita suku suku terasing di Riau. Masih banyak kondisi suku suku terasing yang belum diperhatikan. Kalau di Inhil yang terkenal dengan suku Duano, mereka juga menetap di laut, rumah mereka berada diatas pantai, bersambung sambung dengan rumah yang lain. Tepatnya seperti kampung Nelayan. Orang Suku Duano terkenal dengan tradisi Menongkah, menongkah ini yakni cara menangkap kerang. Menangkap kerap dihamparan pantai yang penuh lumpur dengan alas kayu. Tangkapan kerang suku Duano terkenal. Bahkan pernah pulak saya sampai ke Guntung, daerah paling Selatan Inhil, kawasan yang memikat juga, disini banyak juga kerang dan ikan ikan tangkap dari laut, kalau kerang yang terenal, dengan kualitas kerang yang berisi ya kerang dari tangkapan Duano ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tempat lain,, suku Asli yang masih dilupakan adalah suku Talang, berada di ceruk ceruk hutan. Banyak ditemui di Indragiri Hulu (Inhu) berada diperbatasan Jambi yang menyusur di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT). &lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt; beberapa kali ekpedisi saya dibawa kesini. Suku Talang Mamak yang terkenal, dan suku suku Talang lain kabarnya juga ada. Mereka hidup seakan sudah bersetubuh dengan alam, mereka ini pun punya tradisi yang unik, misalkan dalam waktu waktu tertentu (maaf saya lupa nama ritualnya) semacam musim kawin, mereka membolehkan anak anak lajang mereka berkumpul sesama memilih pasanganya, setelah sesuai baru melakukan akad perkawinan. Ritual perkawinan juga mengunakan kadi dan saksi, mereka animisme kepercayaanya&amp;nbsp; bercampur campur. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja tak semuanya yang masih seperti ini, yang berada di daerah luar, yang sudah bersentuhan dengan suku suku lain. Kehidupan mereka berubah, mereka ada yang sekolah, tapi bagi yang jauh, tentu banyak yang belum menikmati pendidikan. Guru dan sekolah sekolah mereka masih sangat terbatas, tak semua guru yang mau mengajar di tempat tempat pedalaman. Berinteraksi dengan suku-suku langka yang penuh kesabaran, dan mungkin harus dilakukan dengan dedikasi yang utuh, sebab tak mungkin mereka bisa mendapatkan balasan materil yang cukup saat mengajarkan orang orang yang masih terasing ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Butuh kebijaksanaan yang dingin menjadikan mereka bagian kita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang mereka hidup dengan tradisinya sendiri, tak ada yang salah dengan kehidupan mereka. Bahkan tradisi dan ritual yang mereka lakukan lebih kuat dan mengakar ketimbang kita yang sudah dibimbing dengan berbagai pandangan hidup yang lebih modern. Mereka malah banyak yang menyikapi hidup dengan arif, membuat larangan-larangan tertentu karena memang ada kaitanya dengan sensifitas alam yang bisa menyebabkan kerusakan kerusaka. Naluri mereka tentang hidup dan selera alam sangat kuat, ia merasakan seakan alam bisa diajak bicara,&amp;nbsp; misalkan dari tanda-tanda alam itu sendiri, dari -bunyi bunyian burung, atau kayu sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cuman yang harus kita lakukan adalah membimbing mereka, dan tidak membiarkan mereka menjadi terasing disudut sudut pulau, atau dihimpitan hutan yang luasnya makin mengeciil. Mereka harus dibekali tulis baca untuk menghadapi persaingan dengan yang lain. Kita tidak menginginkan dan membiarkan mereka terbelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamdulillah, setiap tahun alokasi angaran untuk membangun suku terasing makin banyak. Cuman kalau muncul pertanyaan, apakah anggarann yang besar itu sudah sampai semua kepada mereka, ini yang harus sama sama kita waspadai. Jangan sampai pula karena mereka terbelakang, mereka hanya dijadikan bagian untuk ekspoitasi program saja, realisasinya nihil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun ini alokasi dana APBN untuk dekonsentrasi Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Riau meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2007 anggaran pemerintah mencapai Rp 2,7 miliar, 2008 mencapai 2,3 miliar dan 2009 ini naik menjadi Rp 2,8 miliar lebih. Anggaran tersebut akan dipergunakan untuk pemberdayaan KAT seperti sertifikasi lahan, pembangunan ramah, pembuatan sarana air bersih dan beberapa kegiatan pembangunan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemerintahan Riau Ramli Walid mengatakan, untuk mewujudkan pemberdayaan KAT ini, peran daerah sangat menentukan karena proporsi pengaturan KAT ini juga lebih besar. Ini sesuai kewenangan sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan PP No. 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dan Kota. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah pusat di sini hanya memberikan fasilitas dukungan anggaran untuk memberdayakan. Melalui program dekonsentrasi 2009," kata Ramli.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ramli menyebutkan, anggaran KAT untuk Riau ini merupakan anggaran yang terbesar dibandingkan dengan beberapa provinsi lain. Dana tersebut akan diperuntukkan bagi pembangunan di 68 Desa dan 31 Kecamatan di enam kabupaten di Riau yakni Bengkalis, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Rokan Hulu (Rohul), Pelalawan dan Siak. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Dana KAT ini untuk pemberdayaan suku pedalaman seperti suku Sakai di Bengkalis dan Siak. Suku Akitdi Bengkalis dan Pelalawan, suku Bonai di Rohul, Suku Talang Mamak di Inhu dan Suku Laut atau Duano berada di Inhil," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, tambahnya lagi, dana KAT yang cukup tinggi ini selayaknya terealisasi secara optimal. Sehingga kualitas hidup dan kesejahteraan masyakarat KAT saban tahun berubah menjadi meningkat. "Kita ingin meningkatkan taraf kesejahteraan sosial mereka dengan tetap memelihara sosial budaya, kearifan lokal dan mengatasi keterpencilan secara geografis. Misalnya dengan memberikan bantuan perumahan, jaminan hidup, peralatan kerja dan bantuan usaha. Biasanya bantuan ini kita berikan tiga tahap.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Sosial Riau Raja Lukman Mat juga mengatakan, jumlah populasi KAT di Riau masih banyak. Sehingga komunitas yang tersisa tersebut perlu diberdayakan dan ditingkatkan taraf hidupnya. Tahun 2009, dari sekitar 11.988 populasi KAT di Riau yang belum diberdayakan sebanyak 8.719 populasi. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di Kabupaten Bengkalis jumlah KAT mencapai 5.516 populasi yang belum diberdayakan sebanyak 3.891, di Indragiri Hulu (Inhu) jumlah KAT mencapai 3.165 dan yang belum diberdayakan sebanyak 2.465 orang, di Indragiri Hilir (Inhil) sebanyak 952 dan belum diberdayakan 471 populasi, di Rokan Hulu (Rohul) mencapai 1.916 populasi yang belum diberdayakan 1.549 populasi, di Pelalawan mencapai 324 populasi yang belum diberdayakan mencapai 247 populasi, dan Siak sebanyak 125 populasi yang akan diberdayakan tinggal 69 populasi. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Yang menjadi permasalahan saat ini masih rendahnya pemahaman aparat daerah tentang program KAT. Sehingga program pemberdayaan cendrung tidak sesui yang diharapkan. Selain itu SDM pendamping orang lokal sulit dicari karena umumnya warga KAT berpendidikan rendah," kata Lukman Mat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah didukung program pemerintah, tentu kita mengharapkan mereka mendapat perhatian serius. Kalau saja masih banyak penyelewengan program itu, itu merupakan tanggung jawab pemerintah dan tentu saja&amp;nbsp; anggota dewan yang terpilih, mereka bertugas untuk mengawasi program program itu..(*)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-8133489319205057305?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/8133489319205057305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/11/yang-terasing-yang-terlupa.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8133489319205057305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8133489319205057305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/11/yang-terasing-yang-terlupa.html' title='Yang Terasing, Yang Terlupa'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SxJN9kHQCkI/AAAAAAAAALo/xkzqB9wA8eY/s72-c/suku-asli-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-7694801936471631980</id><published>2009-11-19T12:30:00.005+07:00</published><updated>2009-11-22T06:51:24.605+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singgah'/><title type='text'>Tak kan Melayu “Membeku di Musium dan Ruang Arsip”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwTYvydySYI/AAAAAAAAAKY/C6u4nXykibI/s1600/Sagang+150+ok.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwTYvydySYI/AAAAAAAAAKY/C6u4nXykibI/s320/Sagang+150+ok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405683768263592322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Es beno (bangas bersorak)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Riuh randah suara seremoni anugerah budaya, helat anugerah sagang tahun ini, membahana di ruang persegi hotel ternama di Pekanbaru. Nun disekitarnya, jejak-jejak budaya  melepas dan terburai. Sedikit jejak itu terus digali, dicari tahu untuk penyokong jati diri.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal ini tanah Melayu, tanah yang pada zamanya menelurkan sebongkah emas penyemai persebatian, menjadi lingua frangka saat berdagang, bersapa dan bermasyarakat, menggelinding menjadi sumbangan bahasa nasional Indonesia. Semua tahu, bangsa ini menaruh hati untuk ikhlas menggunakan bahasa Melayu menjadi cikal bakal bahasa Indonesia. Bahasa yang tumbuh dan berkembang di bawah dera dan tempaan kultur Melayu yang besar dan hidup di tengah masyarakat Riau. Tapi Melayu dengan tamaddun dan kejayaannya itu tidak semuanya tercerabut dalam kubangan yang dalam, bahkan  masih dirasakan membeku dalam ruang-ruang kaku yang sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Persoalannya sekarang, warisan masa lalu yang inspiratif itu kini banyak yang membeku. Membeku di ruang-ruang arsip perpustakaan, museum dan tempat-tempat lain,”kata Ketua Dewan Pendiri Yayasan Sagang H Rida K Liamsi, menyampaikan kegusarannya,  saat memberikan anugerah sagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata itu mengguratkan risau yang menghantuk hantuk relung hati paling dalam, membongkah nasib negeri dengan budayanya yang mencangkung kesepian. Membawa diri untuk segera berubah menjadi pungguk yang membawa kedalam mimpi idaman, menasbihkan melayu menjadi tamaddun negeri yang lebih cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, selama 14 tahun perjalanan,  pemberian anugerah itu memberikan semangat bahwa budaya mampu berkukuh mengembangkan budaya. Di sini muncullah tekad untuk mencairkan kebekuan itu. Ini semacam pemakzulan, dari kata “sagang’ yang memiliki makna harfiah sebagai “penopang”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari asal kata, mungkin saja tak biasa mengetahui makna Sagang, kata ini merupakan Alkais yang sulit ditemukan dalam kamus Bahasa Indonesia. Mungkin juga agak langka dalam percakapan sehari-hari. Kata ini hanya dikenal masyarakat Melayu Riau di kawasan pesisir, dikenal para dengan nama sepotong kayu kecil yang digunakan penyangga bumbungan rumah di kawasan pantai. Kayu kecil itu dipasang melintang diagonal pada bentangan atap rumah. Gunanya untuk menjaga keseimbangan bila terjadi terpaan angin ribut. Masyarakat nelayan biasa menyebutnya sagang barat, karena kayu kecil itu sangat berjasa dalam meredam guncangan angin barat yang turun bagaikan ribut di kawasan pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perahu-perahu nelayan pun, kayu kecil ini dipakai sebagai penyangga atau penyokong yang dipasang diagonal pada bentangan layar, untuk menjaga bentangan layar agar senantiasa terbuka dalam menerima tiupan angin, agar perahu melaju dan tetap kencang. Filosofinya, sagang merupakan simbol dari semangat untuk menjadi penyangga yang mendorong dan menggerakkan kreativitas budaya Melayu. Sagang adalah simbol dari semangat yang tak kenal menyerah, semangat yang tak pernah gentar, betapa pun hebat tantangan yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini harapan itu muncul dan terus bergulir, mengharapkan ia tak hanya menopang dari deraan angin badai baik di rumah atau di laut, tapi menjadi kayu untuk menabuh bunyi-buyian, menyeruak dan ramai..harapan ini bisa dilakukan, bila ada  beragam tangan kreatif pula yang memanfaatkanya, menggunakannya dengan benar dan membuatnya menjadi benteng baru sebuah peradaban. (*) (ditulis dengan banyak menyadur informasi dari tulisan tentang sagang)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-7694801936471631980?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/7694801936471631980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/11/tak-kan-melayu-membeku-di-musium-dan.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/7694801936471631980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/7694801936471631980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/11/tak-kan-melayu-membeku-di-musium-dan.html' title='Tak kan Melayu “Membeku di Musium dan Ruang Arsip”'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwTYvydySYI/AAAAAAAAAKY/C6u4nXykibI/s72-c/Sagang+150+ok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-2309678993447190104</id><published>2009-11-15T16:18:00.014+07:00</published><updated>2009-11-22T06:43:01.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Bandul'/><title type='text'>Kampung Persinggahan itu Namanya Bandul</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/Sv_Lbd7IwJI/AAAAAAAAAJg/YdqFt9VyEho/s1600-h/bandul-ok-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/Sv_Lbd7IwJI/AAAAAAAAAJg/YdqFt9VyEho/s200/bandul-ok-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404261750617456786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(foto bawah: ini gambo pasar Bandul,,samping samping samelah dengan daerah lain rulet (rumah toko dan sarang walet..foto tengah: &lt;br /&gt;Es beno (bangas bersorak)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kampung Bandol, bukanlah kampong yang baru, kampung ini termasuk kampung lame. Konon sejak zaman kerajaan Siak, daerah ini sudah menjadi salah satu tempat persinggahan raja Siak Sri Indrapura. Di sinilah muncul sebutan nama Bandul, yang berawal dari sebutan nama sebuah pokok yang satu satunya di desa ini. Memang tak ada sejarah yang pasti, tapi hikayat ini ditasbihkan dalam beberapa tugas akhir skripsi anak-anak Bandul. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Boleh ditengok nukilan kisah ini di sekripsi Mizan Fathoni, Taslim Prawira dan Ali, Sag)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu, kampung ini ternyata menyimpan sejarah panjang dalam masa masa perjuangan. Memang kalau terlihat dalam letak kampung, posisi kampung sangat strategis, berada di ujung Pulau Padang serta persis behadapan dengan Pulau Bengkalis. Setelah membalah selat ini bertembung lah denga laut luas Malaka. Di sinilah sejak Dulu Bandul menjadi tempat lintasan perlayaran sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung ini pun terkenal menjadi persinggahan para pelaut baik dari wilayah timur maupun barat . Masa masa kejayaan kampung tarsito ini di rasakan sampai sekitar tahun 50-an sampai 70 an. Konon perahu - perahu bugis yang berlayar sering membawa bermacam - macam perabot seperti guci ,kendi dan pasu (tempat beras). Orang orang kampung sini makanya tak aing dengan bende-bende mewah produk luar. Bahkan kononnya kampung ini paling ramai masa masa itu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Tulisan ini dinukilkan dari tulisan salah satu anak Bandul, Taslim dalam Face book, Darul Huda Bandul Meranti). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah yang menguatkan Bandul sebagai kawasan strategis tampak pada masa penjajahan. Memang pusat penjajahan kala itu yang paling dekat adalah di Bengkalis, sebagai wilayah kerisedenan kawasan Sumatera Timur. Tapi kalau menilik hal ini, disepanjang daerah pesisir pulau Bengkalis dan Pulau Padang, satu satunya daerah yang dijadikan salah satu markas penjajah adalah Bandul. Di kampung ini dahulu ada markas Belanda yang disebut dengan bom. Tapi bangunannya sudah hancur, tapi masa tahun 60-an dibuat bangunan pegganti oleh pemerintah yang sampai sekarang bangunan-bangunan tua ini masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/Sv_MGYIVY3I/AAAAAAAAAJo/nuQZjI-ABUs/s1600-h/banadul-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/Sv_MGYIVY3I/AAAAAAAAAJo/nuQZjI-ABUs/s320/banadul-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404262487796573042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ini foto paman Taslim dan anak-anak dekat rumah bom..bangunan tue yang ku ceritekan tadi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat bentuk bangunannya sama arsitekturnya dengan bentuk bangunan Eropa. Ini dijadikan sebagai tempat penginapan dan juga rumah singgah bagi pelayan negara yang bertugas di daerah ini. Bahkan, Bandul sejak dulu sudah berdiri sekolah, yang terkenal dan alumninya mungkin sampai saat ini masih banyak. Yakni Sekolah Rakyat (SR) dan katanya Mulo yang setinggkat SLTP. Kedua dua sekolah ini sudah hancur, tapi masa masa tahun 90-an di Bandul sekolah ini masih ada. Tentu saja anak anak seumur aku  masih ingat bentuk sekolah ini macam apa. Sekolahnya besar, berbentuk panggung. Tapi terbuat dari papan. Sekolah ini waktu masa masa kami kecik dulu banyak misteri, maklum waktu itu umur sekolah juga sudah uzur. Kabarnya Jepang juga pernah mendarat di Desa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang, kawasan ini masih menjadi daerah transito yang strategis. Kapal kapal besar yang melintas menuju Dumai dan Bengkalis pasti melintasi tempat ini. Begitu juga sebaliknya yang menuju Selatpanjang dan Batam. Bahkan sekarang ini, sejak jalur darat mulai bagus, Bandul menjadi daerah transit dari Belitung Bengkalis atau sebaliknya. Apalagi sekarang sedang dilanjutkan pembangunan jembatan penghubung antara Bandul dan Selat Akar (daerah ini menjadi kunci untuk  penghubung antara Pulau Padang dan kecamatan Merbau, Belitung). Kalau jembatan ini jadi, dan jika pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti melanjutkan dengan pembuatan jembatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;roll-on roll of&lt;/span&gt; (Roro) Pulau Padang-Bengkalis. Maka tidak mustahil daerah ini akan maju pesat dan menjadi ikon baru untuk pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya Belitung sendiri sejak lama menjadi daerah eksplorasi Migas yang saat ini dikelola PT Medco Indonesia. Sedangkan daerah sekitarnya merupakan kawasan perkebunan rakyat yang luas, sampai ke desa Selat Akar, ratusan ribu kebun karet dan sagu, selain itu hutannya yang masih luas. Tak hanya itu Bandul, apalagi Selat Akar yang terkenal di Desa Kuala menjadi sentra perikanan tangkap. Kalau mau hanya sekedar mencari belacan atau udang kering (ebi) di daerah Kuala ini, kata orang kampung jangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rhisau&lt;/span&gt;, sebab barang tu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;beleak&lt;/span&gt; (eh salah cakap, bahasa Minang pulak terbawak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lah ada cetak biru atau kate orang blue print pembangunan  kawasan pesisir, saya rasa daerah ini potensial dikembangkan. Banyak potensi potensi yang melekat seperti hasil hutan, sagu, karet, ikan tangkap, sekarang ini yang muncul jadi bisnis menjanjikan juga walet. (Tapi yang terakhir ini beresiko, sebab jika kawasan ini padat, serta merta bukan tidak mungkin ketika walet ini ada terserang virus,  bisa dengan cepat menjadi punca penyakit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini potensi yang ada tidak menjadi ikon kuat untuk mendukung ekonomi. Ini terlihat dari kaca mata perkembangan bisnis dan usaha yang dijalankan. Kecuali Walet lah, yang berkembang begitu pesat, sampai sampai kampung ini ramai karena walet walet ini. Tapi untuk usaha masyarakat seperti sagu dan karet, hanya sekedar penopang hidup. Soale karet yang ada tidak dilakukan dengan sistem budidaya yang tepat. Pembibitan karet juga banyak yang dari sistem tradisional, sehingga meskipun luasnya banyak tapi hasilnya tidak maksimal. Kalau kita mau belajar dari provinsi tetangga, yakni Sumatera Utara (Sumut). Industri perkebunanya sudah sangat kuat, tapi ini sudah didukung sejak zaman kolonial. Bahkan di Medan sejak tahun 1800-an. Sudah ada pusat penelitian perkebunan, makanya Sumut menjadi daerah maju. Mungkin kalau balek kampung, masyarakat merasa tidak puas karena hanya bertumpu dengan kebun karet, alasanya karet tidak menjanjikan. Padahal, sejak menteri pertanian dijabat Anton Apriantono, ia merekomendasikan untuk merevitasasi perkebunan salah satunya karet karena memprediksi komoditas yang satu ini merupakan yang paling prospek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasanya sederhana, dengan kemajuan industri, kebutuhan karet juga semakin banyak. Memang karet ini berasal dari Brazil, tapi sampai saat ini pensuplai komoditas karet di Dunia terbesar dari Asia Tenggara (Asteng) , yakni Indonesia, Malaysia, Filiphina dan Thailand. Memang pula harga karet sangat fluktuatif dan sensisitif. Kalau Industri lumpuh, harga karet seperti kejadian sejak Juli 2008 lalu, harga karet pun jemblok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/Sv_OB0eVvtI/AAAAAAAAAJw/og1hr-TmaKI/s1600-h/bandul-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 241px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/Sv_OB0eVvtI/AAAAAAAAAJw/og1hr-TmaKI/s320/bandul-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404264608528973522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dan gambo atas: ini jembatan Bandul Selatakar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi komoditas ini  tetap dibutuhkan, sekarang saja harga karet terus beranjak naik. Bahkan di beberapa pabrik ternama di Riau, kalau di Riau ada empat parik ternama yakni PT PT Ricry Pekanbaru, PT P&amp;amp;P Bangkinang, PT Tirta Sari Surya dan PT Andalas Agrolestari harga bahan olahan karet (bokar) dah sampai Rp 19 ribu per kilo gram. Terbukti kan prediksi pak Anton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat tulisan ini... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Maaf sikit ye, kalau dah becakap memang panjang, mungkin ini agak melenceng dari kisah Bandul sebagai kawasan transito, tapi tak apelah bile lagi nak becakap puas macam ini, kalau tak disampaikan buah pikiran ini sakit kepale pulak)..&lt;/span&gt;..... Saya nak berpesan, sekarang ini kan kebun kebun karet di Bandul dan sekitarnya kan dah tue. Karena diprediksikan umurnye pun dah ratusan bahkan puluhan tahun. Kalau melihat refensi budidaya keret. Ini tak layak lagi untuk dilakukan, sebab lateknya tak maksimal, jadi banyak bekerja tapi hasilnya sikit (tentu ini kate orang sekarang yang disebut dengan kata tidak ekonomis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya kalau  nak merubah aset kebun karet menjadi menopang ekonomi yang kuat,  saya rasa sangat bisa dilakukan. PT Good Year, salah satu produsen pembuat ban ternama di dunia, berpusat di Inggris, tapi banyak kebunnya di Indonesia, salah satunya di Medan. Katanya... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(ini dari cerita-cerita kawan juga, waktu lama di Medan )&lt;/span&gt; bisa menggaji buruh lepas kebunya sampai jutaaan. Kalau analisa saya sangat bisa, asalkan ilmu budidayanya sangat tepat. Beberapa teori ada yang mengatakan, maksimal hasil penyadapan karet bisa sampai 1500 kg/ hakter. Alias 1,5 ton per haktere. Kalau di kampung, jangankan sampai 1000 kg, nak sampai 20 kg aje dah semaput. Ape pasal, sebab karet yang ditanam tak bisa menghasilkan maksimal. Ini karena banyak faktor selain umur juga kualitas bibit yang tidak jelas.&lt;br /&gt;Kalau mau dirubah dengan target saja bisa menghasilkan maksimal. Dengan strategi budidaya, perawatan sampai penangganan sangat panen (penyadapan) optimal. Hasil latek maksimal bisa mnecapai antara 500 kg- 2000 (2 ton kg). Dalam budidaya karet, maksimal kan umurnya sampai 30 tahun. Kalau saat perdana bisa umur sekitar 6 tahun sudah bisa diperkirakan menghasilkan latek sampai 500,  hasil optimal itu diperkirakan umur 12-18 tahun.  Kita kali kan saja, kalau minimal tiap hektare mampu produksi 500 kg, kali kan harga terendah kemaren tu sampai Rp 2000. Hasilnya bisa sampai Rp1 juta per hakter, sekali panen. Ingat masa panen bukan sebulan sekali. Optimal 3-4 hari sekali. Artinya setiap bulan 7-8 kali. Hasilnya sebulan bisa mencapoai Rp 8 juta per bulan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Mak mak.. ini mungkin same gaji manager aku dikantor lah..itu pun dah bertungkus lumus berkarir bertahun tahun, belum lagi masuk modal kuliah..itu lame dan makan pemikiran lah..aku rasekan sangat..).&lt;/span&gt; Kalau estimasi tadi kita rubah dengan kondisi optimal katakanlah bisa capai 1 ton per haktare, plus dengan asumsi harga karet saat ini sekitar Rp 19 ribu di pabrik maka penghasilannya bisa mencapai Rp 19 juta...sekali panen...&lt;br /&gt;Ini belum termasuk jika melakukan budidaya sagu secara maksimal. Baik budidaya maupun samai industri hilir. Sebab kebutuhan sagu ini bisa dijadikan pendukung industri makanan di Indonesia. Apalagi Indonesia terkenal sebagai pengimpor gandum tebesar. Kalau pati dari sagu ini dimaksimalkan sebagai subtitusi alternatif pengganti gandum dan dijadikan industri besar, saya rasa kemakmuran akan berpihak kepada masyarakat. Ini celoteh biasa, sebab riset-riset subtitusi tepung sagu untuk terigu begitu populer, patinya melimpah jauh lebih besar kapasitas produksinya dari gandum sebagai tanaman penghasil terigu. Cuman memang tidak bisa seratus persen, sebab gandum satu satunya tanaman yang memiliki glutein. Ini yang membuat tepung gandum disukai. Tapi kualitas tepung sagu sedikit hampir menyamai gandum. Belum lagi tanaman ini kaya juga dengan ethanol. Bahan kimia untuk makanan, kosmetik dan pembangkit energi. Jadi sangat sangat potensial. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(kami becakap sambil neking ni, geram!!! Sebab ngape sampai sekarang tak pulak dilirik same pemerintah...heran..).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Balek lagi ke cerita kampung tadi, kalau betul pemerintahnya cekatan. Saatnya membuat basis ekonomi yang kuat di Bandul. Dulu, waktu aku baru semester ...baru,, memang ade proyek reboisasi karet di Bandul..tapi dari bibit sampai pupuk lesap entah kemane..Hibah macam inilah buat kacau..kalau nak maju maunya maju bersama..tak akan ada yang korupsi, nyekik bukan hak..&lt;br /&gt;Ada banyak kawasan yang sudah sadar dengan merubah pola budidaya karet dengan sistem lebih modern. Salah satunya di Sulawesi Selatan..(Bisa dilihat di tulisan dengan alaman web. http://masbudihartono.wordpress.com) di salah satu tanggapan warganya di kecamatan Masuji Makmur ini. Berkat karet kehidupan ekonmi desa sudah berubah..katanya rumah riumah di kampungnya sudah berganti dengan rumah permanen,,kendaraan pribadi dan peralatan elektronik). Mestinya Bandul dan daerah sekitarnya di Meranti sangat bisa.&lt;br /&gt;Memang butuh dana investasi besar untuk buat kebun. Tapi kalau mau, sekarng ada program revitalisasi perkebunan. Jangankan Meranti, Riau saja, memang realisasi program ini kecil. Padahal skim kreditnya besar untuk karet Rp 36 juta/ haktare. Kalau pakai skim ini pemerintah memberikan stimulus yakni 50 persen ditanggung pemerintah. Jadi petani hanya mengembalikan kredit 50% saja. Misalkn kredit komersial sekatrang 12-13 persen, maka yang dibayar petani bearti 6-7 persen..(Ini dana murah lho). Tapi tergantung pemerintah daerah dan masyarakatnya juga..mau atau tidak (kata orang inikan pilihan. Tapi kalau konsisten untuk tidak maju, kan jadi PERTANYAAN BESAR).&lt;br /&gt;Jadi balek ke awal cerita tentang Bandul tadi, kampung ini memang punya banyak potensi..Tinggal bagaimana mengembangkan dan membuat perencanaan agar daerah transito ini memang benar benar maju. Perlu kerja keras dan niat baik...sehingga tak menjadi kampung yang makin terbelakang, tapi kampung maju yang beradap dan tentram..(amin)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-2309678993447190104?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/2309678993447190104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/11/kampung-persinggahan-itu-namanya-bandul.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/2309678993447190104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/2309678993447190104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/11/kampung-persinggahan-itu-namanya-bandul.html' title='Kampung Persinggahan itu Namanya Bandul'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/Sv_Lbd7IwJI/AAAAAAAAAJg/YdqFt9VyEho/s72-c/bandul-ok-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-2812129339442481956</id><published>2009-10-24T07:43:00.008+07:00</published><updated>2009-11-22T06:54:41.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singgah'/><title type='text'>Sepenggal Kisah Raja di Tanah Bentayan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SuJOo2fCtYI/AAAAAAAAAJY/DNfXC-7IzxQ/s1600-h/kerajaan-rokan-hilir.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 196px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SuJOo2fCtYI/AAAAAAAAAJY/DNfXC-7IzxQ/s200/kerajaan-rokan-hilir.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395961767270724994" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;foto diambil dari buku pendekar mursalim, karya sudarno mahyudin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(es beno,bangas bersorak) &lt;br /&gt;Kebetulan dua pekan lalu pergilah daku ke salah satu desa di Rokan Hilir (Rohil). Perjalanan yang menurutku sedikit menyiksa, sebab kami harus memburu waktu. Sepakatlah dari kantor (PT RIC) menggunakan kendaraan double cabin, Ford, untuk menembus delapan jam waktu tempuh perjalanan. Daku sama sekali tak merasa selesa, aku mabuk digasak jalan  yang berliku dan berbukit. Apalagi kondisi badan ku tidak fiks, rasa perutku diputar putar dengan alat sentrifuse, akhirnya .......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku ceritakan penggalan cerita yang menjadi khasanah daerah ini. Syahdan, dulu kabarnya daerah ini terdapat seorang raja berkuasa, tepatnya  di Bentayan. Kisah ini tertulis sebelum daerah ini manjadi daerah kekuasaan Siak. Ini dari Tambo bertuliskan arab melayu yang sampai kini diwariskan secara turun temurun. &lt;br /&gt;Tak jelas nama kerajaannya, tetapi nama sultan dan makamnya masih ada sampai sekarang. Kisahnya ini bermula dari Tengku Syarif Ali, pangeran kerajaan Samudra Pasai. Ia pergi meninggalkan kerajaan Pasai setelah kisruh dengan keluarga, tak jelas juga  motivnya. Lalu ia terdampar di desa bernama Pembatang. Kedatangan Syarif disambut baik warga tempatan. Termasuk Datuk Rantau Benuang—Datuk satu-satunya di Pembatang—ia langsung menawarkan agar Syarif Ali bermukim di daerah ini. Halima Putih salah satu putrinya kemudian ia nikahkan dengan Syarif Ali.&lt;br /&gt;Ini mungkin dugaan kuat ada kerajaan kecil, sebab Syarif Ali berasal dari keturunan raja. Tapi yang jelas sampai saat ini Syarif Ali tersohor dengan sebutan Datuk, ia diberi gelar Datuk Batu Hampar. Sebutan ini muncul karena dalam hikayatnya ketika sholat Ia sering mengunakan batu besar,  bekas perahu yang digunakan. Desa Pembatang yang menjadi tempat tinggalnya sekarang disebut pula dengan Bukit Datuk Batu Hampar.&lt;br /&gt;Kisah tentang Datuk Batu Hampar ini pun tak terkuak jelas, tambo peninggalan situs sejarah sudah banyak rusak. Tapi benda-benda peninggalan Datuk Batu Hampar masih bisa ditemukan. Seperti tongkat, pedono (tempayan), lelo (meriam kecil), dan keris. Ada beberapa benda warisan yang hilang seperti  baju besi, pedang, ikat pinggang emas dan gong. Kabarnya dulu sering diincar kolektor barang antik dari luar negeri. &lt;br /&gt;Sayang tak banyak ternukil dari kisah kerajaan ini, tapi tulisan ini hanya mengkabarkan khasanah negeri ini sangat kaya. Kita saja yang lupa dengan khasanah daerah sendiri dan selalu membiarkan ditelan zaman. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-2812129339442481956?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/2812129339442481956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/10/sepenggal-kisah-raja-di-tanah-bentayan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/2812129339442481956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/2812129339442481956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/10/sepenggal-kisah-raja-di-tanah-bentayan.html' title='Sepenggal Kisah Raja di Tanah Bentayan'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SuJOo2fCtYI/AAAAAAAAAJY/DNfXC-7IzxQ/s72-c/kerajaan-rokan-hilir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-7448878663509219952</id><published>2009-10-17T22:14:00.005+07:00</published><updated>2009-11-22T06:56:34.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>”Tak kan Patah” Istana Sayap Pelalawan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/StngaQn60LI/AAAAAAAAAJI/LG_vMQL0H_E/s1600-h/kerajaan-pelalawan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 101px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/StngaQn60LI/AAAAAAAAAJI/LG_vMQL0H_E/s200/kerajaan-pelalawan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393588770496499890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(esbeno,  Bangasbersorak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Yang serai ada rumpunnya&lt;br /&gt;Yang sungai ada guguknya&lt;br /&gt;Yang keris ada hulunya&lt;br /&gt;Yan tombak ada gagangnya&lt;br /&gt;Yang rumah ada tuannya&lt;br /&gt;Yang kampong ada penghulunya&lt;br /&gt;Yang negeri ada rajanya”(CATATAN Tennas Efendy)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ungkapan petuah Melayu diatas perlu dibuktikan, tapi untuk menelisik puing puing kerajaan di Riau memang agak sukar, sebab beberapa situs kerajaan tua sudah raib beserta peninggalan sejarahnya,  baik semacam situs atau riwayat kerajaan. Tinggalkan kisah kerajaan tersisa pada kepingan-kepingan, yang sedikit ini perlu ditelusuri kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga kisah Kerajaan Pelalawan, istana asli kerajaan sudah tidak ada, alhamdulillah pemerintah setempat (Pemda Pelalawan) merekontruksi kembali. Istana ini kembali ada, mengisyaratkan kemashuran kerajaan terdahulu tidak bisa terendam selamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istana kerajaan Pelalawan yang tersohor dalam sebuah tulisan disebut dengan nama Istana Sayap. Istana ini dalam hikayatnya ditasbihkan oleh Sultan Pelalawan ke 29, yakni Tengku Sentol Said Ali. Ketika memimpin, ia berazam memindahkan pusat kerajaan dari Sungai Rasau (Anak Sungai Kampar) ke muara ujung Pantai. Tapi sebelum istana selesai, ia terlebih dahulu meninggal, karena itu ia diberi gelar Marhum Mangkat di Balai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi niat mendirikan Istana Sayap tetap dilanjutkan Sultan Syarif Hasyim II. Ketika ia bertahta, ia menggubah istana yang belum selesai dengan dengan membangun dua sayap baik disamping kanan dan kiri istana sebagai balai. Maka sejak itu istana ini disebut dengan Istana Sayap. Pendirian istana ini menjadi filosofi dan mengakar di masyarakat setempat , saat mendirikan rumah,  secara adat mensyartakan ada bangunan induk dan bangunan anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Sultan Syarif Hasim II lah raja pertama Pelalawan yang bermastautin di Istana Sayap, jasanya ini membuat ia mendapat gelar Marhum Kampar II. Namanya disejajarkan dengan Sultan Kampar I yang merupakan Sultan Mahmud Syah I Sultan Malaka yang mangkat di Pakantua, Kampar. Sejak saat itu resmilah desa yang kini disebut Desa Pelalawan yang menjadi pusat kerajaan Pelalawan. Disinilah riwayat kerajaan Pelalawan sampai akhir,  dibawah kepimpinan Syarif Harun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Riwayat Kerajaan Pelalawan sangat panjang. Kerajaan ini juga tidak terlepas dari hikayat negeri negeri Melayu tersohor seperti Melaka, Temasek dan Siak Sriindrapura. Awalnya kerajaan Pelalawan  berdiri di Pekantua, kemudian pindah ke Sungai Tolam, lalu pindah di Sungai Rasau dan baru menetap di Pelalawan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat di Pakantua, kerajaan didirikan oleh Maharaja Indera. Beliau disebutkan sebagai bekas orang besar Kerajaan Temasik, serumpun Melayu yang pisah dari Johor dan menjadi negara Singapura.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu Kerajaan Temasik dikalahkan Majapahit, saat itu kerajaan Temasik dipimpin Permaisura (Prameswara ) ia mengundurkan diri  ketanah semenanjung  mendirikan kerajaan Malaka. Sedangkan Maharaja Indera  membangun kerajaan Pekantua di Sungai Pekantua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah kejaaan Melayu kembali pulih di Melaka, sebuah riwayat menceritakan Pakantua ini kemudian diserang Melaka, sehingga kekuasaan langsung diambil alih oleh Sultan Melaka. Pakantua  ditasbihkan menjadi Pekantua Kampar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah berselang puluhan tahun kemudian, kerajaan Malaka malah menuai masalah sebab diserang Portugis, sehingga posisi sultan mendapat ancaman. Pada saat yang kemelut itu, Sultan Mahmud Syah I dinobatkan menjadi Raja Pekantua Kampar. Ketia mangkat beliau diberi gelar Marhum Kampar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dalam perjalanan sejarah salah satu pewaris Kerajaan Pakantua kampar meninggakan kerajaan dan pindah menuju Tanah Semananjung untuk mendirikan Negeri Kuala Johor. Kala itu dibawah kepemimpinan Sultan Alauddin Riayat Syah II, ia pun disebut sebagai pendiri Kerajaan Johor. Tapi saat meninggalkan Pekantua, beliau menunjuk dan mengangkat Mangkubumi Pekantua yakni Tun Perkasa sebagai raja muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada sebuah persebatian beberapa kerajaan Melayu, demikian dengan kerajaan Pelalawan. Setelah berdiri kerajaan Johor terjadi kemelut antara dikerajaan dan ini juga memunca konflik berdirinya kerajaan kecik Siak Sriindrapura. Memang beragam fersi sejarah yang muncul, tapi para pencatat silsilah sepakat mengakui ada persebatian antara kerajaan Johor Siak dan Pelalawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi soal pertikaian antara beberapa kerajaan dibuktikan dengan silsilah kerajaan itu. Sejarah Pelawalan menukilkan terjadi penyerangan pula dari kerajaan Siaksriindrapura ke Pelalawan, perang saudara ini terjadi di benteng Mempusun, benteng dan bekas perperangan sampai saat ini masih ada,  sekarang menjadi musium. (Lain kesempatan akan kami tuliskan sedikit tentang Mempusun) ini, setelah Pelalawan takluk dibawah kerajaan Siak berubah pulalan penguasa kerajaan, dan pencatat sejarah menukilkan sejak pertempuran itu pimpinan Pelalawan langsung beralih ke silsilah Sultan Said Abdurrahman berketurunan Siak sampai masa habisnya kerajaan. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-7448878663509219952?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/7448878663509219952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/10/tak-kan-patah-istana-sayap-pelalawan.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/7448878663509219952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/7448878663509219952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/10/tak-kan-patah-istana-sayap-pelalawan.html' title='”Tak kan Patah” Istana Sayap Pelalawan'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/StngaQn60LI/AAAAAAAAAJI/LG_vMQL0H_E/s72-c/kerajaan-pelalawan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-9017757460507350139</id><published>2009-10-11T12:37:00.010+07:00</published><updated>2010-09-16T14:54:58.493+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singgah'/><title type='text'>Bersua Sudah dengan Blogger Bertuah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHNBI8zRjI/AAAAAAAAAPY/l1aeXhRIDGo/s1600/okkk.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHNBI8zRjI/AAAAAAAAAPY/l1aeXhRIDGo/s320/okkk.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/StF8XoFaVJI/AAAAAAAAAI4/gse7kDOG9Ys/s1600-h/oke.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;/a&gt;(Es beno, bangasbersorak)&lt;i&gt;Keunikan komunitas ini kebanyakan mengenal teman teman mereka dari karya dan eksistensinya di dunia maya. Karakter cerdik dan unik teman lain selalu dikenal.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan malam minggu (malming) di Pekanbaru, jalan jalan terasa sesak. Hilir mudik pengendara saling berseliweran, berkejar kejaran, pekikan pekikan suara pengendara sepeda motor hampir merata dijalanan. Saban malming kejadian seperti ini, begitu juga malam tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah huruk pikuk pengendara beragam jenis kendaraan itu, kendaraan kami meluncur ikut memecahkan riuhnya Pekanbaru. Sepanjang perjalanan tentu saja beragam pemandangan yang kami saksikan, maklum lintasan yang kami lalui dari Panam, kawasan yang menurut catatan,  jumlah hunian meledak, bahkan Pemerintah Kota Pekanbaru mengaku kawasan ini merupakan kawawasan tercepat pertumbuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak penyebab kawasan ini diincar banyak orang, kawasan ini dekat dengan dua kampus utama yakni Universitas Riau (Unri) serta Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim. Selain itu disini sudah dibuka jalur jalur lingkar yang akan menjadi tempat pertembungan dari berbagai kota terutama menuju terminal utama yakni bandaraya payung sekaki (Terminal bus ini merupakan termegah saat ini). Apalagi beberapa waktu lalu, investor asal Malaysia menggandeng ritel terbesar yakni Hero Indonesia merealisasikan membuka pusat perbelanjaaan yang tak jauh dari kampus yakni Giant Supermarket, kawasan ini semakin bertambah ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar saja Panam menjadi kota hidup di Pekanbaru, di tepi tepi jalan sudah ramai jualan makanan makanan pada malam hari. Tidak seperti 3-4 tahun yang lalu, semuanya berubah pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati Panam, yang paling fenomenal tentu sepanjang Jalan Arifin Ahmad dan Purna MTQ Pekanbaru yang kini berubah nama menjadi  Bandar Serai Pekanbaru tempat berdirinya musiam megah Idrus Tintin.  Sepanjang jalan ini terlihat berderet berbagai komunitas motor berjejer sepanjang jalan, tidak terkecuali pedagang jagung bakar dengan tamunya sepasang kekasih dengan gadis gadis cantik yang tampak seksi. Semua pemandangan itu kami lalui begitu saja, sampai tibalah kami ditempat salah tongkongan anak anak yang selalu eksis dikotak dunia maya, komunitas Bertuah, bloger Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHNPy_MZUI/AAAAAAAAAPg/gH5BExS8998/s1600/ok2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHNPy_MZUI/AAAAAAAAAPg/gH5BExS8998/s320/ok2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sampai ditongkrongan, menu yang disajikan berupa teh telur,  yang kini banyak dibicarakan dikomunitas blog luar, sejak Anthony Bianco mempopulerkan setelah berkunjung di Pekanbaru. Kami disambut &lt;a href="http://attayaya.blogspot.com/"&gt;Atayaya&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.menyanyah.com/"&gt;Sang Penyamun&lt;/a&gt;. Meski baru pertama bersua,  rasanya sudah bertemu lama. Wajar sebab  Attaya kan konsisten di dunia maya,  begitu juga dengan sang penyamun yang kini kata temen temen sedang ayiknya dengan hiburan baru yakni berpetualang di dunia game, warior, hehehe. Padahal itu wakil ketuanya komunitas Bertuah, men.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berbincang, serdadu yang lain berdatangaan, kepala puak Bertuah, &lt;a href="http://bangfiko.web.id/"&gt;Bang Fiko&lt;/a&gt;, serta prof dan ........ perbincangan makin sengit sebab aku (&lt;a href="http://bangasbersorak.blogspot.com/"&gt;bangasbersorak&lt;/a&gt;) datang dengan &lt;a href="http://nanlimo.blogspot.com/"&gt;NanLimo&lt;/a&gt; admin blog &lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/"&gt;Sungai Kuantan&lt;/a&gt; yang blognya bercerita tentang wisata riau itu membawa segudang informasi. Cuap cuap pertama soal ilmu SEO yang baru aku kenal sedikit sedikit, padahal  begitu penting didunia blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pembicaraan tak sebatas tentang satu hal, soalnya semua nyambung saja saat berbicara. Beragam yang mengalir baik tentang....maupun tentang ....sori sedikit pembicaraan boleh kan disensor untuk pembaca.hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pembicaraan umum tentang yang sering dijadikan kata kunci atau keyword para blogger tentu saja muncul, seperti kata kata Musyaarah Nasional (Munas) Golkar, mencari kerja, lowongan pegawai negeri sipil, lowongan pegawai negeri sipil di Meranti, datangnya Miyabi, Manohara, KPK, teroris, dan kata kata telanjang, bugil  yang digemari banyak pencari google dinegara kita serta keyword keyword lain yang muncul jadi cemoohan dan candaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapaun itu, aku senang sekali, bertemu dengan komunitas Bertuah ternyata juga banyak ilmunya. Dan ternyata pada care untuk berbagi sama baikknya saat didunia maya. Heheheh. Wajar saja si blogger ternama Antonio bisa betah beberapa hari di Pekanbaru serta sempat pula menyusuri beberapa situs menarik seperti candi muara takus yang terkenal itu setaleh berekenalan dengan komunitas Bertuah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan melebar sampai jelang  pesta bloger indonesia di Jakarta 24 Oktober nanti, dan munguntit informasi setelah pertemuan summit raja raja media termasuk Murdoch si pemilik Majalah Time di dunia yang ingin mendekati para jejaring sosial seperti twitter dan bloger sebab komunitas dan jaringan ini mampu berambah dan jauh menyangingi media terutama koran dan televisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek cerita,  malming yang kata orang sebagai malam yang panjang benar benar tak berlaku, pembicaraan diatas meja minum teh telur (karena hanya satu orang yang minum kopi) maka enggan sebutkan sebagai meja mimun kopi begitu cepat berlalu. Tanpa disadari pertemuan yang mulai jam 9.00 malam sampai duaan pagi dinihari. Dan tentu saja pembicaraan ini tak berakhir malam itu akan berlanjut lagi seru dan bertambah ramai diantara dunia maya yang melesat menembus batas batas dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(catatan setelah bersua, teh telur darat dengan komunitas Bertuah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-9017757460507350139?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/9017757460507350139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/10/bersua-sudah-dengan-blogger-bertuah.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/9017757460507350139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/9017757460507350139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/10/bersua-sudah-dengan-blogger-bertuah.html' title='Bersua Sudah dengan Blogger Bertuah'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHNBI8zRjI/AAAAAAAAAPY/l1aeXhRIDGo/s72-c/okkk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-2726771531509759089</id><published>2009-10-07T12:32:00.003+07:00</published><updated>2009-11-22T07:00:01.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singgah'/><title type='text'>antara Malaka dan Riau, dua persebatian yang bersatu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SswoVLevl8I/AAAAAAAAAIg/XTr3Rvs5twc/s1600-h/roro-dumai.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 122px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SswoVLevl8I/AAAAAAAAAIg/XTr3Rvs5twc/s200/roro-dumai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389727198379743170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Persebatian dunia Melayu diharakan menguat,  setelah Forum Indonesia Malaysia dan Thailand (IMT-GT) menyepakati mega proyek pembangunan roll-on roll-of Dumai Melaka.  Jika rencana ini direalisasikan Dumai Melaka yang jaraknya tidaklah jauh akan menjadi pintu mobilitas baru untuk pembangunan ekonomi dan wisata dua negara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega proyek ini sudah direncanakan beberapa tahun silam. Namun sepanjang perjalanan, penyelesaian roro ini terkatung katung karena dua negara ini punya prinsip aturan yang berbeda. Sehingga perlu diplomasi yang matang sehingga kerja sama untuk menyatukan persetubuhan dua rumpun ini tidak saling merugikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab Indonesia mungkin punya banyak pengalaman, disepanjang laut lepas perbatasan serta pintu pintu masuk dalam negeri sering dijadikan pintu ter-aman untuk melakukan berbagai tindakan kriminalisasi dalam perdagangan. Tentu saja akan merugikan negara, sebab barang impor yang melenggang masuk ke dalam negeri tidak memberikan sumbangan masukan pendapatan kepada negara. Sehingga pengusaha lokal juga kewalahan, sebab barang dagangan black market biasanya lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sisi lain kita juga menyadari, aparat kita masih sangat lemah untuk menolak dan menahan godaan manisnya duit. Sebab kalau barang dagangan luar masuk, ada kabar selentingan yang mengatakan mereka membayar semacam uang upeti. Tindakan moral bangsa kita juga yang seperti ini dan membuat praktek perdagangan terselubung makin gencar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia sendiri masih mempertimbangan berbagai hal terkait kerja sama untuk pengembangan dua rumpun ini. Kita tidak tahu apa masalahnya, tetapi sesekali dari pernyataan langsung para delegasi Malaysia yang berkunjung ke Riau masih tidak percaya dengan sistem tata negara kita yang selalu berubah ubah kebijakanya. Jadi investasi besar yang sudah ditanamkan dikhawatirkan akan merugikan, mungkin seperti itu sekelumit permasalahan mega proyek ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bolehlah kita ancungi jempol pada gubernur Riau HM Rusli Zainal, sebab dari komitmen yang kuat untuk membangun investasi di Riau ternyata membuat penyelesaian mega proyek ini tidak bisa dipandang sebelah mata dari negara tetangga. Apalagi beragam perangkat dan infrastruktur untuk perlengkapan proyek roro ini terus disiapkan. Bahkan aturan yang berbeda antara dua belah pihak disepakati untuk memberikan kepastian dua belah pihak. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kabarnya, Riau sudah matang hampir seratus persen, bahkan persedian kapal penyeberangan juga sudah disediakan. Awalnya memang sulit mencari pihak ketiga untuk menanamkan investasi pernyediaan kapal, beberapa kali proses pelelangan tidak ditanggapi. Sepertinya investor kesulitan untuk memenangkan persedian kapal yang berkapasita 1.000 GT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi gayung bersambut setelah pemerintah pusat ikut nyimbrung mengurusi mega proyek ini. Semuanya berjalan lancar setelah beberapa tata aturan diselaraskan dengan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor 58 tahun 2003 tentang mekanisme penetapan pelayaran dan formulasi tarif layar. Artinya, tidak sembarangan kapal saja yang bisa berlayar di Selat Malaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega proyek itu kini hampir saja rampung, bahkan dalam waktu dekat Gubernur Riau kembali menemui delegasi ketua Menteri Melaka untuk membincangkan mega proyek yang masih ada masalah itu. Salah satunya terkait persiapan pelabuhan di Malaka tepatnya di Kuala Linggi yang ternyata tidak sesuai dengan badan kapal yang sudah disiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya setelah kapal disiapkan kapal dipastikan tidak bisa merapat dipelabuhan karena pelabuhan roro di Melaka terlalu kecil. Pemerintah provinsi Riau mendesak agar muara pelabuhan diperdalam agar kapal bisa merapat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua harapan tidak hanya soal persetubuhan dua pelabuhan, tentu saja antara dua negara yang beberapa akhir ini tercabik cabik karena ulah dan sikap yang tidak menyenangkan. Semuanya masih menaruh harapan besar,  agar serumpun dinegara yang beda kadaulatan ini saling mendukung dan rukun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-2726771531509759089?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/2726771531509759089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/10/antara-malaka-dan-riau-dua-persebatian.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/2726771531509759089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/2726771531509759089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/10/antara-malaka-dan-riau-dua-persebatian.html' title='antara Malaka dan Riau, dua persebatian yang bersatu'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SswoVLevl8I/AAAAAAAAAIg/XTr3Rvs5twc/s72-c/roro-dumai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-6870587225745476243</id><published>2009-10-05T14:05:00.006+07:00</published><updated>2009-11-22T06:36:41.144+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singgah'/><title type='text'>Sang pewaris setitik dadih, makanan tradisional Kampar dan Sumbar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwhzxDFc9TI/AAAAAAAAAKo/ZqtSkSQugn0/s1600/ok+2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwhzxDFc9TI/AAAAAAAAAKo/ZqtSkSQugn0/s320/ok+2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406698639137240370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Es. beno (komunitas bangasbersorak)&lt;br /&gt;Salah satu bukti kearifan dari tradisi leluhur yang kita sadari bagian dari budaya dan tradisi biasanya sangat bermakna. Bersentuhan langsung dengan alam sehingga berguna dan tidak merusak. Salah satu peninggalan leluhur dan dekat dengan kita saat ini adalah dalam pembuatan dadih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Riau pembuatan dadih di kenal di Kabupaten Kampar, kabupaten ini tidak jauh dan bersebelahan dengan provinsi tetangga sumatera barat (sumbar). Wajar saja tradisi masyarakat setempat sedikit ada kesamaan dengan tradisi  sumbar. Meski ada juga bedanya dan menjadi  kontraversial sampai saat ini apakah dua daerah itu satu asal muasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontraversial itu muncul terutama soal situs kerajaan. Kalau kerajaan  di sumbar tentu sering kita dengar, salah satu situs yang masih ada yakni adanya istana pagaruyung. Kerajaan Pagaruyung punya nama besar, tapi kerajaan Kampar masih banyak penelusuran, salah satunya disebutkan kerajaan tua Kuntu Darussalam di Kamparkiri, Kampar  yang ditemui situs bersejarah dan masih dalam perdugaan kerajaan tertua. Belum lagi situs candi muara takus yang kabarnya juga umurnya sangat tua, mengindikasikan berbagai pertanyaan apakah Kampar berasal dari muara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya tidak mau berdebat dengan masalah itu, saat ini saya ingin mengenalkan makanan khas daerah yang sama di Kampar dan di Sumbar yakni dadih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin secara tradisional makanan ini sederhana saja, susu lembu kemudian dimasukan dalam bambu tertutup dan mengental menjadi dadih. Tradisi pembuatan dadih ini masih dilakukan sebagian masyarakat, jika di Riau, salah satu daerah yang masih memproduksi dadih yakni Desa Muara Jalai, Kampar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung ini tidak jauh keberadaanya dari pusat ibukota kabupaten kampar yakni Bengkinang. Kalau mau jalan pintas bisa melewati pasar air tiris. Kami pernah ke daerah itu dua kali baik dengan mengendari motor dan mobil. Jalan bisa ditempuh dengan mudah kalau menggunakan kendaraan. Meski kampungnya sedikit berada di pedalaman, kalau dari pasar air tiris bisa ditempu dengan  waktu sekitar  1 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Kampung muara jalai umumnya berkebun. Jika menelusuri jalan jalan utama kampung,  kita hanya menyaksikan pemandangan kebun karet dan sawit. Rumah rumah kampung sini   bisa dikatakan cantik-cantik. Kalau dikatakan tingkat kesejahteraan masyarakat sudah sangat lumayan. Kampung boleh dalam perkebunan,  tapi rumah tidak sederhana wak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/Swh34AJB1-I/AAAAAAAAAKw/m8YLb1XEE34/s1600/haha.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 157px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/Swh34AJB1-I/AAAAAAAAAKw/m8YLb1XEE34/s200/haha.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406703156652529634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampung inilah ada beberapa warga yang masih mengembangkan tradisi membuat dadi. Kami sebut mereka dengan nama sang penyelamat setitik dadih. Sebab pola masyarakat di sana, sudah tidak begitu perlu buka usaha seperti ini. Kebanyakan cukup berkebun, karena hasil berkebun tentu lumayan. Kalau membuat dadih, hanya sebagai sambilan. Tapi beberapa orang yang kami temui menyukai dan melanjutkan usaha itu semata mata untuk meneruskan tradisi dari nenek moyang.&lt;br /&gt;Salah satu perempuan yang membuat dadih itu Dusun Dua Padang Tarap, Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar itu salah satunya Masnah. Ia menyebutkan hanya tinggal sekitar 6 orang yang masih meneruskan membuat dadih. Menurut ceritanya, dulu dirinya diajari ibunya yang juga berprofesi sebagai pembuat Dadih.&lt;br /&gt;Saat kami temui,  keluarga ini bukan main senang menerima kami. Kami sempat disuguhi makanan enak, yakni kue jalai. Padahal kami baru sekali ke kampung itu. Itulah kampung, sering menawarkan keramahan, sehingga setiap orang sering kali rindu untuk balik kampung.&lt;br /&gt;Buk Masnah bercerita tentang pembuatan dadih, ia menguraikan dengan biasa biasa saja, karena saat membuat dadih bukan hal yang sulit. Sederhana saja susu dimasukkan dalam bambu yang disebut bambu tolang lalu dibiarkan. Jadikan susu itu mengental yang disebut dadih. Yang perlu dikuasai saat memerah susu kerbaiu agar keluar, kalau tekniknya dikuasai siapa saja bisa membuat dadih.&lt;br /&gt;Selain masnah kami berkunjung ke rumah Rohani, dia sering dipanggil dengan sebutan Ona. Kalau nak mencari ibuk ini, sepertinya tak susah. Masyarakat banyak yang mengenal, jadi sekali sebut bisa jadi penunjuk arah rumah ibu ini berada. Kami pun  merasa senang dengan ibuk ini. Orangnya ramah, suka bercerita dan tentu saja menghormati tamu. Saat kami datang, ia pun menawarkan makan serta kami pilih salah satu kesempatan untuk makan kelapa muda gratis.&lt;br /&gt;”ngegererrere” sudah makan kami bercerita. Apa yang dikatakan Masnah sama dengan ibu Ona. Mereka mempertahankan dadih karena memang makanan tradisional yang sering dipesan saat saat perayaan tertentu. Mau tak mau tradisi ini terus ia lakukan.&lt;br /&gt;Kenapa sejak di lead awal saya sebutkan tradisi seakan selalu bersetubuh dengan alam, dan tradisi biasanya penuh dengan kearifan? Makanan dadih misalnya, secara kekinian makanan ini sangat berguna. Kebetuhan aku mahasiswa teknologi hasil pertanian, pernah bersentuhan dengan informasi tentang dadih. Saat ini minuman dadih sudah ditemui khasiatnya untuk tubuh. Ternyata saat susu dikentalkan ada bakteri probiotik secara alami yang tumbuh. Dan bakteri ini kalau kita makan sangat berguna untuk tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwhxttwbfrI/AAAAAAAAAKg/6xA-8S0h6L0/s1600/ok.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwhxttwbfrI/AAAAAAAAAKg/6xA-8S0h6L0/s320/ok.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406696382849056434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tentang makanan dadih ini sudah populer dilakukan oleh LIPI bahkan beberepa profesor luar negeri seperti di Jepang dan Singapura juga pernah melakukan penelitian tentang dadih.  Di kalangan ilmuan tentang makanan probiotik, dadih juga semakin populer. Tapi nyatanya dikalangan masyarakat dan tempat muasal pengembangan dadih, nama makanan ini semakin senyap bahkan mungkin beberapa generasinya tidak mengenal lagi si dadih makanan fungsional warisan atuk atuk mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-6870587225745476243?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/6870587225745476243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/10/sang-pewaris-setitik-dadih-makanan.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/6870587225745476243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/6870587225745476243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/10/sang-pewaris-setitik-dadih-makanan.html' title='Sang pewaris setitik dadih, makanan tradisional Kampar dan Sumbar'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwhzxDFc9TI/AAAAAAAAAKo/ZqtSkSQugn0/s72-c/ok+2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-1467241999301588542</id><published>2009-10-04T10:02:00.004+07:00</published><updated>2009-11-22T07:04:08.671+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Pesan untuk Andalas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SsgRY8mkNvI/AAAAAAAAAHc/a5hWroDvdbM/s1600-h/bumi.jpgok.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 96px; height: 76px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SsgRY8mkNvI/AAAAAAAAAHc/a5hWroDvdbM/s200/bumi.jpgok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388576074431215346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Es beno (bangasbersorak)&lt;br /&gt;Kata kata tuhan baru saja mehentakkan keheningan&lt;br /&gt;Merdu disebalik bukit bukit tinggi&lt;br /&gt;Membawa sebuah pesan&lt;br /&gt;Diantara rintik rintik hujan&lt;br /&gt;Disebalik pasak Andalas&lt;br /&gt;Kau gegarkan pesan azimat itu&lt;br /&gt;Bercurah kabut dan kalut&lt;br /&gt;Membawa tangis yang menyeriangai&lt;br /&gt;Di lawan langit yang tak tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis menderu&lt;br /&gt;Jeritan jerian pasi dari bibir yang kelu&lt;br /&gt;Semua baru ingat padamu&lt;br /&gt;Sang pembuat pesan pada ukiran ukiran ukiran alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kata tuhan baru saja mehentakkan keheningan&lt;br /&gt;Merdu disebalik bukit bukit tinggi&lt;br /&gt;Membawa sebuah pesan&lt;br /&gt;Diantara rintik rintik hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap pada cahaya&lt;br /&gt;Berharap pada remang&lt;br /&gt;Berharap pada kesenangan&lt;br /&gt;Berharap pada diri&lt;br /&gt;Berharap pada itu&lt;br /&gt;Berharap pada ini&lt;br /&gt;Tak kuasa &lt;br /&gt;Hanya berharap padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekanbaru, 4 oktober 2009&lt;br /&gt;(puisi belasungkawa untuk saudaraku di sumbar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-1467241999301588542?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/1467241999301588542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/10/pesan-untuk-andalas.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/1467241999301588542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/1467241999301588542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/10/pesan-untuk-andalas.html' title='Pesan untuk Andalas'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SsgRY8mkNvI/AAAAAAAAAHc/a5hWroDvdbM/s72-c/bumi.jpgok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-5026149753002710688</id><published>2009-10-03T09:43:00.006+07:00</published><updated>2009-11-22T07:06:13.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Mengenal Motif Batik Riau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SseATzGUGiI/AAAAAAAAAHU/Y46w3Na37X0/s1600-h/ICE+pku1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SseATzGUGiI/AAAAAAAAAHU/Y46w3Na37X0/s200/ICE+pku1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388416556794649122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Es beno (komunitas bangas bersorak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengukuhan batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) merupakan apresiasi berharga untuk leluhur bangsa ini. Secara turun temurun itu khasanah batik berhasil berevolusi dan berkembang mengikuti perkembangan tren dan permintaan sesuai khasanah lokal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan untuk membuat kontraversi baru atau coba berani menyimpulkan ada modifikasi batik ke bentuk lain, apapun namanya itu corak batik memang diminati. Batik digunakan dari beragam kalangan dan golongan.&lt;br /&gt;Di Riau dikenal juga khasanah membatik. Hasil kerajinannya disebut dengan batik Riau. Batik Riau menggunakan motif lokal, tentu saja pengembangan ini membuat khasanah batik tanah air semakin beragam.&lt;br /&gt;Ada yang menyebutkan setiap batik dibedakan dengan sebuah  teknik atau cara untuk menghasilkan motif tertentu. Bila ditelusuri jejaknya, Batik Riau telah ada sejak zaman Kerajaan Daek Lingga. Corak batik Riau sama juga yang dimiliki beberapa negeri berkebudayaan Melayu seperti di  Malaysia dan Singapura.&lt;br /&gt;Motif yang ia bentuk sangat unik, motifnya berbetuk garis memanjang seperti tabir. Motif itu  selalu terdapat pada setiap helai batik buatan Riau. Sehingga batik Riau lebih dikenal dengan sebutan batik tabir.&lt;br /&gt;Ada teknis berbeda yang digunakan saat membatik jika dibandingkan dengan batik Jawa. Misalnya dalam teknik pewarnaan, pengrajin batik cenderung menggunakan teknik celup untuk mendapatkan warna. Sehingga untuk menghasilkan warna yang beragam mereka harus mencelup produknya beberapa kali. Sedangkan para pengrajin Batik Riau menggunakan teknik kuas atau lukis untuk mendapatkan warna yang pas.&lt;br /&gt;Sulaman motif batik Riau menggunakan motif sulaman tekat, teknik ini dirahgukan hampir men galami kepunahan. Sebab tradisi membatik di tanah Melayu sudah hampir hilang, jika ada pun workshop-worshop yang membuat batik, jumlahnya sangat terbatas. Harga kerajinan batik Riau lebih mahal harganya dibanding harga batik motiv biasanya.&lt;br /&gt;Di Pekanbaru beberapa tempat usaha batik menawarkan harga batik Riau berkisar antara Rp 500 ribu-Rp 600 ribu per lembar. Biasanya bahan -berasal dari kain sutra yang bermutu tinggi dan dibuat dengan menggunakan tangan.&lt;br /&gt;Usaha pengembangan batik Riau saat ini tidak banyak dilakukan oleh pengrajin di Riau. Memang pemerintah setempat sudah mempopulerkan dengan mewajibkan semua pegawai negeri sipil dan pegawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk memakai batik sebagai wujud untuk melestarikan Batik Riau.&lt;br /&gt;Pengembangan batik Riau masih butuh tangan tangan kreatif. Tapi sayangnya usaha ini belum begitu populer, meski usaha pengembangan batik secara ekonomis sangat menguntungkan. Seperti diakui Rita, sejak  Dekranasda Riau memberikan penyuluhan kepadanya. Ia berhasil mengembangkan batik tabir atau batik Riau  untuk dikomersilkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-5026149753002710688?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/5026149753002710688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/10/mengenal-motif-batik-riau.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5026149753002710688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5026149753002710688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/10/mengenal-motif-batik-riau.html' title='Mengenal Motif Batik Riau'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SseATzGUGiI/AAAAAAAAAHU/Y46w3Na37X0/s72-c/ICE+pku1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-1236284954339069160</id><published>2009-10-01T21:19:00.002+07:00</published><updated>2009-11-22T07:07:02.827+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Bandul'/><title type='text'>Misteri Lagenda Dedap Jasman (bangas bersorak)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/STM0rz7aI5I/AAAAAAAAAFg/qoBjEn9GdXg/s1600-h/dedap-2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 118px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/STM0rz7aI5I/AAAAAAAAAFg/qoBjEn9GdXg/s200/dedap-2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274617515859387282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mithos Mempelam Manis dan Masam yang terdapat di Kuala Sungai Dedap.&lt;br /&gt;Lagenda turun temurun yang dipercaya tentang Dedap masih berlaku hingga saat ini. Dedap memang merupakan gugusan pulau kecil. Jika kita berlayar melintasi selat Bengkalis, pulau ini akan terlihat jelas. Pulau ini tidak ada penghuninya, menurut lagenda pulau ini terbentuk karena sumpah seorang ibu terhadap anaknya. Sang anak bernama Si Tanggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/STM0JaFRIKI/AAAAAAAAAFY/UJ6hntAHQkI/s1600-h/dedap-1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 218px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/STM0JaFRIKI/AAAAAAAAAFY/UJ6hntAHQkI/s320/dedap-1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274616924805865634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Konon, kehidupan keluarga Tanggang sangat miskin, ibu dan ayahnya hidup dari mencari kayu bakar. Sesudah dewasa si Tanggang pergi merantau. Ibu Tanggang bernama Urai, seperginya Tanggang, ibu sangat berharap berjumpa kembali dengan anaknya. Saban hari ia berdo’a untuk dipertemukan dengan Tanggang. Setelah sekian lama merantau, si tanggang berhasil, namun karena telah kaya, si tanggang lupa pada orang tuanya. ”Bak kacang lupekan kulit”.&lt;br /&gt;Kemashuran Tanggang sampai dimana-mana. Pada suatu hari, Tanggang dengan kekayaanya melakukan pesiar keliling pulau. Tibalah sampai ke kampungnya. Di situ Ibunya berniat bertemu dengan Tanggang dan mencoba naik ke kapal untuk bersua langsung dengan Tanggang. Ketika ibunya hendak naik ke kapal, tanggang tak mengakuinya dan ibu tersebut di pukul oleh anak buah Tanggang. Karena rasa sakit hati, lalu ibunya mengeluarkan kata-kata kasar kepada si tanggang. “Kalau kau benar bukan anak aku, maka selamatlah engkau, dan kalau kamu benar anakku, maka musibahlah yang menimpamu” setelah mengucapkan itu, ibunya dan ayahnya lalu pergi meninggalkan kapal tersebut, menuju kuala sungai Dedap, namun ketika itu turunlah Topan dan badai, sehingga kapal si dedap karam.&lt;br /&gt;Karena rasa kasihan, ibunya hendak berbalik, tapi ayahnya sudah terlalu sakit hati, sehingga mereka berlawanan, ibunya ingin kembali ke Tanggang sedangkan ayahnya tidak lagi mau menengok sitanggang lagi. Ada versi yang mengatakan, karena perlawanan itulah, perahu ibu se tanggang karam dan kedua-duanya mati tenggelam. Dan ada pula versi lain yang mengatakan bahwa kedua orang tua tersebut meninggal setelah si tanggang jadi pulau. Konon katanyam, setelah kedua orang tua tersebut meninggal maka tumbuhlah Mempelam Manis dan Masam. Mempelam manis dan masam ini menggambarkan dua sikap orang tua Tanggang, yang baik dan buruk. Mempelam Manis adalah Sikap Ibunya si tanggang yang sudah memaafkan anaknya sedangkan masam adalah sikap ayahanda Tanggang yang murka pada anaknya.&lt;br /&gt;Menurut penuturan warga Dedap, Pak Dolah (72), cerita pulau Dedap yang masih dipercaya orang sampai saat ini terkait penghuninya, yang juga makhluk halus. Orang setempat menyebutnya dengan orang bunian. Konon, pula orang bunian ini banyak tinggal di kampung ini. Orang bunian ini tak tampak, tapi rumor-rumor yang terjadi membuat cerita tentang orang bunian ini sangat kuat. ”Dulu waktu banyak orang kampung ini bisa berbelanja kat Malaysia dan Singapure, mereka nyakap ada mesjid besar didirikan di Dedap, karena mereka pesan seng berkodi-kodi, tapi nyatanya kan tak ada bangunan besar disini, mungkin juga orang bunian yang pesan,” ujar warga kampung lain.&lt;br /&gt;Sejak zaman dulu, ketika kampung ini dibuka memang ada perjanjian warga dengan orang bunian. Kata Dolah, dulu kampung ini dibuka oleh tujuh orang pengikut kerajaan Siak. Karena saat itu pemerintahannya zalim tujuh orang ini pergi meninggalkan kerajaan dan pergi ke pulau Dedap. Ketujuh orang tersebut membawa keahlian masing-masing, ada alim ulama, bomo, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Suatu hari, setelah sampai di kuala sungai Dedap ini mereka pun membuat kampung disini. Saat membuka hutan terlihatlah oleh mereka batang yang berduri halus dan berdaun lebar yang banyak tumbuh di tempat tersebut. Pohon itu diberi nama pohon dedap, maka dari itulah kampung tersebut diberi nama Kampung Dedap.&lt;br /&gt;Salah satu dari tujuh penghuni baru kampung ini rupanya bisa melihat keberadaan orang bunian. Orang bunian tersebut menempati dua wilayah, wilayah darat dan laut. Ketika orang Banjar, datang ke kampung ini. Tujuh orang tersebut mewasiatkan menjaga orang bunian yang ada di kampung tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-1236284954339069160?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/1236284954339069160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/12/misteri-lagenda-dedap-jasman-bangas.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/1236284954339069160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/1236284954339069160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/12/misteri-lagenda-dedap-jasman-bangas.html' title='Misteri Lagenda Dedap Jasman (bangas bersorak)'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/STM0rz7aI5I/AAAAAAAAAFg/qoBjEn9GdXg/s72-c/dedap-2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-3857669341214806082</id><published>2009-10-01T21:18:00.005+07:00</published><updated>2009-11-22T07:08:45.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Datuk Sakti Penguasa Merbe</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSJUbCzXyKI/AAAAAAAAAEI/m8kr3OGuEFY/s1600-h/merbau-1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSJUbCzXyKI/AAAAAAAAAEI/m8kr3OGuEFY/s200/merbau-1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269867337562441890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;justify&gt;(Es. beno—tulisan ini dibuat atas informasi dan tulisan awal dari sahabat saya Jasman)&lt;br /&gt;Merbe atau Merbau dahulu merupakan daerah kebatinan. Banyak Datuk yang diberi kuasa ditempat ini. Salah satunya Datuk Saman. Makam Datuk Saman saat ini masih ada di Merbe. Makam ini diberikan identitas berbeda dari makam lain oleh Pemerintah setempat. Terletak di Desa Tanjung Bunga Kecamatan Merbau Kabupaten Bengkalis.&lt;/justify&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSJTYivJTRI/AAAAAAAAAEA/vwGlfOTNFlQ/s1600-h/merbau-2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 239px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSJTYivJTRI/AAAAAAAAAEA/vwGlfOTNFlQ/s320/merbau-2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269866195083414802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Datuk Saman atau OK Saman berkuasa atas titah Raja Siak Sri Inderapura. Datuk Kebatinan Merbau ini didaulat oleh Raja Siak pada tanggal 14 rabiul awal tahun 1304 silam. Penasbihan gelar kebatinan ini diperkuat dengan stempel dan materai kerajaan yang sampai sekarang bukti tersebut masih disimpan masyarakat. Surat asli penasbihan tersebut ditulis dalam secarik kertas, bertuliskan arab melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditasbihkan menjadi datuk Anak Tumu Suku Batin Merbe ini mendapat gelar Datuk Setia Indera. Menurut cerita masyarakat setempat Datuk Indera terkenal sakti dan sangat patuh kepada kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut lagenda. Suatu hari, datanglah utusan dari Kerajaan Siak Sri Indra Pura membawa kabar perintah Raja untuk menguji kebolehan para dukun yang ada di wilayah Kerajaan Siak. Sang sultan menguji dengan menjatuhkan cincin ke dasar Sungai Siak. Para dukun sakti ditigaskan untuk mencari kembali cincin yang terendam.&lt;br /&gt;Mendengar kabar tersebut Datuk Saman mencoba untuk mengabdi kepada sultan, dengan hati yang Ikhlas lalu ia berangkat ke Siak. Sayembara diikuti para dukun dari beberapa negeri. Perjalanan dari merbe ke Siak butuh waktu yang lama. Sekarang pun kalau hanya menggunakan pompong butuh waktu hampir satu hari baru sampai ke Siak. Sesampai disana, Datuk Saman di menghadap raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan semua Ksatria tersebut Sultan menasbihkan akan menghukum pancung jika tidak bisa mengambil cincin yang menjadi perlombaan tersebut. Sultan mulai mengumumkan sayembara untuk menguji para dukun-dukunya. Jika mereka tidak dapat membuktikan kesaktian mereka maka mereka akan dihukun bunuh.&lt;br /&gt;Satu-persatu dukun-dukun melakukan tugasnya. Dengan berbagai cara, jampi-jampi dan alat-alat yang mereka punya. Mereka berusaha untuk medapatkan cincin keluarga Sultan, jika tidak berpisahlah nyawa dengan badan. Matilah padahnya. Namun usaha mereka sia-sia, satu persatu mereka menyerah, mereka tak dapat memenuhi kehendak Sultan. Mereka sudah mengeluarkan kesaktian yang mereka sampai-sampai darah yang mengalir dari tubuh. Sekujur tubuh mereka menjadi lemas dan tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tibalah waktunya giliran Datuk Saman dari Batin Merba (Merbau). Datuk Saman menyembah daulat ke Sultan.&lt;br /&gt;“Ampun Tuanku, Hamba adalah utusan dari batin Merba, untuk mencoba mengabdikan diri kepada Tuanku. Untuk itu izinkan hamba menjalankan tugas hamba” ucap Datuk Saman kepada Sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, Beta Izinkan tuan hamba mengambil cincin itu. Tapi ingat jika tak dapat padah akibatnya, silahkan kerjakan” ungkap Sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Datuk Saman mempersiapkan segala alat-alat ang dibutuhkan, alat-alat ini sudah dipersiapkan dari kampongnya Merba. Alat-alat tersebut adalah tiga helai kain putih dan satu terenang atau mangkok.&lt;br /&gt;Setelah ia selesai mempersiapkan alat-alat tersebut, Datuk saman bersdoa sejenak menghadap ke Kiblat. Kemudian dia meminta kepada salah seorang untuk mengkafaninya dengan kain putih yang telah ia persiapkan. Iapun terbujur diantara kerumunan orang. Dengan tubuh dikapcani dan terenang ditutup dengan kain putih juga. Datuk Saman seperti mayat, tanpa bergerak sedikitpun. Orang-0rang sekeliling terdiam, penasaran apa yang bakal terjadi berikutnya. Suasana sunyi, sepi dan orang-orang terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengar cerita bahwa Datuk Saman terbujur selama 10 menit dan adapula yang mengatakan Datuk Saman terbujur berjam-jam lamannya.&lt;br /&gt;Lalu tiba-tiba, ada bunyi dentingan di dalam Terenang seperti bunyi besi yang jatuh berdenting “ting”, serempak dengan dentingan itu Datuk Samanpun tersadar. Orang-orang terkejut dengan bunyi itu. Lalu Datuk Saman mengangkat terenang tersebut kehadapan Sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apakah ini cincinnya Tuaku? Tanya Datuk Saman.&lt;br /&gt;Sultanpun menyelupkan tangannya ke dalam terenang, dan dia dapati sebenuk cincin, begitu terkejutnya Sultan, ternyata itu adalah cincin yang ia jatuhkan ke Sungai Siak beberapa hari lalu.&lt;br /&gt;“Benar datuk, ini adalah cincin yang beta jatuhkan di Sungai Siak” kata Sultan.&lt;br /&gt;“Cobalah Tuanku periksa dengan teliti, agar tak silap membuat keputusan” ucapnya dengan hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar Saman, inilah cincinnya” sambil melihat-lihat bentuk cincin tersebut.&lt;br /&gt;Terlihat dukun-dukun yang ada tercengang, ajal telah dekat dimata, parang algojo siap menebas kepala mereka.&lt;br /&gt;“Kalian dukun-dukun Kerajaan Siak, oleh karena tidak mampu membuktikan kesaktian kalian, maka kalian semua akan dihukum pancung seperti apa yang telah beta katakan tadi” katanya murka. “kecuali Datuk Saman”. Dengan sopan.&lt;br /&gt;Melihat keadaan yang semakin panas, karena bakal ada bermandikan darah, maka dengan terburu-buru Datuk Saman menghadapkan sembah kehdapan Sultan dan bermohon.&lt;br /&gt;“Apa gerangan tuan hamba saman menghadap beta tuan hambakan tidak dihukum?” Tanya sultan terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hamba tidak takut dihukum tuanku, tapi hamba bermohon janganlah diapa-apakan mereka. Hari ini adalah ketetuan Allah bahwa hamba diamanatkan untuk mengambil cincin ini Tuanku”. Dengan sangat hormat kepada Sultan.&lt;br /&gt;Melihat sembah Ikhlas dan kata-kata Datuk Saman, Sultan jadi luluh dan memutuskan untuk membatalkan niatnya dan membebaskan para dukun yang tidak berhasil tadi. Akhirnya banjir darah pada hari itu tidak terjadi di Kerajaan Siak Sri Indra Pura. Setelah beberapa hari kemudian, Datuk Saman menghadap Sultan kembali dengan maksud meminta izin bahwa beliau hendak kembali ke Merba. “Ampun Tuanku, tugas hamba telah selesai, jadi hamba minta diperkenankan kembali ke kampong halaman hamba di Merba”.&lt;br /&gt;“Beta berterima kasih sangat atas bantuan yang telah tuan hamba berikan, jadi sebelum tuan hamba kembali, beta akan mengganugerahkan gelar kepada tuan hamba atas jasa dan budi pekerti tuan hamba”. Sultan berucap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hamba hanya menjalankan tugas Tuanku” timpalnya.&lt;br /&gt;“Mulai hari ini, tuan hamba beta lantik menjadi Datuk Setia Indra karena telah membuat Jasa yang besar kepada Kerajaan Siak Sri Indrapura. “terima kasih Tuanku, atas gelar yang telah diberikan kepada hamba” Datuk Saman berterima kasih “beta berharap kepda datuk, bersedia membantu kamu dalam kesulitan apapun” pinta Sultan. “insyaallah Tuanku, Hamba siap” kata Datuk Saman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datuk Samanpun kembali ke Merba, dengan membawa imbalan yang ia terima.. sesampainya di Merba Datuk Saman disambut sanak keluarga dan tokoh-tokoh masyarakat di Merba. Pada malam harinya keluarga membuat kenduri doa selamat atas dilantiknya Datuk Saman sebagai Datuk Setia Indra. Maka berbicaralah Datuk Saman malam itu. “mulai saat ini saya akan menyusun segala ketentuan berdasarkan perintah Sultan Siak, baik dibidang kegamaan, social juga pajak. Orang-orang semua mengangguk setuju. Mulai hari itu Datuk Samanlah yang mengatur kehidupan di Merba. Dia menjadi pemimpin atau batin di Merba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari adalah salah seorang kapitan china dibagan siapi-api enggan membayar pajak. Maka Sultan Siak memerintahkan kepada Satuk Saman untuk menagihnya kepada kapitan cina tersebut. Akhirnya kapitan tersebut melunaskan segala pajaknya kepada kerajaan Siak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Merba, Datuk Saman atau Datuk Setia Indra bertugas antara lain, di Centai, Semukot, Tebing Tinggi, dan daerah-daerah sekitar kewedanaan Merba.&lt;br /&gt;Sayangnya situs kebatinan merbe tidak lagi ada di Merbau. Banunanya punah. Karena pusat peradaban dulu letaknya di tepi laut, akibat abrasi bangunan-banunan tersebut hanyut. Tapi sampai saat ini beberapa peninggalan masih ada seperti meriam dan senjata-senjata perang lainnya. Bahkan ditemukan juga batu nisan yang unik di Merbau ini. Batu nisan tersebut berbentu bunga. Sepertinya ornamen ini menunjukkan kebesaran kebatinan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merbau memang sekarang sangat sunyi. Pulau merbau sendiri tidak dijadikan pusat kecamatan. Kecamatan Merbau yang bertempat di seberang daerah ini. Bernama Teluk Belitung. Mungkin saja seperti ini karena lagenda yang terjadi jaman dahulu. Akibat pertumpahan darah di kebatinan merbe, membuat Sultan kerajaan mengucapkan sumpah dan menjadikan daerah ini sunyi. (Terdapat lagenda tentang pertumpahan darah dan sumpah sultan kepada kebatinan Merbau) Ingsalaallah cerita ini akan kami uraikan pada bagian tersendiri nantinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-3857669341214806082?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/3857669341214806082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/datuk-sakti-penguasa-merbe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/3857669341214806082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/3857669341214806082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/datuk-sakti-penguasa-merbe.html' title='Datuk Sakti Penguasa Merbe'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSJUbCzXyKI/AAAAAAAAAEI/m8kr3OGuEFY/s72-c/merbau-1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-4217771208080454769</id><published>2009-10-01T21:17:00.002+07:00</published><updated>2009-11-22T07:09:56.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Bandul'/><title type='text'>Tentang Bandul ada Bangas, Tanjung Sekodi, Dedap dan Bengkalis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSDYsuz9pRI/AAAAAAAAADw/igUmYYjkom0/s1600-h/bandul-keren-abis.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSDYsuz9pRI/AAAAAAAAADw/igUmYYjkom0/s200/bandul-keren-abis.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269449827015304466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Es.beno (komunitas bangasbersorak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mase dulu di Selat Bengkalis, dekat Bandul Tanjung Sekodi. Terdengar kisah Dedap durhake, ayah ibunya tak memberkati, kena sumpah jadi Keluang.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirikan bait lagu ciptaan anonim dari puluhan tahun dulu ini mendiskripsikan sedikit tentang Bandul, dusun kecil yang terletak di ujung Pulau Padang. Berseberangan dengan Tanjung Sekodi yang merupakan daerah yang berada diposisi ujung kepulauan Bengkalis. Dahulu kisah yang terkenal disini tetang Dedap—Kedepan ingsaallah situs ini akan mengungkap dan menampilkan sejarah Dedap—sebuah pulau kecil yang mengapung ditengah Panjangnya Selat yang  penuh lagenda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSDZIODXblI/AAAAAAAAAD4/fmjxZDMdFjg/s1600-h/bandul-10.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSDZIODXblI/AAAAAAAAAD4/fmjxZDMdFjg/s200/bandul-10.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269450299257876050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bandul dan Tanjung Sekodi seumpama ujung pulau yang menjulur sama membelah Selat Bengkalis. Pertembungannya akan menembus Selat Malaka. Di Tanjung Sekodi terdapat hamparan pantai berpasir yang menjuntai laut. Bandul terdapat daerah yang namanya Bangas dengan panorama sama dengan Tanjung Sekodi. Kalau buka cerita, sebenarnya situs dan komunitas bangasbersorak terinspirasi dari kawasan ini. Nama Bangas merupakan daerah yang keindahan eksotika daerahnya belum banyak diketahui orang. Kami bersepakat nama tersebut malah kami jadikan perahu komunitas.&lt;br /&gt;Terinsiprasi dari buku The All Smallthing atau yang maha kecil. Kecil, yang lemah,  yang terbelakang tak semestinya tidak menentukan. Bahkan ada yang maha kecil punya potensi energi yang paling besar, contohnya atom yang merupakan unsur pembuatan nuklir. Mungkin tahun-tahun kedepan Bangas menjadi tempat yang paling dicari orang. Seletingan kabar, di Bangas ini memang ada kegiatan rintisan ekplorasi perusahaan minyak. Namanya ekplorasi, biasanya butuh waktu puluhan tahun, siapa tahu kandungan minyak di kawasan ini memang benar adanya.&lt;br /&gt;Masyarakat Bandul kebanyakan statusnya sebagai petani dan nelayan. Mencari ikan melalui menjaring biasanya sampai di daearah laut lepas Malaka. Menjaring tak lah dilakukan setiap hari. Tetapi ada waktu waktu tertentu saat banyak ikan.&lt;br /&gt;Daerah yang kebanyakan muara dan juga tanah didaratnya bergambut membuat masyarakat hanya mengandalkan perkebunan. Dulu, memang pernah masyarakat menanam padi tadah hujan disini. Tetapi seiring waktu petani lebih memilih berkebun. Mungkin alasan ini tepat. Bandul yang pulaunya kecil karena diperkirakan diameter 3 KM di pulau ini dikelilingi laut dan sungai. Bagian barat Bandul terdapat sungai memanjang sampai diujung Bangas. Sungai ini disebut sebagai Sungai Selat Akar. Kebanyakan di sungai ini hutan mangrove yang didominasi kayu bakau yang terkenal kokoh.&lt;br /&gt;Sedangkan bagian timur persis merupakan lintasan Selat Bengkalis. Sedangkan Utara daerah laut lepas yang menghubungkan Selat Malaka Bagian Selatan membatasi Sungai Kudap perbatasan dengan Kampung lain. Akibat dikeliingi sungai, tanah Bandul kebanyakan berkontruksi rawa dengan air asin. Tumbuh-tumbuhan tertentu tidak tahan dengan kondisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk Bandul diperkirakan mencapai 3 ribu jiwa. Terdiri dari sembilan Rukun Warga. Bandul sebagai sebuah dusun tidak banyak perkembangan yang terjadi. Hanya ada tiga Sekolah Dasar. Satu Madrasah yakni MDA Darul Huda Bandul, satu Taman Pendidikan Agama (TPA) di Kampung Perawang, satu MTS serta satu SLTP negeri satu-satunya yakni SMP I Bandul. Pemerintah Bengkalis sejak enam tahun lalu sudah merancang membangun jembatan Bandul - Selat Akar. Jika jembatan ini jadi otomatis bagian pulau Belitung yang tembus ke Sungai Apit di Siak bisa membantu masyarakat. Saat ini kawasan Belitung kota Kecamatan Merbau memang sudah dibuka akses jalannya ke Siak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya Desa Mengkirau tempat berdirinya perusahaan minyak Kondur Petrolium sudah berdiri disini puluhan tahun. Bandul sebagai daerah pesisir tentu menjadi bagian penhubung daratan Belitung dan Bengkalis. Pasalnya Kalau ke Selat Akar dan mau ke Bengkalis cukup lewat Bandul dan bisa menyusuri jalan darat. Caranya Dari Bandul menyenberang dengan pompong ke Tanjung Sekodi. Tak butuh waktu lama, paling lima belas menit. Sekarang sudah banyak pompong yang mnyeberangkan dua daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bayarnya masih mahal, sekali angkut bayar Rp 20 ribu jika kita pakai motor. Pemuda setempat gila pulak Setiap menurunkan motor minta bayaran Rp 10 ribu. Di kampung seberang gelagatnya juga sama, tapi bayaranya lebih kecil yakni Rp 5 ribu. Jadi sekali seberang di daerah ini kita sudah mengeluarkan kocek kita sampai Rp 35 ribu. Mahal juga kan, bagi kita mungkin tidak. Tapi bagi masyarakat setempat jeritan mungkin sampai kerelung hati. Tapi siapalah yang dengar. Pemerintah Daerah dan aparat setempat seakan tidak mau tahu dengan pungutan liar yang menguntungkan sebagian masyarakat dan merugikan banyak orang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kanmpung ini, selain sekolah negeri. Semua  sekolah yang ada merupakan swadaya masyarakat. Masyarakat mengumpulkan duit untuk membangun sekolah dan mesjid. Dulu banyak yang belum percaya bahwa sekolah-sekola tersebut mampu bersaing dengan sekolah lain. Pasalnya guru-gurunya juga dari masyarakat setempat yang juga punya keterbatasan tertentu. Tapi mereka nekat. Dan terus berlajar tanpa pamrih juga tekun. Guru-guru yang rajin membaca dan rajin belajar ini ternyata mampu mendidik anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat alumni sekolah ini sekarang sudah banyak jadi sarjana. Bahkan sekarang ada yang mengbdi kembali ke sekolah ini. Kalau baca buku “Laskar pelangi” karya Andrea Harata, nasib guru mereka tak ubah sama.  Mengandalkan niat baik mengajarkan anak-anak tentang ilmu agama bisa saja mengorbankan periuk nasi di rumah sendiri, sedihkan. Begitulah penderitaan pengurus dan pendiri sekolah ini dahulu. Bahkan setiap tahun yang menjadi kehawatiran tak banyak anak-anak yang sekolah di sekolah agama dan swasta ini. Beriring waktu dengan pembuktian alumninya yang nampak bisa bersaing diluar orang pun banyak berangsur ke sekolah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang dari perantauan Bandul banyak yang memilih tinggal diluar Bandul. Seperti Jakarta, Pekanbaru, Dumai, Bengkalis, Batam. Ada prestasi anak-anak Bandul yang terlihat. Dulu, ada anak Bandul yang bertugas di kantor gubernur Riau, namanya Pak Sulaiman, menjadi ketua Himpunan Keluarga Maysarakat Bandul dan Sekitarnya. Ada juga yang bekerja sebagai Kepala Bagian (Kabag) Kesra di Bengkalis, alm Pak Landung Abdullah. Anggota Dewan DPRD Bengkalis saat ini, Bang Ali Sag. Paman saya Taslim Prawira, aktifis HMI dulunya waktu kuliah, menjadi ketua Cabang HMI, sekarang menjadi aktifis sosial di Pekanbaru. Paman saya Mizan Fathoni, sekarang menjadi lurah di Batam, abang  saya Kusno menjadi tentara, dulu bergabung di Kostrad AD dan sekarang tinggal di Jakarta, dan banyak lagi yang perlu ditelusuri dari generasi anak-anak Bandul yang muda yang berkiprah di kampung orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi masih ada yang memperihatinkan dengan Bandul. Karena tak ada sekolah Menengah Umum disini. Anak-anaknya banyak yang menjadi perantau. Perantau untuk belajar ke daerah lain. Ini pun bagi mereka yang punya duit dan punya tekad kuat untuk sekolah. Tapi bagi yang hidupnya kurang mapan tentu akhirnya menjadi pengangguran di kampung. Entahlah kampung yang tinggal di Kabupaten Kaya ini masih punya jeritan nasib yang memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan Bandul dan banyak orang bilang dengan Bandul Laut disini berdiri pasar yang sudah ratusan tahun. Kebanyakan penjualnya masyarakat suku Tionghua. Asalnya muasalnya banyak dari Cina asli dari Tiongkok. Di Bandul laut ini terdapat kuburan orang Cina yang umurnya sudah hampir ratusan tahun. Karena mereka menetap di Bandul memang sudah lama. Bahkan kalau perayaan Imlek—hari raya Cina—masyakakat yang melakukan sembahyang di kelenteng yang diberinama “Dewi Senthian Pocho”  ini datang dari berbagai kota termasuk beberapa negara. Kelenteng Bandul merupakan kelenteng besar di Bengkalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berdagang masyarakat Tionghoa juga membuka usaha lain. Di Bandul dan banyak daerah lain di sekitar sini seperti di Kudap, Tanjung Sekodi, Nyatuh sampai Dedap dibangun pula usaha penangkaran walet. Bangunannya tinggi-tinggi ada sampai empat lantai. Kabarnya usaha walet di daerah ini sudah mencapai ratusan rumah penakaran yang didirikan. Makanya kalau saat-saat tertentu ketika mereka membunyikan kaset walet kampung-kampung ini menjadi riuh. Kebanyakan penduduk Tionghua di Bandul inipun sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau penduduk lainnya disini punya masalah yang berbeda. Penduduk yang tinggal di tepian sungai, yang mengandalkan mata pencharian mencari kayu teki atau kayu bakau yang dijual untuk dijadikan kayu arang punya masalah berat. Kayu-kayu disini persediaanya mulai menipis. Sementara masyarakat yang  mencari semakin banyak. Akhirnya mereka kewalahan, pendapatan setiap orang pun menipis. Mereka ini susah mencari pekerjaan lain, karena Bandul sebagai kampung yang pulaunya kecil tak ada lagi tempat untuk membuka ladang atau kebun baru. Hutannya sudah tidak ada lagi.&lt;br /&gt;Ada yang hanya mengandalkan kebun lama. Seumpama kebun sagu, tapi yang punya kebun sagu tak lah seberapa. Tapi sagu berbeda dengan kebun lain. Masa menunggu untuk layak di panen atau ditebang untuk dijual tualnya sangat lama—nantilah kami ceritakan dibagian tersendiri tentang sagu di Bandul dan pabrik sagu di Bandul ini—memang kebanyakan pesisir ini kaya akan sagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi lemahnya perekonomian masyarakat disini memang tidak kentara. Kelebihan orang Bandul banyak saudara mara yang sudah di perantauan di mana-mana. Ada yang punya saudara dekat di Malaysia sampai Singapura. Kondisi ini bisa saja menguntungkan bagi penduduk Bandul secara tidak langsung. Kalau ada apa-apa hal yang menyulitkan keluarga-keluarga jauh ini tentu setidaknya bisa membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu memang  keluar masuk Malaysia dan Bandul tak sulit. Katanya lewat Batu Pahat, bisa dijangkau sekitar empat atau lima jam dari Bandul. Waktu aku masih kecil, banyak penduduk disini yang mata pencaharianya berlayar. Berlayar maksudnya membawa kayu dari kampung untuk dijual ke Malaysia. Kayu ini disebut kayu balak, memang kayu pembalakan dari hutan disekiling kampung diluar Bandul. Sejahteranya masyarakat Bandul kala itu ditopang dengan kondisi ini. Sepulang berlayar banyak barang-barang dagangan dari luar negeri di bawa kesini. Kabarnya juga atuk saya berprofesi seperti ini. Hidupnya pun sejahtera. Emas dan perhiasan berharga sering di bawa di kampung. Hasil dari sini juga untuk membeli kebun. Nenek saya Maryam kabarnya berasal dari Melaka. Sampai sekarang kami pun tak tau silsilahnya. Nenek agak tertutup kisahnya. Dia tinggal di Bandul sejak kecil sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang warga yang berlayar ke Malaysia juga bawa komoditas unggulan Bandul. Paling khas adalah buah durian. Umur pohonnya ada yang sudah ratusan tahun. Kebun warga ini turun temurun, batangnya besar-besar menjuntai keatas seperti setinggi pohon kelapa kampung. Kalau mau merasalkan durian yang enak ya di Bandul ini. Sekarang karena tidak bisa menjual ke luar negeri, buah dian atau durian ini di beralih di jual ke kepulauan seperti Batam maupun Tanjung Balai Karimun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ke cerita tentang berlayar tadi. Masyarakat disini seakan kehilangan arah sekarang. Karena tak bisa berlayar kerjaan pun sekarang seadanya saja. Salah satunya mencari kayu bakau. Beginilah cerita Bandul. Masih banyak lagi uraian yang tak terungkap. Tapi kalau mau tahu detilnya pergilah ke Bandul.  “Kalau sudah sampai ke Bandul, dan sudah minum air Bandul susah balek lagi,” kata orang kampung memang macam itu—Entah iye entah tidak—tapi Bandul sebagai daerah yang terbuka telah membuktikan. Akibatnya, kerabat orang Bandul ada dimana-mana. Siapa tahu Anda pembaca tulisan ini juga bisa menjadi warga disana. Siapa lah  tahu, Ncik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-4217771208080454769?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/4217771208080454769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/tentang-bandul-ada-bangas-tanjung.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4217771208080454769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4217771208080454769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/tentang-bandul-ada-bangas-tanjung.html' title='Tentang Bandul ada Bangas, Tanjung Sekodi, Dedap dan Bengkalis'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSDYsuz9pRI/AAAAAAAAADw/igUmYYjkom0/s72-c/bandul-keren-abis.gif' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-8721324563870761566</id><published>2009-04-21T10:53:00.003+07:00</published><updated>2009-04-21T11:06:19.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blogblog'/><title type='text'>NanLimo Luncurkan Sungaikuantan.com</title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold;" href="http://nanlimo.blogspot.com"&gt;NanLimo&lt;/a&gt; memang kreatif, sabtu lalu ia meluncurkan &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" href="http://www.sungaikuantan.com"&gt;blog wisata budaya riau&lt;/a&gt;, dan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.sungaikuantan.com"&gt;blog wisata budaya kuantan singingi&lt;/a&gt;, dengan nama &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);" href="http://www.sungaikuantan.com"&gt;sungaikuantan.com&lt;/a&gt;.  &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://nanlimo.blogspot.com"&gt;NanLimo&lt;/a&gt; memang pemuda nan kreatif. Tahniah buat&lt;a href="http://nanlimo.blogspot.com"&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;nanLimo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah lama niatnya untuk meluncurkan sungaikuantan.com, namun masih terkendala dana, maka sebelum itu dia putuskan untuk ngeBlog. sekarang impiannya itu terwujud. Tahniah nanLimo. bahasa gaulnya congratulations&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="overflow: hidden; height: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/daftar-wisata-kampar.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/kuantan-singingi.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/huis-van-behauring-rumah-orang-rantai.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/riau-miliki-tv-melayu.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/idu-yhaw-amir-p-siapa-dia.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/revitalisasi-melayu-di-tengah.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/kantor-bupati-kuantan-singingi.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/lomba-blog-bahasa-2009.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/pasak-rankiang.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/wisata-budaya-riau.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/warta-xtrim-zulmansyah-sekedang.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/kampanye-damai-sungaikuantancom.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/banjir-award.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/sungai-kuantan-ikut-bloggers-choice.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/bangsa-blogger-di-sungai-kuantan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/04/lambang-daerah-pangean.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/potensi-wisata-bahari-propinsi-riau.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/taman-digital-di-bandar-seni-raja-ali.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/budaya-dicampuri-birokrat.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/satu-juta-posting-untuk-indonesia.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/budayawan-riau-kritisi-pemerintah.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/nila-tanzil-tebar-inspirasi-traveling.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/objek-wisata-unggulan-riau.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/sarang-tokek-di-sungai-kuantan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/fish-arwana-riau-nest.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/pacu-godok-percobaan-pacu-jalur.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/blogger-bertuah-berduka.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/ungkapan-kiasan-kabupaten-kuantan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/gumpita-sp-msi-tokoh-muda-gerakan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/ipmkb-pekanbaru-sukses-mubes-ke-ii.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/ganti-award-yayasan-bandar-serai.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/pasukan-gerilya-elang-pulai-pangean.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/kabupaten-kuantan-singingiungkapan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/lambang-kabupaten-kuantan-singingi.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/development-education-achieved-through.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/kabupaten-kuantan-singingi-kenegerian.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/rantau-singingi-kabupaten-kuantan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/kerajaan-kandis-adalah-atlantis.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/kecamatan-benai-kabupaten-kuantan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/teachers-go-changes.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/kuantan-singingi-education.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/visi-dan-misi-kabupaten-kuantan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2007/03/data-umum-kabupaten-kuantan-singingi.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/nandong-kuantan-singingi.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/daftar-hotel-kabupaten-kuantan-singingi.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/03/daftar-restoran-kabupaten-kuantan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/02/pantun-bujang-gadi-kuantan-singingi.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/02/air-terjun-guruh-gemurai-wisata-alam.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/02/download-musik-tradisional-kuantan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/02/potensi-listrik-di-kuansing-capai-350.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/02/lumuno-direnovasi.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/02/bendungan-batang-pangean.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/02/kuansing-blogger-community-kbc-pindah.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/02/sumpah-seratih-orang-tanaku-dan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/02/pekembangan-it-di-kuantan-singingi-oleh.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/02/limuno.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/02/pintu-berbingkai.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/02/taman-dalam-hutan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/02/d-uet-maut-menghasilkan-www.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/01/undangan-melepas-rindu.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/01/acustik-music-cafe.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/01/g-nation-band-indie-teluk-kuantan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/01/kuansing-blogger-community-kbc-save.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/01/hotspot-gratis-kuantan-singingi.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/01/intranet-pemda-kuansing.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/01/kondisi-sosial-budaya-masyarakat.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/01/pacu-onau-dahulu-dan-sekarang.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/01/genta-melayu-upaya-memajukan-ekonomi.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/01/lingkitang-dan-bentialau.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/01/kopi-darat-kopdar-kuansing-blogger.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2009/01/tak-ku-sangka_03.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/12/undangan-kopi-darat-di-taman-jalur.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/12/rawang-udang.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/12/masjid-raya-kota-teluk-kuantan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/12/taluk-kuantan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/12/junior-club-gunung-toar.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/12/seniman-atau-pekerja-seni.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/12/salah-satu-cara-untuk-memperkenalkan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/12/silat-pangean-revisi-i.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/12/kartu-ucapan-idul-adha.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/12/undangan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/12/kbc-butuh-dana-dan-sponsor-untuk-acara.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/12/jaringan-seniman-riau-jsr.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/12/penambangan-emas-tanpa-izin-di-kuansing.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/12/sastra-sejarah-sastra-dan-sejarah.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/11/award-dari-fatamorgana-to.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/11/award-ke-dua-sungaikuantancom.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/11/award-pertama-sungaikuantancom.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/11/sma-pintar-kuansing-10-besar-di-pekan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/11/ipmkb-mengecam-tindakan-yuyun-rosadi.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/11/wisata-kuliner-kuansing.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/11/pr-pertama13-fakta-tentang-nanlimo.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/11/masjid-jami-adalah-nama-masjid-disetiap.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/11/kerajaan-koto-alangdusun-botuang.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/mereka-menghidupkan-melayu-kembali.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/hari-blogger-nasional.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/pacu-jalur-asik-juga.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/normal-0-false-false-false.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/tapi-pemimpin.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/kisah-yang-terlupa.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/bubar-alumni-ipa-sma-n-1-benai-angkatan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/freestyle.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/rawang-udang.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/perahu-bagandung-di-liput.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/batu-bata-kuno.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/ukiran-di-rangkiang-koto-simandolak.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/rankiang-kembar-koto-simandolak.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/tajak-kuno.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/cagak.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/air-terjun-guruh-gemurai.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/batang-sialang.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/ukiran-pada-rumah-godang-di-koto-gunung.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/rumah-tua-di-koto-simandolak.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/10/rumah-godang-adalah-rumah-adat-suku.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/09/dari-simandolak-ke-francis.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/09/putra-inuman-pengusul-paten-perdana.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/09/randai-kuantan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/09/silat-pangean.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/09/orang-kuantan-minang-atau-melayu.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/09/perahu-bergandung.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/09/pacu-jalur-di-kabupaten-kuantan.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/09/ada-pelangi-abadi-di-air-terjun.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/2008/08/kabupaten-kuantan-singingi.html"&gt;RIAU TOURISM DIRECTORY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-8721324563870761566?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/8721324563870761566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/04/nanlimo-luncurkan-sungaikuantancom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8721324563870761566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8721324563870761566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/04/nanlimo-luncurkan-sungaikuantancom.html' title='NanLimo Luncurkan Sungaikuantan.com'/><author><name>Datuk Bertuah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_I98vmfXgPnM/S6bAdzDueLI/AAAAAAAADe4/qEdhuLzSnB4/S220/NanLimo+Bertuah+Avatar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-4848413225104034466</id><published>2009-04-03T13:51:00.002+07:00</published><updated>2009-05-31T04:27:15.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>Sungaikuantan.com Mohon Dukungan</title><content type='html'>&lt;a href="http://bloggerschoiceawards.com/blogs/show/70852/?utm_source=bloggerschoiceawards&amp;utm_medium=badge&amp;utm_content=besttravelblog" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 75px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_I98vmfXgPnM/SdWazPwtBFI/AAAAAAAABXA/Rv8_jgvbXCM/s200/bca_badge_besttravelblog.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320328740002923602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Blogger's Choice Awards&lt;/span&gt;. Jalan-jalan pagi nyasar ke &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://pcguru.okihelfiska.net/"&gt;PC GUru&lt;/a&gt;, eh.. ketemu banner yang bertuliskan Blogger's Choice Awards, langsung saja aku klik, eh ternyata itu sebuah user-generated blog voting site untuk tahun 2009. Tak berpikir panjang, aku langsung mengklik "voted" milik PC Guru ini dan menambah ratinggnya menjadi dua klik, yang pertama klik mungkin PC Guru sendiri kali ya, hihi... PC Guru ikut di bagian Best Foreign Language Blog, ternyata ada pilihan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Best Travel Blog&lt;/span&gt;. Aku pun tergiur untuk mencobanya, apalagi pemilihan ini tinggkat dunia lho. Jadi karena ini seperti Pemilu, &lt;a href="http://menyanyah.blogspot.com/2009/02/kampanye-indonesia-pemilu-damai-2009.html"&gt;Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009&lt;/a&gt;. Tentu &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.sungaikuantan.com/"&gt;Sungaikuantan.co&lt;/a&gt;m mohon dukungan sobat Blogger diseluruh penjuru tanah air, untuk memilih &lt;a href="http://www.sungaikuantan.com/"&gt;Sungaikuantan.com&lt;/a&gt; dengan cara mengklik Banner &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"SUKA" Sudut Kanan Atas&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mohon sangat demi memperkenalkan khasanah budaya wisata Idonesia di Tingkat InternasionaL&lt;br /&gt;Salam Blogger&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-4848413225104034466?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/4848413225104034466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/04/sungaikuantancom-mohon-dukungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4848413225104034466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4848413225104034466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/04/sungaikuantancom-mohon-dukungan.html' title='Sungaikuantan.com Mohon Dukungan'/><author><name>Prima Wahyudi J</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k1w4Cilu1vw/SzepjBEERdI/AAAAAAAAADU/gppT1ntdaOI/S220/NanLimo11.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_I98vmfXgPnM/SdWazPwtBFI/AAAAAAAABXA/Rv8_jgvbXCM/s72-c/bca_badge_besttravelblog.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-3148011409775197775</id><published>2009-03-30T13:38:00.001+07:00</published><updated>2009-03-30T13:39:42.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singgah'/><title type='text'>Mari berlayar di Sungai Kuantan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://sungaikuantan.blogspot.com/"&gt;Sungaikuantan.com&lt;/a&gt; sebuah blog yang dibangun dengan rasa keinginan yang kuat memperkenalkan Budaya-Wisata Kabupaten Kuantan Singingi di ranah maya. Sehingga potensi dan objek wisata serta budaya Kabuapaten Kuantan Singingi di kenal secara global. Berharap dengan adanya Blog &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sungaikuantan.com&lt;/span&gt; selain dikenal diranah maya secara global juga menambah pengunjung atau wisatawan untuk datang ke kabupaten Kuantan Singingi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai objek dan potensi wisata di Kabupaten Kuantan Singingi tidak kalah indah dan menariknya dari pada objek wisata lain di Indonesia. &lt;a href="http://sungaikuantan.blogspot.com/2008/09/pacu-jalur-di-kabupaten-kuantan.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pacu jalur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; adalah objek wisata tahunan yang digelar setiap bulan agustus di teluk kuantan dan telah menjadi even nasional bahkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;go internasional&lt;/span&gt;. Keindahan alam kuantan Singingi pun tidak kalah dengan yang lainnya, salah satu objek wisata alam unggulan kabuapten kuantan Singingi adalah &lt;a href="http://sungaikuantan.blogspot.com/2009/02/air-terjun-guruh-gemurai-wisata-alam.html"&gt;Air Terjun Guruh Gemurai&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://sungaikuantan.blogspot.com/2008/09/ada-pelangi-abadi-di-air-terjun.html"&gt;Air Terjun Batang Koban Tujuh Tingkat&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://sungaikuantan.blogspot.com/2008/12/rawang-udang.html"&gt;Rawang Udang&lt;/a&gt;, serta objek wisata alam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan dan kesenian di Kabupaten Kuantan Singingi juga beragam, yang telah terkenal seantero jagad adalah Seni Bela Diri &lt;a href="http://sungaikuantan.blogspot.com/2008/09/silat-pangean.html"&gt;Silat Pangean&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://sungaikuantan.blogspot.com/2008/09/perahu-bergandung.html"&gt;Perahu Baganduang&lt;/a&gt; dan Manjopuik Limau yang diadakan saat lebaran Idul Fitri, dan &lt;a href="http://sungaikuantan.blogspot.com/2008/09/randai-kuantan.html"&gt;Randai kuantan&lt;/a&gt;, beragam seni budaya dan wisata yang terdapat di Kabupaten Kuantan Singingi. Informasi semua itu bisa anda dapatkan di blog &lt;a href="http://sungaikuantan.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sungaikuantan.com&lt;/span&gt;.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-3148011409775197775?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/3148011409775197775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/03/mari-berlayar-di-sungai-kuantan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/3148011409775197775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/3148011409775197775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/03/mari-berlayar-di-sungai-kuantan.html' title='Mari berlayar di Sungai Kuantan'/><author><name>Prima Wahyudi J</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_k1w4Cilu1vw/SzepjBEERdI/AAAAAAAAADU/gppT1ntdaOI/S220/NanLimo11.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-8161173704573534827</id><published>2009-01-04T11:11:00.002+07:00</published><updated>2009-01-04T11:26:03.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Tentang keterampilan merakit kapal.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SWA6C969PsI/AAAAAAAAAGI/fw8pGNvcTyY/s1600-h/oke-2.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SWA6C969PsI/AAAAAAAAAGI/fw8pGNvcTyY/s320/oke-2.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287289785188957890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;es.beno (komunitas bangas bersorak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri, terusik untuk coba tahu lebih dekat mengetahu khasanah alami yang dimiliki negeri Mahligai tersebut. Berdua diiringi seorang teman, kami berjalan dengan kendaraan yang kami miliki menyusuri sungai Indragiri. Penyusuran kami mulai dari kota Rengat, Kabupaten Inhu sampai menembus batas Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Industri kerajinan pembuatan perahu ini, kami temui di beberapa titik di tepian sungai Indragiri. Salah satunya di desa kempas, masuk perbatasan kabupaten Inhil. Masyarakat yang kami temui, mengaku keahlian membuat kapal tersebut di dapatkan turun temurun dari sesepuh pendahulunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, dahulu mayoritas masyarakat setempat memilih menggantungkan hidupnya menjadi pengrajin industri perkapalan ini. Saat kami temui warga setempat, yang masih menggantungkan kehidupannya menjadi pengrajin kapal ini. Mereka merasa sungkan pindah berusaha yang lain, lantaran usaha ini sudah mentradisi turun temurun. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, mereka mengakui permintaan pembuatan kapal ini mengalami kecendrungan kelesuan permintaan. Pasar luar negeri sudah susah dijangkau karena bersaingannya dengan industri galangan kapal yang lebih canggih. Sedangkan pasar lokal, sudah tidak menjajnjikan karena angkutan laut sudah mengalami pergeseran karena sudah banyaknya jalur transportasi darat yang sudah dibuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sentra pengrajinan kapal ini, mereka punya nostalgia sendiri. Pasar untuk penjualan kapal ini pernah menembus beberapa negara sahabat. Terutama Malaysia dan Singapura. Mereka mengatakan, kapal yang dibuat pun banyak dalam ukuran jumbo. Salah satunya berbentuk perahu tongkang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perahu tongkang ini, pada tahun 1980-an dan 1990-an populer untuk para pelayar. Kapal ini bentuknya mirip kapal pinisi asal Sulawesi. Soal muatanya, beragam dan rata-rata ukurannya sangat besar. Waktu kami ke tempat pembuatan kapal ini. Mereka mengaku seiring modernnya industri. Permintaan kapal tongkang udah tidak ada lagi, mereka banyak yang memilih kapal dengan bentuk yang baru, atau masyarkat menyebutnya pompong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran kapal ini tentu bisa di buat beragam, tergantung permintaan. Waktu kami ke tempat ini, mereka ingin menyelesaikan satu kapal pompong. Sudah dua bulan nkapal ini di kerjakan. Jumlah mereka yang membuat kapal ini banyak, mereka mengatakan, butuh tiga bulan dalam menyelesaikan satu kapal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kapal, ada tiga perahu yang juga dibuat oleh pengrajin berbeda tetapi di tempat yang sama. Perahu ini biasanya untuk jarak angkut yang dekat, dan mengangkat barang-barang dalam ukuran kecil. Mungkin saja ini ungtuk melintasi sungai sungai serta mengangkut hasil pertanian masyarakat seperti karet dan kelapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-8161173704573534827?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/8161173704573534827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/01/tentang-keterampilan-merakit-kapal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8161173704573534827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8161173704573534827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/01/tentang-keterampilan-merakit-kapal.html' title='Tentang keterampilan merakit kapal.'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SWA6C969PsI/AAAAAAAAAGI/fw8pGNvcTyY/s72-c/oke-2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-8848090538692151634</id><published>2009-01-04T11:04:00.001+07:00</published><updated>2009-01-04T11:09:38.627+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>2009</title><content type='html'>Hening malam  merayap tahun-tahun berlalu&lt;br /&gt;Merakit sebuah gundukan harapan menuju tahta kedamaian&lt;br /&gt;Angin kencang cabaran menerpa bolak balik dari arah berlawanan&lt;br /&gt;Disitu kamu siuman dan berkata &lt;br /&gt;Sekarang aku sampai dimana?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik titik waktu menyambung ke masa yang belum terduga &lt;br /&gt;2009&lt;br /&gt;Menapak  ke angka satu berikutnya...&lt;br /&gt;Merujuk perputaran matahari dititik khatulistiwa aries yang diyakini lahirnya Masehi&lt;br /&gt;Dan tertinggalah kenangan dalam hitungan masa yang lama diantara tahun sebelumnya&lt;br /&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirilah dititik masa, perhatikan aliran darah yang mengalir jauh dan menuakan segala bentuk dirimu&lt;br /&gt;Darah mengalir jauh diselubung jantung dengan degup merayap kian tak menentu&lt;br /&gt;Kulit bermetafosis dalam sel-sel yang menua &lt;br /&gt;Titik titik saraf beradu kurus menghilangkan perannya &lt;br /&gt;Capai merayap hari yang sudah lama dilalui&lt;br /&gt;Serulit terompet menembus malam di titik o perhitungan hari&lt;br /&gt;Kaki langit saling meratap dan mengatakan selamat datang hari baru&lt;br /&gt;2009&lt;br /&gt;Sebuah harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Es. beno&lt;br /&gt;komunitas bangas bersorak&lt;br /&gt;Pukul 00.00 WIB 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-8848090538692151634?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/8848090538692151634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/01/2009.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8848090538692151634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8848090538692151634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2009/01/2009.html' title='2009'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-6039003308375053451</id><published>2008-12-13T17:20:00.006+07:00</published><updated>2010-09-16T14:34:20.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Van Behauring Bengkalis</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SssNzgOONvI/AAAAAAAAAIQ/43ZBx2AKbfY/s1600-h/vanbehauring2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389416557553006322" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SssNzgOONvI/AAAAAAAAAIQ/43ZBx2AKbfY/s200/vanbehauring2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 136px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;Es.beno (komunitas bangas bersorak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bengkalis punya kisah sendiri dari lamanya penjajahan Belanda di Indonesia. Daerah ini dulunya merupakan daerah keresidenan,  daerah pusat administrasi pemerintahan yang dinamakan afdeeling (Kabupaten). Daerah ini menjadi pusat keresidenan di wilayah Sumatera Timur. Menjadi daerah pemerintahan Belanda yang penting, sebelum pemerintahan Hidia Belanda kemudian memindahkanya ke Deli Serdang Sumatera Utara.&lt;br /&gt;Peninggalan pusat-pusat pemerintahan Hindia Belanda di Bengkalis masih banyak.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHGsNBwnvI/AAAAAAAAAO4/pAsLnzIU2i4/s1600/101_8024.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHGsNBwnvI/AAAAAAAAAO4/pAsLnzIU2i4/s320/101_8024.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHHELnubWI/AAAAAAAAAPA/Dlq80-VU2MY/s1600/101_8048.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHHELnubWI/AAAAAAAAAPA/Dlq80-VU2MY/s320/101_8048.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHHrdld9MI/AAAAAAAAAPI/7URnUTw8Zdc/s1600/101_8018.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHHrdld9MI/AAAAAAAAAPI/7URnUTw8Zdc/s320/101_8018.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHIQKL93sI/AAAAAAAAAPQ/qeyExDZPyco/s1600/101_8070.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/TJHIQKL93sI/AAAAAAAAAPQ/qeyExDZPyco/s640/101_8070.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hingga kini, kantor-kantor prmerintahan tersebut masih berdiri. Hanya saja, penanganan gedung-gedung peninggalan yang merupakan bagian sejarah Indonesia tersebut tidak dirawat dengan baik oleh pemerintah setempat. Bahkan keberadaan gedung-gedung tua tersebut banyak yang makin rusak. Huis Van Behauring salah satunya. Huis Van behauring tentu mempunyai cerita suram bagi pejuang kita. Disinilah para raja, tokoh masyarakat yang berjuang melawan penjajah malah dipenjarakan. Husi Van Behauring ini malah sering disebut masyarakat tempatan sebagai  rumah orang rantai. Disinilah tahanan diperlakukan dengan di rantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjara ini didirikan tahun 1810 M. Menurut salah satu buku tentang sejarah Bengkalis, yang ditulis oleh Reza Fahlevi, sekarang menjabat Ketua DPRD Bengkalis, bangunan ini di rancang oleh arsitektur asal Portugis. Memang khas bangunan ini kental aroma Eropa. Bentuk fisik, rancangan ruang dalam semua khas Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tahanan Belanda ini dibangun dengan dua lapis tembok. Tembok pertama dan kedua masing-masing berbentuk gedung serupa. Pada bagian lapis pertama gedung dijadikan semacam office bagi pegawai tahanan, sementara gedung dalamnya khusus untuk tahanan. Rumah untuk tahanan di bagian dalam ini benbentul leter U. Bagian kanan, kiri serta bagian belakang, sementara bagian depan sudah merupakan tembok lapis pertama yang juga dibuat semacam rumah untuk kantor tadi. Menurut Masnah, warga yang tinggal di rumah bekas tahanan ini, dulunya rumah tahanan bagian dalam tersebuit terdiri dari 25 kamar tahanan. Ruanganya kecil, setiap ruang tahanan hanya ada jendela kecil yang bersel, gelap karena sejak awal tidak disertai intalasi lsitrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Masnah para tahanan yang pejara bukan saja warga setempat. Bahkan ada yang merupakan buangan dari daerah lain. Makanya sekarang, di Bengkalis banyak ditemui makam-makam raja dari daerah luar seperti daru Sumatera Utara. Karena diduga mereka merupakan tawanan yang akhirnya meninggal di tahanan ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-6039003308375053451?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/6039003308375053451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/12/van-behauring-bengkalis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/6039003308375053451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/6039003308375053451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/12/van-behauring-bengkalis.html' title='Van Behauring Bengkalis'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SssNzgOONvI/AAAAAAAAAIQ/43ZBx2AKbfY/s72-c/vanbehauring2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-4072925378931016039</id><published>2008-12-13T17:09:00.002+07:00</published><updated>2008-12-13T17:19:49.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singgah'/><title type='text'>Membidik Mangsa Pakai Senjata Serbu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SUOMI6_8HpI/AAAAAAAAAFw/bPoSNCvumVA/s1600-h/senjata-2.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SUOMI6_8HpI/AAAAAAAAAFw/bPoSNCvumVA/s320/senjata-2.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279217273112632978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SUOLMyDdkUI/AAAAAAAAAFo/iheZbyzP2bI/s1600-h/senjata.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SUOLMyDdkUI/AAAAAAAAAFo/iheZbyzP2bI/s200/senjata.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279216239919337794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Es. Beno (komunitas bangasbersorak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kenikmatan tersendiri yang saya rasakan saat memikul senjata serbu 1( SS 1) dan melepaskan tembakan untuk membidik mangsa. Mangsa ya apa saja yang kita inginkan untuk dibidik, meskipun hanya kotak bidikan untuk menentukan poin ketepatan kita membidik.&lt;br /&gt;Pengalaman memagang senjata elit paranag seperti ini memang awan untuk banyak orang. Maklum dinegara kita kan senjata tidak beredar bebas. Pengalaman inipun saya dapatkan karena ada latihan menembak yang dilakukan UKM Menwa Unri ke Brimob Riau.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kebetulan, saat itu saya juga ikut, meskipun saya bukan anggota Menwa. Tapi saya sangat berterima kasih pada teman-teman saya dan brimob yang memberikan kesempatan kepada saya yang pada waktu itu kehadiran saya sebagai undangan.  &lt;br /&gt;“Door” pelatuk dengan santai ku lepaskan, bidikan ku jadi goyang dari posisi semula. Tapi tutor dari Brimod juga sudah memberikan trik sebelumnya posisi yang tepat untuk menahan senjata. Alhamdulillah bidikanku tak jauh meleseat. Kembali pelatuk ku lepaskan untuk tembakan berikutnya sampai peluru yang dijatah sepuluh butir di tangan ku habis. “Waduh enak sekali menembak, rangsangan otak ku bekerja. Emosi ku terlepas…”. Coba lah sekali-lagi belajar menembak, sekalian jaga-jaga untuk diri sendiri kan. Aduh sori provokasi, soalnya keamanan negara kita kan masih jaih dari ekpektasi semua pihak. Takutnya kita yang diem aja malah jadi sasaran empuk. Sesekali buka diri untuk belajar sesuatu yang lain,seperti menembak, waduh sedap betul pengalaman ku ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah tapi masih ada jenis senjata lain yang menanatan seperti AK dan jenis revolver. Teknik membuka dan memakainya juga beda, tatantangannya juga beda. Kalau revolver kan sejenis laras pendek, wah bidiknya juga punya strategi. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-4072925378931016039?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/4072925378931016039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/12/membidik-mangsa-pakai-senjata-serbu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4072925378931016039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4072925378931016039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/12/membidik-mangsa-pakai-senjata-serbu.html' title='Membidik Mangsa Pakai Senjata Serbu'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SUOMI6_8HpI/AAAAAAAAAFw/bPoSNCvumVA/s72-c/senjata-2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-6869691307454957696</id><published>2008-12-13T17:08:00.000+07:00</published><updated>2008-12-13T17:09:07.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>awal usia</title><content type='html'>Di awal usia&lt;br /&gt;semacam titik hujan agak berat &lt;br /&gt;menetes tepat di ubunubun, mengucur kemuka, kemulut, kebadan lalu kehati&lt;br /&gt;dan mengakar sepanjang usia-usia hari&lt;br /&gt;lalu&lt;br /&gt;mengukir lukisan berahi kelam dikulit disela-sela usiaku&lt;br /&gt;diawal usia&lt;br /&gt;kujamah lembut titik hitam itu&lt;br /&gt;sambil kunyah kerikil-kerikil tajam&lt;br /&gt;penuh berahi kulumat&lt;br /&gt;tak lama berselang bersamana dengus nafas hilang dan lelap&lt;br /&gt;cuma sekejap, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;jelang malam datang lagi&lt;br /&gt;diawal usia&lt;br /&gt;kuawali nasib dalm kemelut rimba hati&lt;br /&gt;meretas semak belukar dalam renta irama hidup kanakku&lt;br /&gt;mengolah mimpi disudut persegi kamar&lt;br /&gt;disamping ada nyamuk, kecoa, juga setan&lt;br /&gt;tak sadar aku sudah berada diatasnya&lt;br /&gt;diatas rimba. &lt;br /&gt;busuk&lt;br /&gt;anyir&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;dosa&lt;br /&gt;diawal usia noda itu mencakar bingar ari-ariku&lt;br /&gt;hingga tulang belulang tak mampu berkata apaapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasman&lt;br /&gt;Pekanbaru, Mei 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-6869691307454957696?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/6869691307454957696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/12/awal-usia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/6869691307454957696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/6869691307454957696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/12/awal-usia.html' title='awal usia'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-2607094908138350654</id><published>2008-12-01T23:21:00.000+07:00</published><updated>2008-12-01T23:22:39.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>JARINGAN SENIMAN RIAU (JSR)</title><content type='html'>Pernyataan Sikap&lt;br /&gt;Jaringan Seniman Riau (JSR)&lt;br /&gt;Pekanbaru, 16 November 2008&lt;br /&gt;Mengamati dan menganalisa kondisi kesenian (di) Riau saat ini, maka yang tampak dan mencuat adalah ketidakjelasan orientasi dan kekacauan paradigma. Bahkan berbagai gejala menunjukkan bahwa aktivitas kesenian kita telah masuk ke dalam suasana euforia berlebihan dan histeria perayaan semata, tanpa menukik ke dalam penggalian substansi nilai-nilai kebudayaan. Berbagai lembaga, yang mengusung dan mengatasnamakan seni-budaya, menggelar berbagai iven seni dan budaya yang tumpang tindih dan simpang siur. Kerja kebudayaan, kemudian dimaknai hanya sebatas aktivisme, sekedar seremonial, tanpa konsep yang matang, dengan target yang tak jelas. Kerja kebudayaan, bahkan telah ”diperalat” dan ”ditunggangi” hanya sebagai kendaraan mencapai tujuan-tujuan materialistik belaka. Bahkan belakangan, kerja kebudayaan dimanipulasi secara sangat nyata dan vulgar sebagai media publisitas politik. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, yang terjadi kini bukan mempercepat perkembangan gerak hidup seni-budaya kita, akan tetapi justru menumpulkan hasrat kreatif para pengkarya untuk melahirkan karya-karya bermutu. Kalau pun lahir karya-karya, mayoritas adalah karya-karya yang tidak dilandasi oleh kerja ”serius” untuk menggali capaian-capaian estetika. Maka kemudian lahirlah para ”seniman instan” yang dikarbit oleh sebuah ”sistem berkesenian” yang sakit, yang melahirkan karya-karya musiman, karya-karya pesanan, karya-karya asal jadi. Sistem kesenian yang terlampau cepat membuat orang-orang mengaku dirinya sebagai seniman hebat, sebagai budayawan, sebagai orang yang merasa paham betul ”mengurusi” dunia seni-budaya. Sebab, ”sistem kesenian” ini memang lebih banyak terbentuk dari paradigma kekuasaan yang politis, yang ”melembagakan” kesenian sebagai sebuah lembaga yang tak berbeda dengan organisasi politik. Padahal, sebagai sebuah ruang ekspresi yang mengungkai nilai-nilai kemanusiaan, kesenian tak bisa ”dipenjara” dalam sebuah tafsir tunggal, dalam sebuah dominasi kultural, dalam sebuah otoritarianisme kekuasaan. Salah satu ruang ”pelembagaan” kesenian yang patut kini dipertanyakan peran, fungsi, dan keberadaannya adalah Dewan Kesenian Riau (DKR), Dewan Kesenian Pekanbaru, Dewan Kesenian di daerah-daerah, dan juga Dinas Kebudayaan, Kesenian, dan Pariwisata. &lt;br /&gt;Meski sesungguhnya, tanpa disadari, seniman-seniman mumpuni—baik yang generasi lama maupun baru—dengan kreativitas dan produktivitas tinggi tetap lahir di berbagai ceruk-ceruk daerah yang tak tersentuh oleh publikasi. Mereka seolah tersisih di rumah sendiri. Seniman-seniman tradisional kita misalnya, tetap hidup dalam keprihatinan sosial-ekonomi. Sementara lembaga-lembaga yang terkait, yang mestinya bertanggungjawab dalam pemberdayaannya, terus saja ”menjual” mereka dalam berbagai iven, sebagai ”boneka pajangan yang lucu,” tanpa peduli realitas kehidupan keseharian mereka. Lalu, perhatikanlah seniman-seniman muda kita. Apa kabar mereka? Mereka tumbuh dalam ruang linglung, menyaksikan generasi pendahulu mereka yang membangun ”imperium” mereka sendiri-sendiri. Seniman-seniman muda kita pun kian bingung, ketika dihadapkan pada realitas berkesenian yang tidak sehat, bahkan banyak di antara mereka pun ikut masuk ke dalam labirin yang sesat. Jadi pengekor alias epigon. Jadi pasif, dan tidak kritis. Jadi apatis dan permisif. Jadi pragmatis, dan terlalu cepat puas. Jadi orang-orang yang takut berbuat.&lt;br /&gt;Kini patut digarisbawahi, bahwa tanpa lembaga-lembaga yang tersebut di atas, seniman-seniman tetap tak berhenti berkarya. Seniman-seniman (sesungguhnya) tak terlampau ”berharap” dari lembaga-lembaga tersebut untuk menopang keberlangsungan proses kreatif mereka. Namun, misalnya terkhusus DKR, sebagai sebuah lembaga yang mengatasnamakan kesenian Riau, dan didirikan bersama seniman dan budayawan Riau serta Gubernur Riau, yang berperan sebagai (sebagaimana tercantum dalam Pedoman Dasar DKR): &lt;br /&gt;1.Pemikir dan konseptor kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan keseniaan di Provinsi Riau. &lt;br /&gt;2.Sebagai pelaksana pengembangan kesenian guna membantu Pemerintah Daerah Provinsi Riau melalui langkah-langkah peningkatan kegiatan kesenian, peningkatan kualitas kesenian, peningkatan apresiasi seni masyarakat, peningkatan penghargaan dan kesejahteraan seniman.&lt;br /&gt;Maka sudah barang tentu, mau tak mau, DKR harus mengambil peran yang demikian penting dengan strategi-strategi yang terkonsep, untuk ”mengawal” perkembangan kesenian (di) Riau. Pertanyaannya, apakah kini fungsi dan peran tersebut telah teraplikasi dengan baik dan benar? Siapakah kemudian yang ”mengawal” dengan ketat, cermat, dan kritis jika fungsi dan peran tersebut tak dapat terlaksana secara maksimal? &lt;br /&gt;Demi menunjukan kepedulian dan keprihatinan kami atas kondisi ini, kami para penggiat kesenian, para sarjana/akademisi seni, para pengkarya dari berbagai genre seni di Riau, yang tergabung dalam JARINGAN SENIMAN RIAU memaklumatkan pernyataan sikap sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Menolak diselenggarakannya iven-iven seni-budaya yang menghabiskan dana rakyat yang besar, namun tidak menyentuh kebutuhan-kebutuhan mendasar proses pengembangan karya para seniman dan penikmat seni-budaya. Dan segera evaluasi dan kritisi berbagai iven seni-budaya yang telah dan akan digelar di Riau, terutama yang terkait dengan orientasi kegiatan dan transparansi pendanaannya.&lt;br /&gt;2. Mempertanyakan kembali peran dan fungsi lembaga-lembaga seni-budaya di Riau, seperti DEWAN KESENIAN RIAU (DKR), DEWAN KESENIAN PEKANBARU, DEWAN KESENIAN DAERAH, dan juga DINAS KEBUDAYAAN, KESENIAN DAN PARIWISATA.&lt;br /&gt;3. Mempertanyakan kinerja kepengurusan DEWAN KESENIAN RIAU (DKR), DEWAN KESENIAN PEKANBARU (DKP), dan DEWAN KESENIAN DAERAH (DKD) dalam menjalankan peran dan fungsinya.&lt;br /&gt;4. Menolak ”eksploitasi” lembaga kesenian sebagai kendaraan politik.&lt;br /&gt;5. Menolak kebijakan-kebijakan sepihak yang mengatasnamakan lembaga kesenian macam DKR, DKP, dan DK daerah, yang bertujuan pada kepentingan-kepentingan pribadi. Apalagi yang terkait dengan hal-hal di luar dunia kesenian. Kebijakan, pikiran, tindakan seseorang/pengurus lembaga kesenian, yang tidak terkait dengan dunia kreativitas seni, adalah tidak sama sekali mencerminkan pikiran dan tindakan seniman secara kolektif. &lt;br /&gt;6. Menolak dominasi lembaga-lembaga seni-budaya tertentu dalam memanfaatkan bantuan dana pemerintah untuk pembinaan dan pengembangan seni-budaya, tanpa memberikan peluang bagi lembaga (sanggar/komunitas) yang lain.&lt;br /&gt;7. Segera memberikan perhatian khusus dengan serius kesejahteraan seniman-seniman tradisional di Riau, dan kesejahteraan seniman-seniman (modern) yang tunak dalam berkarya. &lt;br /&gt;8. Menggesa penggunaan dan pengelolaan gedung Anjung Seni Idrus Tintin sebagai tempat para seniman berkarya, dan memberi kebebasan seluas-luasnya kepada setiap seniman untuk dapat memanfaatkan gedung tersebut, tanpa dibebani dengan pendanaan yang besar dan berlebihan.&lt;br /&gt;9. Karena mendesaknya berbagai persoalan kesenian kita yang mesti dibahas dan dicari solusinya, maka kami mengusulkan dan menyetujui digelarnya KONGRES SENIMAN RIAU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, pernyataan ini kami buat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan, untuk menghimpun semangat bersama membangun dunia seni budaya (di) Riau ke dapan menjadi lebih baik dan bermartabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Kami yang menyuarakan dan mendukung pernyataan ini, &lt;br /&gt;JARINGAN SENIMAN RIAU:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jon Kobet, S.Sn (Diskomvis, Rokan Hulu)&lt;br /&gt;2. SPN Marhalim Zaini, S.Sn (Sastra/Teater, Pekanbaru)&lt;br /&gt;3. Hery Budiman (Fotografer, Pekanbaru)&lt;br /&gt;4. Romi AB. S.Sn (Perupa/Film, Teluk Kuantan)&lt;br /&gt;5. Fery A Jaham, S.Sn (Keramik, Pekanbaru)&lt;br /&gt;6. Hukmi, S.Sn. M.Hum (Musik, Pekanbaru)&lt;br /&gt;7. Ibenk Nureska (Teater/Film, Kampar)&lt;br /&gt;8. Husin, S.Sn (Teater, Kampar)&lt;br /&gt;9. Hasan, S.Sn (Teater, Kampar)&lt;br /&gt;10. Jufri HBR, S.Sn (Teater, Kampar)&lt;br /&gt;11. Idrus Min, S.Sn (Kampar)&lt;br /&gt;12. Khalil Zuhdi, S.Sn (Lukis, Kampar)&lt;br /&gt;13. M. Rasyid (Lukis, Tembilahan)&lt;br /&gt;14. SPN Masteven Romus (Perupa, Pekanbaru)&lt;br /&gt;15. Monda Gianes, A.Md. Sn (Teater, Pekanbaru)&lt;br /&gt;16. Abdul Haris, S.Sn (Kriya, Rokan Hulu)&lt;br /&gt;17. Dewi Masruroh, S.Sn (Poster, Rokan Hulu)&lt;br /&gt;18. Taslim (Koba, Rokan Hulu)&lt;br /&gt;19. Suwarno, S.Sn (Kriya, Siak)&lt;br /&gt;20. M. Yulidin, S.Sn (Kriya, Siak)&lt;br /&gt;21. Rio Dwi Suprianto, S.Sn (Lukis, Bankinang)&lt;br /&gt;22. Miranti Mayang Sari, S.Sn (Tari, Pekanbaru)&lt;br /&gt;23. Selamet Rifaldi, A.Md.Sn (Musik, Pekanbaru) &lt;br /&gt;24. Adhari Donora, S.Sn (Interior, Pekanbaru)&lt;br /&gt;25. Alvi Puspita (Sastra, Pekanbaru)&lt;br /&gt;26. Jefry Al Malay, A.Md.Sn (Teater/Sastra, Pekanbaru)&lt;br /&gt;27. Sobirin Zaini (Sastra, Pekanbaru)&lt;br /&gt;28. M. Thariq, S.Sn (Perupa, Pekanbaru)&lt;br /&gt;29. Deby (Keramik, Pekanbaru)&lt;br /&gt;30. Jonrizon (Musik, Pekanbaru)&lt;br /&gt;31. Hary B Kori’un (Sastra, Pekanbaru)&lt;br /&gt;32. Ocu Edi (Kampar, Pekanbaru)&lt;br /&gt;33. Ade (Teater, Rengat)&lt;br /&gt;34. Wetry Febrina (Sastra, Dumai)&lt;br /&gt;35. SPN Arman Rambah, S.Pd (Musik, Pekanbaru)&lt;br /&gt;36. M. Kafrawi, S.S, M.Sn (Sastra/Teater, Pekanbaru)&lt;br /&gt;37. Saridan, S.Sn (Kriya, Tembilahan)&lt;br /&gt;38. Saaduddin, S.Sn (Teater, Pekanbaru)&lt;br /&gt;39. Fransisko Asmino, S.Sn (Kriya, Pekanbaru)&lt;br /&gt;40. Misselia Novitri, S.Sn (Tari, Kampar)&lt;br /&gt;41. Dewi MN, S.S (Sastra/Teater, Pekanbaru)&lt;br /&gt;42. Gde Agung Lontar (Sastra, Pekanbaru)&lt;br /&gt;43. SPN Zuarman Ahmad (Musik, Pekanbaru)&lt;br /&gt;44. Pandapotan MT Siallagan (Sastra, Pekanbaru)&lt;br /&gt;45. Idu Yhaw Amir P (Sastra, Taluk Kuantan—Pekanbaru)&lt;br /&gt;46. …&lt;br /&gt;47. …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan banyak lagi yang akan mendukung pernyataan sikap ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-2607094908138350654?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/2607094908138350654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/12/jaringan-seniman-riau-jsr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/2607094908138350654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/2607094908138350654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/12/jaringan-seniman-riau-jsr.html' title='JARINGAN SENIMAN RIAU (JSR)'/><author><name>Datuk Bertuah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_I98vmfXgPnM/S6bAdzDueLI/AAAAAAAADe4/qEdhuLzSnB4/S220/NanLimo+Bertuah+Avatar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-586052672066573973</id><published>2008-12-01T07:43:00.000+07:00</published><updated>2008-12-01T07:44:12.586+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>tentang siak</title><content type='html'>setiap kali, lewat di sungai yang tak berbapak itu&lt;br /&gt;kembali aku membawa jasadku merantau ke masa lalu&lt;br /&gt;dengan sedikit risau yang mengambang&lt;br /&gt;mengupas kembali cerita-cerita usang dari atuk-atuk&lt;br /&gt;tentang cintanya pada siak&lt;br /&gt;tentang ikan yang rindu pada jaring dan kail&lt;br /&gt;tentang buah getah jadi umpan mujarab ikan-ikan siak&lt;br /&gt;tentang senandung lagu lancang kunig&lt;br /&gt;tentang perahu layar pelepas lapar&lt;br /&gt;tentang jernih air  nan tawar&lt;br /&gt;tentang raja nan semua kaum bangsawan &lt;br /&gt; dalam sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kusangkutkan daguku di bendul-bendul tingkap&lt;br /&gt;dengan birahi ku geluti setiap lekuk tubuh siak nan indah dan menawan&lt;br /&gt;bagai putri kesetubuhi angin sungai yang berhembus&lt;br /&gt;tiada sejengkal pun bibir pantai tak ku titipkan risauku&lt;br /&gt;dan mataku melaju ikuti setiap tepian bibir pantai merah yang kian memucat&lt;br /&gt;dan bakau-bakau hijau yang kian luntur oleh lusuhnya hari-hari&lt;br /&gt;bersama lahirnya kebimbangan baru dalam benakku&lt;br /&gt;mungkinkah sejarah patut kita baca lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara zaman kian merubah nasib sungai siak&lt;br /&gt;handak disebut sungai takut salah dalam sejarah&lt;br /&gt;hendak disebut laut bimbang hilang  tahta bangsawan&lt;br /&gt;dan anyir nasibmu kian menepi dihidung-hidung orang-orang yang menyetubuhimu&lt;br /&gt;mengulitmu di setiap sepanjang siang  yang redup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembang semangi layu ditengah kabut tawa kumbang-kumbang taman&lt;br /&gt;ikan-ikan termangu mendengar  dongeng para nelayan&lt;br /&gt;dalam keruh air &lt;br /&gt;busuk bangkai&lt;br /&gt;besi&lt;br /&gt;logam&lt;br /&gt;limbah&lt;br /&gt;tubuhmu diulit risau sepanjang zaman&lt;br /&gt;masih dapatkah cerita sejarah kita baca lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasman&lt;br /&gt;Pekanbaru, Mei 2007&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-586052672066573973?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/586052672066573973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/12/tentang-siak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/586052672066573973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/586052672066573973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/12/tentang-siak.html' title='tentang siak'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-1431651613365849000</id><published>2008-11-26T17:36:00.003+07:00</published><updated>2008-11-26T17:45:20.233+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Istana Negeri Suluk</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SS0okTlPLJI/AAAAAAAAAFQ/61JGJObn6AA/s1600-h/bahan-2.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 147px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SS0okTlPLJI/AAAAAAAAAFQ/61JGJObn6AA/s320/bahan-2.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272915342917577874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SS0nBAh2FrI/AAAAAAAAAFI/tJ9eosY---8/s1600-h/bahan-3.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SS0nBAh2FrI/AAAAAAAAAFI/tJ9eosY---8/s200/bahan-3.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272913636996028082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu situs menarik di Rokan adalah peninggalan Istana Rokan IV Koto. Bangunannya sedikit menyerupai rumah rumah adat Minang Kabau. Istana ini terletak di belakang tebing sungai Rokan yang curam disekelilingnya baru terdapat perkampungan penduduk Rokan IV Koto di Kabupaten Rokan Hulu. Istana ini sampai sekarang masih digunakan oleh datuk-datuk adat dan ninik mamak di Rokan IV Koto sebagai tempat bermusyawarah rutin. Biasanya ketentuan adat ini untuk mengatur norma norma adat di kampung yang diputuskan tetua-tetua kampung. Rumah di kampung penduduk dan istana bagi masyarakat merupakan bagian bagian satu kesatuan yang mengikat. Ada istilah masyarakat yang masih mentradisi sampai sekarang yakni areal “awuo nan bobeleng” atau “koto ruang” bagian yang tidak memisah antara rumah adat disekitar sini dengan istana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Istana Rokan IV Koto berupa rumah panggung, ditopang kontruksi dari kayu dengan ornamen ukiran yang khas. Bentuk ukiran ini lebih sederhana dan sangat tua umurnya. Di mungkinkan ornamen di Koto ini lebih tua dari ornamen rumah gadang di Minang Kabau. &lt;br /&gt;Bagain atap rumah terdiri dari bumbung yang bertingkat. Bumbung yang pertama berrbentuk jajaran ginjang kemudian yang diatasnya terdapat anjungan yang bentukan atap melengkung seperti rumah gadang di minang kabau. Hanya saja bedanya pada lisplangnya terdapat ukiran yang membedakan identitasnya dengan rumah gadang. Pada benduo istana ini ukirannya membentuk kepala naga. Uniknya lagi semua tiang yang menjadi penopang rumah juga diberi ukiran dari kayu yang tebal.&lt;br /&gt;Kalau melihat rumah ini saya sedikit membandingkan dengan “rumah lontiok” di Bengkinang hampir sama. Ukiran-ukirannya mendominasi di beberapa bagian seperti risplang, bagian bendul tepat dibawah pintu masuk ke sorompu istana pintu masuk, snjungan istana, dinding beranda dan tiang. Ukiran ukiran ini ada bawaan istana asli maupun ada yang dimodifikasi. Hasil modifikasi ini yang masih menjadi pertanyaan apakah sudah sesuai dengan identitas asli istana. &lt;br /&gt;Selain istana Rokan di Rokan Hulu yang dikenal dengan negeri seribu suluk ini masih menyimpan ratusan khasanah yang memukau. Terdapat enam air terjun landasan yang terletak di Rokan Koto IV dan Kubang Buayo, ada lagi situs kerajaan rokan atau tambusai, benteng tujuh lapis dan rumah adat yang unik yang ada di beberapa daerah disini. (Es beno—dari berbagai sumber) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-1431651613365849000?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/1431651613365849000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/istana-negeri-suluk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/1431651613365849000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/1431651613365849000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/istana-negeri-suluk.html' title='Istana Negeri Suluk'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SS0okTlPLJI/AAAAAAAAAFQ/61JGJObn6AA/s72-c/bahan-2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-421289932222085425</id><published>2008-11-26T17:30:00.000+07:00</published><updated>2008-11-26T17:33:08.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Batu Kenangan</title><content type='html'>Setapak melangkah&lt;br /&gt;berat pula wajah hendak menoleh&lt;br /&gt;terasa belum terlalu lama kita dengan suana itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi jangan bimbang&lt;br /&gt;akan ku titipkan pesan lewat aksara yang ku gores&lt;br /&gt;biarkan di baca dalam tawa&lt;br /&gt;asalkan tak meleleh bagai lilin&lt;br /&gt;meski panas sengati subuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum lama galau tawa itu&lt;br /&gt; berangsur meredup&lt;br /&gt;mentari mulai menyanggah bahu&lt;br /&gt;dan layar senja mengembang&lt;br /&gt;lalu hari kian rembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;tapi jangan galau&lt;br /&gt;telah ku pahat batu jadi kenangan&lt;br /&gt;juga dengan goresan kata&lt;br /&gt;juga relief wajah&lt;br /&gt;ku letakkan di paling muka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasman&lt;br /&gt;Sungai Pakning. 18 Desember 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-421289932222085425?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/421289932222085425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/batu-kenangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/421289932222085425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/421289932222085425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/batu-kenangan.html' title='Batu Kenangan'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-5628582654871858364</id><published>2008-11-20T18:45:00.003+07:00</published><updated>2008-11-20T18:56:38.670+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Mahligai Kerajaan Indragiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSVQBLBWBcI/AAAAAAAAAFA/WHPnMMg-Qps/s1600-h/istana-indera.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 204px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSVQBLBWBcI/AAAAAAAAAFA/WHPnMMg-Qps/s320/istana-indera.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270706919975552450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusuri tepian Sungai Inderagiri bertembunglah kita dengan Kota Rengat. Rengat memang terkenal dengan kota Sejarah. Dulu disini terbangun sebuah kerajaan, kerajaan ini sama namanya dengan nama sungainya yakni Indragiri. Kerajaan Inderagiri ini asal muasalnya dari kerajaan Keritang.  Di perkirakan pembangunan kerajaan kritang ini pada abad ke XIII. Kemudian kerajaan berpindah pindah setelah berganti pusat kuasa.&lt;br /&gt;Kerajaan indregiri dibangun sultan Indregiri yang bernama Paduka Maulana Sri Sultan Alauddin Iskandarsyah Johan Zikrullah Fil Amin atau bergelar Raja Narasinga II. Selain istana sultan Raja saat itu juga membangun rumah pribadi yang sekarang dikenal dengan rumah tinggi kampung gadang. Istana inderagiri ini dikenal juga dengan sebutan istana mahligai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                          &lt;br /&gt;Bekas bangunan kerajaan Inderagiri yang dulu memang tidak ada lagi. Akibat lapuk dan kena abrasi sungai, istana Inderagiri lesap. Berbekal sebuah foto istana yang kabarnya didapat di perpustakaan Leiden Belanda. Maka atas informasi tersebut pemerintah Dearah Inderagiri Hulu (Inhu) kemudian melakukan pembangunan kembali duplikat kerajaan Inderagiri ini. Bangunan ini berdiri sekarang berdiri megah didepan kolam raja di Rengat. Tak jauh dari duplikat istana Inderagiri ini, dulunya kerajaan asli Inderagiri berdiri.&lt;br /&gt;Ciri-ciri khas bangunan baru dengan foto yang mengabadikan kerajaan Inderagiri lama dibuat serupa. Tak ada yang tertinggal, seperti bentuk dan lambang yang ada di istana. Salah satunya burung elang dan juga seekor singa yang didirikan di beberapa titik istana. Sangat mirip dengan bawaan aslinya.&lt;br /&gt;Di dalam ruangan istana, tidak ada hal yang khas. Bentuknya minimalis, dari ruangan satu dengan bilik-bilik tempat raja. Jika dibandingkan dengan istaa kerajaan Siak Sri Inderapura, ruangan dan bilik bilik di istana indergiri ini sangat kecil. Peninggalan-peninggalan raja disini juga tak seberapa banyaknya. Minimnya peninggalan kerajaan ini akhirnya membuat istana ini hanya diisi dengan foto-foto raja zaman dahulu.&lt;br /&gt;Salah satu foto yang dipajang di istana ini adalah foto Syekh atau tuan guru Syek Abdurahman Sidiq. Syekh yang terkenal di Inderagiri ini berasal dari Kalimantan. Menurut sejarah yang ada t inilah yang berda’wah dan menyebarkan agama Islam di Inderagiri—Ingsalaah dilain kesempatan situs ini akan memaparkan bagian tersendiri tentang penda’wah yang tenar di Inderagiri ini—beliau mangkat di Kampung Sapat tepatnya di Desa Hidayat Kecamatan Kuindera Sapat Inderagriri Hilir. Makamnya sering dikunjungi masyarakat.&lt;br /&gt;Salah satu peninggalan kerajaan Inderagiri yang masih bertahan adalah mesjid raya Rengat. Mesjid ini berumur ratusan tahun. Sultan yang mendirikan mesjid ini bernama Sultan Toguk, kabarnya mesjid ini dibangun seiring pindahnya kerajaan inderagiri dari Japura. Uniknya di mesjid ini terdapat sebuah mimbar yang memiliki ukiran yang khas. Kabarnya mimbar ukiran batu ini didatangkan dari Cina. Di kelilingi ukiran dengan motif-motif tertentu dan kaligrafi yang indah. (es. beno dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-5628582654871858364?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/5628582654871858364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/mahligai-kerajaan-indragiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5628582654871858364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5628582654871858364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/mahligai-kerajaan-indragiri.html' title='Mahligai Kerajaan Indragiri'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSVQBLBWBcI/AAAAAAAAAFA/WHPnMMg-Qps/s72-c/istana-indera.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-1847733728676491417</id><published>2008-11-20T18:34:00.001+07:00</published><updated>2008-11-20T18:43:39.304+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng Kita'/><title type='text'>Bismimu Gaduh</title><content type='html'>Es.beno&lt;br /&gt;Selayar gamis kau pakai pada hari itu, padahal kau tidak di tanah Arab, melainkan di Indonesia yang sejak dulu leluhurmu suka bertelanjang badan. Orang Jawa menyebutnya tanah luhuran. Tanah yang tak hanya harus dihormati, namun lebih dari itu. Leluhur bukan hanya soal jasad yang sudah tiada, tetapi soal karma yang hadir saat ini. Ia mempengaruhi nasib hari ini, semacam reinkarnasi. Makanya ia tak bisa diremehkan, harus dielukan, walaupun jasadnya telah tiada. Benarkah?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan pakaian ini kau tampak tampan, dilengkapi dengan blankon putih dan ikatan sorban yang kau lilitkan di kepala. Saat berkaca, senyum simpulmu yang manis tersungging. Menguntit kekaguman. Perlahan kakimu kemudian melangkah. " Bismillahi tawakkaltu ilalallahu lahaw lawalla," bisikmu lirih. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampailah kau di deretan orang-orang yang menjadi tujuanmu. Disini sapaan anehpun bercampur baur menyerangmu. Seumpama nabi, kau tetap tabah, kau yakin dengan apa yang kau lakukan. Cemoohan tak kau hiraukan, wajah-wajah dongkol itu malah kau dekati. Inilah cirimu, menerima tantangan tanpa takut, tanpa rasa dan tetap berkeyakinan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berkisahlah dirimu dengan banyak orang tentang apa yang terjadi saat ini. Cerita tentang alam, rusaknya tatanan dan berderet kisah perih kau tatarkan pada para pendengarmu. Kata-katamu sedaya upaya kau paksakan masuk ke genderang pemikiran dan pendengaran. Berulang kali, panjang lebar sampai kata-kata itu menyentuh hati. Karena kau yakin hatilah kunci segalanya, pemilik sebenarnya jiwa raga seseorang. Dia ibarat lobus temporal pada inti atom, yang akan memancarkan gelombang elektromagnetik sehingga membuat lintasan gerakan yang mampu membangkitkan energi yang maha dahsyat. Dan kau yakin itu, terus yakin dengan segala ketabahan jika apa yang kau lakukan malah berbuntut gunjingan kepadamu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka semua yang kau lakukan berarti ketidak pedulian,  kau hanya berharap hatinya akan berubah seperti hatimu dan pemilik hati menyambutnya dan memutarbalikkan sesuai fitrahnya. Bukankah jasad ini belum jadi mayat, begitukah pikirmu? "Maaf tuan jika ada kesalahan, itu salah lisanku yang hina ini, tapi jika benar ini semata dari Tuhanku. Aku senang pertemuan ini," penutup dalilmu kau tujukan pada anak muda yang sedari tadi di depanmu. Yang sedang sibuk berbenah, menyortir rongsongkan perkakas elektronik yang mau diperbaiki. "Apa tuan tidak mendengarku?" panggilmu. Anak muda itu menoleh, matanya menyusuri gaun gamis yang sudah lusuh yang kau pakai, kemudian ia mengangguk, memastikan. Tak lama bibir anak muda ini berucap, "Maaf Pak, aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan, aku tak mengerti." Kau terkejut dengan ucapannya. ”Bukankah aku lafalkan tadi ayat-ayat Alqur'an kau tak mengenalnya,” desakmu. Nadamu meninggi. Anak muda itu kembali berujar, "Jangankan wiritanmu itu, aku sendiri tak mengenal siapa Tuhan sebenarnya. yang membuat bencana yang kau sebutkan, yang menyediakan surga, yang melaknat manusia, yang kemudian menyanjung siapa yang dikehendakinya, siapa yang tahu itu murka dari yang Maha". Matamu terbelalak, kau pertanyakan dimana iman orang di depanmu itu, kau terpana. "Maaf tuan, apa tuan beragama sama dengan ku?" Anak muda itu mengeryitkan dahinya, sunggingan senyum nya melebar. "Maaf tidak, Pak. Siapa yang kau kira beragama saat ini, bukankah itu dilakukan oleh mereka untuk cari selamat dirinya saja, bagi makhluk-makhluk tak percaya diri. Bukankah agama saat ini hanya dijadikan alasan menapak status belaka, biar diterima di masyarakat. Kau sebutkah mereka beragama? Padahal Tuhan mereka entah siapa. Aku rasa  beda, bukankah sikap menggambarkan makna keyakinan? Dan aku rasa kau juga. Kau lakukan ini  karena kau miskinkan? Karena kau tidak punya pekerjaan? Benarkah bukan agama yang mengawalinya?" Kau terdiam, walau lama kau dengarkan repetannya. Sesudah itu kau tinggalkan.&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;            Alangkah malangnya nasib bangsa&lt;br /&gt;            alangkah tidak tahu siapa diri mereka&lt;br /&gt;            yang tidak paham di mana mereka berada&lt;br /&gt;            dan tidak tahu kemana mereka pergi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            alangkah malang nasib bangsa&lt;br /&gt;            yang buta matanya tak sembuh-sembuh&lt;br /&gt;            yang membuang-buang kebenaran&lt;br /&gt;            yang membenar-benarkan kebatilan&lt;br /&gt;            yang sibuk mencurigai kebaikan&lt;br /&gt;            dan mengulum-ngulum kebusukan&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;            ampun ya ampun alangkah malang&lt;br /&gt;            nasib, bangsa yang ilmunya kesesatan&lt;br /&gt;            dan ruhnya kegelapan&lt;br /&gt;            yang sekolahnya kebodohan&lt;br /&gt;            dan teknologinya kemubaziran&lt;br /&gt;            yang organisasinya penghancuran&lt;br /&gt;            dan pembangunanya kesia-siaan&lt;br /&gt;            yang ideologinya halusinasi&lt;br /&gt;            dan informasinya kebohongan*1)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kerlingan ingatanmu terhadap anak muda kemaren sore itu sungguh menusuk daya pikirmu, di depan kacamu yang retak kau perhatikan lagi wajahmu yang separuh abad ini, kau heran. Tak pernah terlintas pikiranmu tentang apa yang pernah kau dengarkan. Penolakan kebenaran. Penghilangan kepercayaan akan Tuhan ada didekat telingamu. Sudah serendah inikah kepercayaan orang-orang di sekitarmu? Marasuk dikotamu yang kecil, tanah melayu ini. Apakah ini kibasan alaf baru yang didengungkan pada dasawarsa  abad XIX. Saat engkau baru membelalakkan mata, dan hal Itu sudah ada. Marxismekah ini, sosialiskah, liberaliskah atau anak ini hanya mencoba menyetir keortodokan orang-orang disekitarmu? Dan mungkin dirimu. Matamu menerawang, mencari cari serasa Ibraham melihat keluar masuknya bintang dan bertanya siapa penciptanya, seperti Muhammad yang berkurung di Hira bertahun-tahun meyakinkan memang ada sang pencipta. Dan coba meneruskan jalan kebenaran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan gusar dirimu melihat anak muda itu. Apakah ia Sujatmiko*2) yang diduga  tak percaya adanya Tuhan itu. Atau iakah Muhidin*3) atau Dan Brown*4) sang manusia penggelitik ritual ketuhanan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;****&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Siang hening sesudah mengaso, kau rapalkan lagi wiritanmu. Tak lama kau keluar dari bilik kamarmu, warta semilir terdengar. Si Tipan diduga korupsi sekarang diadili. Tipan adalah sang guru yang sudah bertitel haji, yang pernah  memakai gamis ihram yang mulia. Ah bosan aku mendengar ini. Sudah tabiat di negeri formatur ini. Yang menganut agama, tapi tak sadar apa yang jadi Tuhannya. Kepercayaannya adalah buah bibir. Dimana agama mereka? Simbol sajakah semua? Dan apalah artinya itu, bukankah simbol kadang jauh dari makna, seperti Nazi yang mengambil simbol dari swastika agama Hindu atau agama Kristian yang mengambil simbol dari Mesir. Ah simbol tak jauh dari kamuflase saja. Bukankah tak hanya manusia yang berakal yang mampu melakukan ini? Banyak benda hidup lainnya yang laku berkamuflase untuk bertahan hidup. Simbol susah dikuak bukan? Robert Langdon saja, simbolog tersohor dunia pernah gaduh menguak simbol iluminasi yang diyakini pemilik sang pemuja setan, padahal intinya terkumpul dari para cendikiawan pencari kebenaran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Malam pekat. Berita lain kau dengar, berita yang lebih mengerikan. Wak Idol dikeroyok warga, mau dibunuh, dan harus dibunuh. Perilakunya begitu bejat. Anak gadis semata wayangnya tenyata dimakannya, ditindih sepuas puasnya. Pahahal tulangnya tak lagi kuat menahan nafsu yang lesat meradang itu. Otaknya seperti tak jalan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan kau pun berlari, mau memastikan warta yang cuap-cuap dari mulut ke mulut itu, sedigital telematika itu. Dan kenyataannya, berita itu benar. Wak Idol pun sudah dihajar, lebam matanya. Darah meleleh dari dua belah matanya, kakinya lemas. Namun rencana pembunuhan sempat terhalang, dua polisi bergegas datang. Permintaan warga untuk mengadili yang disangka bejat ayal terhalang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kau mendekat, mendekati Wak Idol yang semaput menahan sakit. Celaka, ia tersenyum tersungging. Merasa benar dengan apa yang sedang ia lakukan. ”Astagfirulllah Dol, aku tak nyangke ini kau lakukan,” kau bergeleng dan melafalkan itu berkali-kali. Wak Idol tersungging. Bibirnya berucap, ”Apa yang harus kulakukan, coba kau jawab. Haruskah anak Udin penjual cidi tu yang harus ku ganyang, haruskah anak Simat yang selayarnya terdedah di jalan itu yang aku paksa, aku hanya bisa..”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Plekkkkk...kau tampar bedebah di depanmu sekuatnya. Wak Idol terdiam. Matanya terbelalak, darahnya keluar lagi. Dan polisipun mencegahmu. Menyelamatkan Wak Idol yang sekarat. Suara warga gaduh, saling menggerutu polisi. Ingin mencengkeram Wak Idol. Mereka tak ubah juga dengan si jalang, buas tanpa sadar.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Malam hening yang menusukkan  pori-pori arimu dengan kedinginan, di medionya  kau kembali berpikir. Kau salah sangka selama ini, ritual spiritual hanya sebuah kedok. Bukankah Bang Idol tiap malam jum’at ikut wirid? Bukankah Tipan Haji itu juga  pengurus masjid? Betul juga pemuda gondrong yang kau lihat beberapa waktu lalu. Banyak orang bertuhan tidak pada satu zat, bertuhankan pekerjaan, bertuhankan uang, bertuhankan jabatan, bertuhan pada kesombongan diri sendiri dan semua yang jadi tujuannya. Dan apa yang dilakukan dirimu? Hanya membesarkan ritual spiritual itu kah? Hanya dengan bermodal gamis kau tiupkan ayat-ayat mulia Tuhan? Bukankah kau khalifah, sang penguasa yang dituntut banyak berbuat? Tidak hanya berperbankan gamis, kopiah, jambang, peci, dan gelar haji. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Batinmu gaduh, diobok-obok alam pikiranmu yang rada pikun. Ragukah kau akan jalanmu?  Kau ambil kacamu kembali. Kau cukur sehabis habisnya jambangmu. Kau tak lakukan  ritual saban harimu dengan membaca wahyu terakhir yang dibawa Jibril pada nabimu. Kau berpikir hanya ingin bertemu Tuhan, bertemu dan bercerita banyak tentangnya, tentang kebenaran sebenarnya. Tanpa gamis, tanpa sorban dan membopong kebenaran hakiki, punyakah anak muda itu jalan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sepaginya, tergopoh-gopoh engkau menyetop angkot yang beredar di kotamu, yang kau inginkan tentu menuju suatu jalan. Jalan yang seminggu lalu dimana kau ditatar dengan sebuah pertanyaan. Diperempatan gang itu, terhimpit pasar kota kau merengsek kesana. Sejurus matamu menatap dalam si pemuda jangkung itu. Kau ucapkan kata-kata sapaan, pemuda itu biasa saja. Senyumnya juga tak istimewa. ” Bisa aku bantu pak?” tanyanya. Kali ini sebuah televisi yang ia otak-atik. ”Mau menghantar atau mengambil?” tanyanya lagi. Kau terdiam agak lama. ”Maaf tuan, mungkin kau lupa. Aku pernah bertemu denganmu, sepekan yang lalu,” kau berpikir dungu. Membatin apa yang terpikir si pemuda itu. Mungkin ia lupa dengan diriku, yang sepekan lalu datang dengan gamisku, berparas jambang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;”Ya ya, aku ingat siapa bapak? Kau..” ia menerka. Dan kau tertawa, Menggelegar tanpa makna. ”Apa hajatmu, kau ingin menceramahiku?” ungkapnya datar. Kau terdiam dibalas dengan kernyitan dua bahumu. ”Aku hanya bertanya,” jawabmu lirih. Tak lama dia membalas, ”Tentang apa, tentang pekerjaankah atau tentang alat-alat inikah?” ia menduga-bertubi-tubi. ”Tidak tuan, aku hanya ingin tahu apa keyakinanmu, ketika kau katakan kau bingung siapa Tuhanmu.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;”Ehm,” dia berdehem. Lalu bertanya beberapa hal yang diharapkannya kau berpikir.  ”Jika semua mengaku Tuhannya yang paling benar, bagaimana saya memilihnya, dan saya tentu bingung memilih siapa Tuhan yang berhak aku putuskan menjadi Tuhan.  Dan aku merasa seram ketika semua orang mengatakan ini jalan yang benar namun berbalik saling menghujat. Kebiasaan yang terus dipelihara, diternak dan beranak pinak tidak pernah ada jalan penyelesaian,” ungkapnya menggelitik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;”Kau masih mau tahu siapa Tuhanku pak,” diapun berucap bahwa dia ingin bertuhan seperti nabimu. Tapi siapa yang bisa merafalnya dengan jelas. Tapi bukankah jalannya sudah kabur, banyak diramu dengan saweran ketika menyajikan ucapanya, bukankah syair sucinya untuk pemanis kidungan wiritan saja, siapakah makhluk yang bisa dipercaya sekarang? gugatnya. Dirimukah bapak? tanyanya. Dia tidak percaya. matanya penuh selidik dan bertanya kembali, ”Bukankah kau sudah terjebak kebiasaan saja?” Dia minta kau jawab itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kau tak jawab seketika, kau hanya terdiam. Yang kau cari jauh dari harapan. Pemuda ini memang sedikit bajingan, ia terus terang tidak kenal dengan Tuhannya. ”Lamat-lamat kau berpikir kau pun berbuat sesuatu,” cakapmu berbaur jadi sebuah wejangan. Kau ajak dirinya bercerita lebih panjang, tentang makna Tuhan, makna kebenaran yang menguat untuk dilakukan. Kau biarkan ia bercerita, melintas dunia dan akhirat dengan sebuah pemaknaan, pengungkapan simbol-simbol kehidupan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampailah kau dan dia mengambil makna dari kebiasaan yang kau lakukan di hadapanmu. Ketika kau sentuh perkakas elektroniknya itu, yang di intinya kau bahas ada aliran yang membentuk lingkaran lintasan. Kau ajak dia berpikir bukankah ini lintasanya istimewa. Kau sadarkan ia dari bagian terkecil zat benda itu, ”Bukankah itu namanya elektron?” tanyamu. ”Tahukah kamu elektron ini berputar membentuk searah jarum jam? membentuk 3600? Bukankah gerakan ini sama  seperti orang berhaji mengelilingi ka’bah, kewajiban yang dipersuruh oleh Tuhan pada Ibrahim, bukankah sama  putarannya dengan bumi yang bisa dilihat dari berbagai teori galaksi bahkan teori tercanggih tentang galaksi saat ini? Bukankah putaran alam ini semua sama seperti teori bintang Hobble yang fenomenal itu? Putaran galaksi ini sama sekali tidak meleset gerakannya seperti gerakan ritualmu ketika kau sholat yang diwajibkan Tuhan, perwujudan sembahmu itu? Bukankah ada yang Maha Penggerak dan pengatur disini, dan dipastikan ia tentu zat yang mestinya satu*5)?” Rentetan pertanyaan itu tiba tiba saja keluar dari lisanmu, padahal semula otakmu tak memikirkanya. Yang semula hal tersebut tak kau pahami, tak juga ia pahami dan tak mereka pahami. Pahamkah engkau kini tuan, kalau tuhanmu banyak, kalau tuhanmu elektronik ini, mampukah ia punya insting yang sama dengan alam? ”Ya, sungguh benar, tetapi kenapa kau tanggalkan gamismu bapak?” tanyanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;”Dan tidak bertaqarrub (mendekat) kepada-Ku seorang hamba-Ku. Dengan suatu yang lebih kusukai dari pada menjalankan kewajibanya. Dan tiada henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan perbuatan sunah –sunah nafilah, Sehingga Aku mencintainya. Dan Aku sesudah mencintainya, Aku menjadi pendengarnya, yang ia melihat dengannya, dan Aku menjadi tangannya yang ia pergunakan untuk bertindak, dan Aku menjadi kakinya yang ia berjalan dengannya. Jika ia meminta dengan-Ku, niscaya Aku beri. Dan jika meminta perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku akan melindunginya.*6) (Prapto/BM) Mahasiswa Faperta Unri &lt;br /&gt; pernah dipublikasikan di Surat kabar Kampus Bahana Mahasiswa dan di website www. Bahanamahasiswa.org&lt;br /&gt;*1) Kutipan Puisi Emha Ainun Najhib, dari buku Doa’ Mencabut Kutukan, Tarian Rembulan Kenduri Cinta. Sebuah trilogi.&lt;br /&gt;*2) penulis Sosialis Indonesia &lt;br /&gt;*3) penulis trilogi. Salah satunya Tuhan Jadikan Aku Pelacur&lt;br /&gt;*4) penulis best seller internasional Da Vinci Code, Malaikat dan Iblis&lt;br /&gt;*5) terilhami dari buku ESQ Power, Ary Ginanjar Agustian&lt;br /&gt;*6) Hadis Qudsi, HR Bukhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-1847733728676491417?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/1847733728676491417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/bismimu-gaduh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/1847733728676491417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/1847733728676491417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/bismimu-gaduh.html' title='Bismimu Gaduh'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-5778997441521051009</id><published>2008-11-19T19:17:00.002+07:00</published><updated>2008-11-19T19:24:02.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Pendakwah Kalimantan Di Istana Inderagiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSQFQescfpI/AAAAAAAAAEg/oTEi4HMaAL0/s1600-h/sapat-1.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 257px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSQFQescfpI/AAAAAAAAAEg/oTEi4HMaAL0/s320/sapat-1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270343244605849234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSQExWubbrI/AAAAAAAAAEY/LHRtvpyfVUU/s1600-h/syeh-sapat.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSQExWubbrI/AAAAAAAAAEY/LHRtvpyfVUU/s200/syeh-sapat.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270342709890739890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Es.beno (komunitas bangas bersorak)&lt;br /&gt;Orang menyebutnya Syekh Sapat atau Tuan guru Sapat. Makamnya berada di Desa Hidayat kecamatan Kuindera Sapat Inderagiri Hilir. Nama lengkapnya adalah Syek Abdurahman Sidik. Foto asli almarhum terpajang didalam istana sultan Inderagiri. Pengaruh ulama ini memang besar, sebagai penda’wah Syeh Sapat juga dinobatkan oleh raja Inderagiri sebagai mufti kerajaan—pemimpin agama di kerajaan—Inderagiri. Putusan-putusan tertinggi tentang agama di kerajaan Inderagiri merupakan tanggung jawabnya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Inderagiri yang menjadikannya mufti pada masa Sultan Mahmud. Sultan sangat terkesan dengan kepandaian dan kebijaksanaanya. Kabarnya, karena Syek Abdurahman bisa menyesaikan sengketa masyarakat kala itu, berbekal ilmu itu Syek Abdurahman ditasbihkan menjadi mufti. &lt;br /&gt;Menjadi mufti kerajaan tak serta merta sang Tuan Guru tinggal dilingkungan kerajaan. Karena saat Sultan menawarkanya menjadi mufti, salah syarat yang ia minta adalah tidak tinggal di lingkungan kerajaan. Sampai meninggal Syekh Abdurahman menetap di Desa ini. &lt;br /&gt;Beliau merupakan anak dari Syek Muhammad Afif. Seorang alim ulama asal Kampung Dalam Pagar Martapura Kalimantan Selatan. Makanya nama lengkap Syek Abdurahman Adalah bin Muhammad Afif Albanjari. Tulisan ini jelas dipajang difoto peninggalan kerajaan di Istana Inderagiri.&lt;br /&gt;  Masa kecil beliau tinggal di Kalimantan. Beliau pernah belajar agama di Sumatera Barat, Mekah dan Jawa. Kabarnya beliau pernah merantau juga Ke Johor, Malaysia  dan menjadi mufti kerajaan disana. Tahunnya tercatat tahun 1900 Masehi. Dari sini beliau diajak temanya untuk berda’wah di Inderagiri. &lt;br /&gt;Sebagai seorang ilmuan agama, ia pun menuangkan karya intelektualnya dalam bentuk tulisan dalam kitab. Ada enam belas kitab yang ditulisnya termasuk salah satunya syair ibarat dan khabar kiamat yang ditulisnya. Karya karya Syek Abdurahman ada yang berupa kajian tasawuf dan ketauhitan. &lt;br /&gt;Beliau tutup usia pada tahun 1940 masehi. Tepatnya pada anggal 13 Sya’ban 1358 hijriah. Makam beliau sering dikunjungi oleh warga sekitar maupun dari luar daerah. Bahkan makan tuan guru ini sering juga didatangi warga dari luar negeri.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-5778997441521051009?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/5778997441521051009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/pendakwah-kalimantan-di-istana.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5778997441521051009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5778997441521051009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/pendakwah-kalimantan-di-istana.html' title='Pendakwah Kalimantan Di Istana Inderagiri'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSQFQescfpI/AAAAAAAAAEg/oTEi4HMaAL0/s72-c/sapat-1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-7524807652048284059</id><published>2008-11-19T19:14:00.000+07:00</published><updated>2008-11-19T19:16:25.294+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Sebelum Dentang Jam yang Terakhir</title><content type='html'>ahai....sebelum anyir nasib menyelimut tidur&lt;br /&gt;sebelum kuas dan kanfas tak lagi hendak menyatu &lt;br /&gt;dalam adukan warna-warni tinta&lt;br /&gt;sebelum nyanyian burung berubah ngaum &lt;br /&gt;dan tangisan menyerupai desing dan deru peluru-peluru buta&lt;br /&gt;tolong!!&lt;br /&gt;selamatkan daku dari haru ini&lt;br /&gt;selamat kami dari dera ini&lt;br /&gt;dari bongkahan  kemarahan jagad&lt;br /&gt;dari murka alam&lt;br /&gt;dari itu&lt;br /&gt;dari ini&lt;br /&gt;dari entah&lt;br /&gt;dan dari mana&lt;br /&gt;dari semua arah yang hingga kini tak dapat kami elakkan&lt;br /&gt;mandi air mata&lt;br /&gt;minum air mata&lt;br /&gt;dari segala lubang &lt;br /&gt;dari segala sudut&lt;br /&gt;dari segala kabut&lt;br /&gt;jadi darah&lt;br /&gt;ahai....sebelum anyir nasib membasuh tubuh renta kami&lt;br /&gt;sebelum aku, kami, sebelum kau, sebelum kamu,&lt;br /&gt;sebelum kita&lt;br /&gt;dalam banjir darah dan air mata,......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasman (komunitas bangas bersorak) &lt;br /&gt;Pekanbaru, Mei 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-7524807652048284059?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/7524807652048284059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/sebelum-dentang-jam-yang-terakhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/7524807652048284059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/7524807652048284059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/sebelum-dentang-jam-yang-terakhir.html' title='Sebelum Dentang Jam yang Terakhir'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-5188456656921081034</id><published>2008-11-18T12:22:00.001+07:00</published><updated>2008-11-18T12:24:06.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Dedap</title><content type='html'>Ketika budak jelata itu bersumpah&lt;br /&gt;Mengehentak niat menyusun langkah&lt;br /&gt;Layar badai, memebentuk jagat&lt;br /&gt;Memburu datang siang dan malam&lt;br /&gt;Janganlah patah arang wahai kau Dedap&lt;br /&gt;Ibumu menunggu dipagut harap&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ingat kau buah kelat, buah pedade itu &lt;br /&gt;Sering kau telan pengganti makanan&lt;br /&gt;Renta tangan ibumu tak sanggup lagi mengayunkan lengan &lt;br /&gt;Mencari kayu baker membesarkanmu bujang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terang langit di ufuk barat &lt;br /&gt;Terlihat dengkat sepicing mata&lt;br /&gt;Tapi pernahkah kau tatap&lt;br /&gt;Dua ruas tangan ini tak sanggup menggapainya Tuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah Dedap &lt;br /&gt;Cobalah randah balik hatimu&lt;br /&gt;Ingatkah kau pangkal haluan&lt;br /&gt;Ibumu berharap anaknya pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dedap jaya bangsa bermarwah&lt;br /&gt;Tak mungkin nista dihimpit papa&lt;br /&gt;Mungkinkah najis banggga ku dulang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh congkak dirimu Dedap&lt;br /&gt;Membusung dada bermata kalap&lt;br /&gt;Lupakah kau asal dirimu&lt;br /&gt;Dari rahim seorang ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah terbuai irama dunia&lt;br /&gt;Terdengar manis membuat lena&lt;br /&gt;Tapi bukankah hidup ini permainan belaka&lt;br /&gt;Jika telah usai kemana lagi kau bersandar Tuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Es beno (komunitas bangas bersorak)&lt;br /&gt;Puisi  ini pernah dipublikasikan di koran kampus Bahana Mahasiswa Unri edisi Januari 2008) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-5188456656921081034?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/5188456656921081034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/dedap_18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5188456656921081034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5188456656921081034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/dedap_18.html' title='Dedap'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-5387242063936750885</id><published>2008-11-17T09:29:00.002+07:00</published><updated>2008-11-17T09:43:28.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng Kita'/><title type='text'>Ayah</title><content type='html'>Apalah artinya manisnya mangga, jika elok diluar busuknya di dalam? untuk mendobrak segala sesuatu, kita selalu berharap yang terbaik, namun kita tak pernah memikirkan apa yang kita miliki. Ikutkan resam kedondong, licin di luar, penuh serabut yang merumitkan. Bila demikian, resam apa yang hendak kita ikutkan? resam mangga kah? atau resam kedondong?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kapal tangker itu berlabuh tepat di dekat perairan kampong tempat tinggalku, anjungan yang tinggi, dengan cerobong asap yang menjulang, juga pekikan kelakson kapal menambah kesibukan kehidupan di kampungku. Tambah lagi irama merdu walet berkicau dan akhirnya hinggap dirumah-rumah megah buatan tangan manusia. Persis hotel berbintang, perumahan walet dibangun tanpa harus resah merogoh saku ratusan juta rupiah bahkan sampai berhutang. Bisnis, selalu saja harus berani berspekulasi, tak kira nanti untung atau rugi. Hatiku membual dalam kesibukan.&lt;br /&gt;Toko-toko kecil, jual alat rumah tangga hingga ke  toko pakaian, berderet ditepi jalan, para pengojek tak lupa pula mengikuti aturan yang telah ditentukan sesuai dengan antrian. Siapa yang datang duluan maka dialah yang dapat rezeki duluan. Hal ini berlangsung bebarapa bulan, sebelum “Honda” sebutan lazim orang-orang kampung mulai banyak. Orang-orang kampung tak tau benar dengan spesifik merek motor. Mereka hanya tau semua kendaraan bermotor roda dua disebut dengan Honda. Tapi itu tak jadi buah pemikiranku. Memang kehidupan selalu terikut budaya yang pertama kali berkembang. Tidak hanya dikampungku yang jauh dari hiruk pikuk kota, kampung lain saya rasa juga sama.&lt;br /&gt;Perkampungan walet, sangat tepat untuk gelar kampong kelahiranku. Tidak hanya aku yang terpikir seperti itu, kawan-kawan yang lain mungkin lebih dulu menyebut hal yang sama. “Perkampungan walet” ya itu dia yang tepat “ anggukku dalam hati.&lt;br /&gt;Kadang kala ada juga yang tak senang dengan sebutan “perkampungan wallet”, maklum, takut-takut nanti tercium pula oleh hidung orang-orang  yang sinis dengan semua itu, maksudnya dengan menjamurnya rumah-rumah walet di kampungku. Isu flu burung juga membuat orang-orang kampong segan hendak bersuara.&lt;br /&gt;“Mau kemana Bang?” Tanya penjaga loket transportasi menuju ke Kota Kabupaten, dengan logat melayunya. Aku agak tersentak, sedang asyik menikmati kicauan walet dan megahnya rumah-rumah tinggi, bagai hotel tapi rupanya hanya sarang walet, sambil menantikan waktu berangkat ke kota. “Oh ya.  Tiket satu,  Pak” jawabku.&lt;br /&gt;Dia memberikan sehelai kertas, dan aku memberikan sejumlah uang. Makin mahal rupanya transportasi di kampungku. &lt;br /&gt;Tidak hanya dibidang perumahan saja yang makin maju di kampungku, tapi juga untuk transportasi laut juga sudah memuaskan. Kehidupan orang kampong juga sudah banyak berubah. Tina yang dulu ingusan, kini sudah mulai tampak menarik. Memang dia tak pernah ke kota, tapi oleh kemajuan zaman, Tina bisa berubah. Oh ya mengapa pula pikiranku tertuju ke Tina yang ingusan itu. Apa hubungannya dengan rumah walet dan alat transportasi. Aku sedikit tersenyum dalam hati. Teringin rasanya ketawa, tapi tak mungkin, banyak orang yang akan berangkat serentak denganku pagi itu. Ya aku hanya berusaha tersenyum saja. Meskipun kelucuan itu tak begitu terlepas benar dari perasaanku.&lt;br /&gt;Tapi begitulah rupanya dunia. Perputaran yang telah ikuti koridor, tak siapa yang bisa menghentikan. Tiada yang abadi pula sifatnya lahir, maju, dan mati. Tak dapat berkata apa. &lt;br /&gt;Ketika itu, air pasang naik membanjiri jalan menuju ke laut, maklum selain itu sudah musiman, tambah lagi jalan itu dibuat ditengah-tengah hutan bakau. Di ujung jalan, di tepi tebing sungai air asin, rumah orang-orang kita, juga rumah orang-orang Tionghua dan peranakan. Sekitar dua puluh meter dari bibir tobir pantai ada dapur arang (tempat pembakaran kayu arang), disanalah tempat ayah meletakkan bahunya untuk mencari rezki, bertuan dengan seorang peranakan yang telah lama berusaha kayu arang di kampungku. Ayah tak kira dengan siapa dia bertuan, semuanya untuk keluarga juga untuk biaya pendidikanku. Malam hari pergi, sore besoknya baru kembali lagi, dan itulah siklus pekerjaannya. Rutinitas yang membosankan agaknya. Tapi tak terlihat pula wajah kebosanan itu. Tampaknya itu tak lagi menjadi beban  tapi sudah menjadi kewajiban. Ayah hanya bisa beristirahat ketika kayu bakau yang dibakar sudah masak, kira-kira dua bulan atau lebih jangka waktunya dan di punggah untuk mengambil arangnya, itupun kalau dapur arang itu tidak menyalah. Kadang-kadang ayah lebih super jaga kalau dapur itu menyalah, bisa-bisa dapurnya meledak. Ya istirahat Cuma dapat makan siang bersama di rumah saja. Namun merurut aku itu sudah lumayan.&lt;br /&gt;Saat makan siang ayah tak selalu berada di rumah, sejak aku tau dengan pekerjaannya, dapat di hitung dengan jari ayah ada dan makan bersama. Hanya waktu malam hari saja. Karena itu saat waktu makan siang tiba, setelah aku selesai makan siang seusai pulang sekolah, akulah yang selalu mengantarkan makanan siang ayah ke tempat kerjanya. Kadang semangkok nasi dan sepotong ikan ditambah sayur mayur. Oh ya nama ayahku Din dan ibuku bernama Ram.  saat itu umur ayah kira-kira lima puluh tahun, itupun aku dengar-dengar dari perbualannya dengan kawan-kawan sebaya sambil memangkas rambut, sedangkan mak berumur sepuluh tahun beda di bawah ayah. Selain seorang buruh tetap penjaga tempat pembakaran arang, ayah juga sebagai seorang pemangkas rambut yang dikenal di kampung. &lt;br /&gt;            Disebuah rumah yang tua, air cucur atap tidak lagi tepat ke salurannya, tapi sudah meluah kedalam rumah. Di sanalah sosok tua itu, menggantungkan harapannya. Tapi ayah memang orang yang perkasa dan tangguh di mataku. Tak mengira waktu untuk bekerja, kadang lupa dengan kewajibannya. Mungkin itulah tuntutan hidup. Ditambah emak selalu mendampingi ayah saat malam dan siang tiba. Hilang rasa jenuh katannya ketika ada teman yang bisa diajak berbual-bual. Itulah mak. &lt;br /&gt;            “Yah” teriakku. Kira pukul 12.30, tanpak ayah sedang berbaring diberanda depan rumah tunggunya, hanya beralas lengan ayahpun bisa terlelap tidur, tubuhnya yang mulai menua itu tampak dari kerutan kulit-kulitnya, lelah dimukanya terlihat. Kerut di dahinya mulai membentuk alur-alur. Ayahpun dengan perlahan duduk “ini bekal untuk makan siang, agak lama, jalan lecah dan tenggelam” jelasku. &lt;br /&gt;Dengan agak serak basah suaranya, maklum baru terlelap dari tidur ayah menjawab “yalah, sekarangkan sudah bulan besar, jadi air pasang dalam. Tapi dua tiga hari lagi surutlah”. Sambil menggosok matanya. &lt;br /&gt;“Bulan besar? Besar, sebesar apa yah?” tanyaku, maklum masih SD belum tau lagi istilah-istilah yang digunakan orang tua-tua di kampungku. Bulan besar, air naik, air timpas, air menganak sungai, dan entah apalagi istilah air atau istilah laut yang mereka pakai. Melihat aku yang agak gelisah, rupanya ayah tau bahwa aku meminta jawaban secepatnya. Itu terlihat ketika ia tersenyum melirik  kearah mataku.&lt;br /&gt;“Bulan besar itu, sebetulnya sebutan lain bulan purnama. Kalau dikau hendak tau bulan besar, kalau malam terang, bulanpun tampak penuh. Kalau di laut semacam siang hari, itulah saatnya orang hendak melanggen1, terang ayah kepadaku. Betul-betul tampaknya ia menjelaskan.  &lt;br /&gt;“Itu rupanya, jadi itu yang disebut-sebut orang terang bulan tu yah?” aku mengangguk seakan-akan mengerti.&lt;br /&gt;“Kalau air timpas apa pulak yah?” lagi-lagi aku bertanya. Kalau-kalau ayah berkenan menjawab pertanyaan yang kedua, sebelum ada lagi pertanyaan yang berikutnya.&lt;br /&gt;“Apa betul lah yang membuat dikau  bernafsu betul bertanya tentang air timpas pula?” &lt;br /&gt;Seakan-akan ayah tak berkenan tampaknya. Tapi tak diduga lelaki yang ku panggil ayah menjawab juga rupanya. “Air timpas itu artinya, kalau sudah pasang dalam dua sampai tiga hari, maka hari berikutnya tak lah sampai seperti itu lagi” dah jauh turunnya, arus tak kuat lagi dan sebagainya. Sedang untuk mengail, air semacam itu tak ada ikan. Susah nak dapat ikan”.&lt;br /&gt;Lelaki pendek dan gempal itu terlalu paham dengan kehidupan laut, istilah-istilah itu semua ia kuasai. Menurut cerita, sebelum ayah kerja sebagai penjaga tempat pembakaran kayu arang, ia adalah seorang nelayan, dari sanalah paling tidak ia dapat memenuhi kebutuhan keluarga yang pada zaman itu taklah semahal sekarang, apa pun bentuk barangnya. &lt;br /&gt;Itu cerita silam sebelum aku tau dengan pekerjaan ayahku. itupun karena aku anak paling kecil dari sepuluh bersaudara. Sebagai anak bungsu, kata orang aku sangat disayangi oleh kedua orang tuaku, mungkin benar, mungkin juga tidak. Tapi setahu saya kedua orang tuaku tak pernah, jangankan memukulku, menjentikpun tidak. Itu yang aku tahu. Tak tau sebelum-sebelumnya saat aku masih di alam kanak-kanak, yang kadang sakit dan tawa hampir mirip dan tak terasa, mungkin saja pernah atau juga tidak.  Namun aku berharap itu tak pernah terjadi padaku, begitu juga saat aku sudah duduk di Sekolah Dasar.&lt;br /&gt;Tak sadar hari sudah mulai petang, airpun sudah mulai surut. Ayah menyuruh aku untuk kembali ke rumah. Masih banyak hal yang perlu aku lakukan katanya, maklum aku masih kelas tiga  Sekolah Dasar. Kadang banyak bermain dari pada belajar. Namun tak selalu aku berbuar seperti itu, maklum masih kanak-kanak, kalau tak main gasing main guli, kalau tidak main didekat sungai, atau main di parit di depan rumah tetangga dengan teman. Setelah hampir senja berlarian balik kerumah, itupun kalau sudah ditegah warga. Terlalu manis untuk dikenang.&lt;br /&gt;Akupun, balik, mengikuti jalan yang penuh lecah dan berair, sudah biasa jadi tak bermasalah. Jalan di atas pantai, bila pasang keling tiba hilanglah ia, berjalan di atas air pula kita dibuatnya.&lt;br /&gt;Hari semakin gelap. terlihat beberapa orang sedang menjemput ternaknya, itulah kegiatan sehari-hari yang dilakukan orang-orang kampungku. Lain pula dengan ayahku. Kerjanya hanya sebagai penjaga tempat pembakaran kayu arang. Tapi tak dapat disangkal kalau pekerjaan itulah yang memberi makan keluarga dan biaya pendidikanku.&lt;br /&gt;Tiba di rumah, hari telah mulai gelap, naungan ayat suci Al-qur’an menggema di surau yang tak jauh dari rumahku, pertanda magrib beberapa menit lagi akan tiba. &lt;br /&gt;Lima menit berikutnya ayah tiba, dan ia bersegera mengambil handuk dan pergi ke perigi2 untuk mandi, sebab sekejap saja lagi magrib tiba. Naung suara mengaji dari cerobong mik mesjid tua itu membuat suasana kampung jadi terpaku, hanya beberapa orang saja yang masih berkeliaran di jalan.&lt;br /&gt;Aku sudah siap-siap untuk ke mesjid, pakai kopiah agak miring, baju kurung melayu, pakai kasut3 jepit, dengan kawan-kawan sebaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Menangkap ikan menggunakan jala&lt;br /&gt;2) Kamar mandi&lt;br /&gt;3) sandal, terompah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jasman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekanbaru 15 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-5387242063936750885?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/5387242063936750885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5387242063936750885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5387242063936750885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/ayah.html' title='Ayah'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-4927330848196990794</id><published>2008-11-16T11:37:00.002+07:00</published><updated>2008-11-16T11:45:23.906+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singgah'/><title type='text'>Jembatan Sri Gemilang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SR-lPxkmUGI/AAAAAAAAADo/5ZyptuHvDrU/s1600-h/menongkah.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SR-lPxkmUGI/AAAAAAAAADo/5ZyptuHvDrU/s200/menongkah.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269111779470233698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SR-kXl5kLfI/AAAAAAAAADg/t_Twe1WDuBM/s1600-h/singgah-ok.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SR-kXl5kLfI/AAAAAAAAADg/t_Twe1WDuBM/s320/singgah-ok.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269110814264274418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jembatan ini diberinama jembatan Sri Gemilang. Membelah anak sungai Batang Tuaka di Desa Sungai Luar. Pembangunan yang menjadi royek multiyear ini merupakan jembatan terpanjang di Inderagiri Hilir. Selesai dibangun pada tahun 2006. Akses jalan ini menghubungkan beberapa daerah dari Desa Sungai Batang Tuaka sampai Kuala Gaung Kecamatan Gaung Anak Serka. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menggunakan pompong, berkisar satu atau dua jam lagi dari daerah ini kita bisa melihat perkampungan nelayan yang bernama Desa Concong Luar. Perkampungan ini dihuni oleh suku melayu Duano, kehidupanya terkenal dengan tradisi menongkah. Yakni menangkap kerang dengan menggunakan papan tongkah. Papan ini digunakan sebagai penyangga saat menelusuri pantai yang berlumpur.  Suku Duano sudah ratusan tahun melakukan tradisi ini. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-4927330848196990794?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/4927330848196990794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/jembatan-sri-gemilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4927330848196990794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/4927330848196990794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/jembatan-sri-gemilang.html' title='Jembatan Sri Gemilang'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SR-lPxkmUGI/AAAAAAAAADo/5ZyptuHvDrU/s72-c/menongkah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-3770617679773449479</id><published>2008-11-16T11:32:00.000+07:00</published><updated>2008-11-16T11:36:48.230+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Kata Azimat</title><content type='html'>sekuat ombak&lt;br /&gt;menepi dan menjamah bibir dan tobir pantai&lt;br /&gt;tampak karang menjengahkan kepala  meski ombak kan bertamu&lt;br /&gt;angin semilir berteriak dengan desahnya&lt;br /&gt;membisikkan sebuah pesan &lt;br /&gt;serangkai kata azimat &lt;br /&gt;“aku pergi dalam kenangan,&lt;br /&gt;jangan risau sebelum kau tau aku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasman &lt;br /&gt;Sungai Pakning, Desember 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-3770617679773449479?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/3770617679773449479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/kata-azimat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/3770617679773449479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/3770617679773449479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/kata-azimat.html' title='Kata Azimat'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-5212900886504463131</id><published>2008-11-15T10:43:00.005+07:00</published><updated>2008-11-19T19:37:18.439+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Laksamana Penguasa Laut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSQH-uEmZAI/AAAAAAAAAEw/c7xc_3FXRgI/s1600-h/datuk-laksamana.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 126px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSQH-uEmZAI/AAAAAAAAAEw/c7xc_3FXRgI/s200/datuk-laksamana.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270346238030930946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SR5G8kLzNCI/AAAAAAAAADY/d0zrSVn0eBY/s1600-h/rumah-1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SR5G8kLzNCI/AAAAAAAAADY/d0zrSVn0eBY/s320/rumah-1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268726620389323810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Es. Beno (komunitas bangas bersorak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung batu merupakan daerah yang berada di posisi ujung dari mulut daratan Siak. Seberang daratan ini, yang dibelah selat Bengkalis bertemulah dengan Pulau Bengkalis. Aliran sungai Siak yang memanjang dari Pekanbaru akan bertembung dengan selat di muara Bengkalis ini. Dan tak jauh dari sini menjuntailah Selat Malaka. Tempat kerajaan melayu yang besar yang bertahan berabad-abad.&lt;br /&gt;Datuk Laksamana Raja Dilaut menjadi lagenda seorang penguasa laut yang terkenal. Kabarnya ditanganyalah segala bentuk kejahatan laut takluk padanya. Seperti banyaknya Lanun, yang merompak hasil bumi dan perdagangan di laut. Begitu juga dengan penyerangan-penyerangan dari negeri luar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Datuk Laksamana yang juga punya balatentara laut sigap menghalau balik setiap serangan. Kabarnya, keberadaan Laksamana Raja Di laut bukan atas titah kerajaan Bengkalis. Karena Bengkalis saat itu berupa kebatinan, tetapi Laksamana Raja Di laut merupakan pemegang titah Kerajaan Siak untuk menjaga keamanan di pesisir pulau berbatasan dengan selat Malaka ini. Kisah ini sampai sekarang masih simpang siur. Pendalaman terhadap histiorical Raja Laksamana juga masih berupa serpihan serpihan cerita yang masih sulit.&lt;br /&gt;Konon, para pemegang Datuk laksamana ini berketurunan Bugis. Sepuhnya bernama Daeng Taugik, seorang bangsawan bugis. Memiliki anak yang bernama Datuk Bandar Jamal, yang menikah dengan keluarga batina di Bengkalis. Anaknya yang bernama Encik Ibrahim inilah kabarnya diangkat menjadi Datuk Laksamana yang berkuasa pada tahun 1767 M-1807 M. Disebutkanlah dia sebagai Datuk Laksamana Raja Dilaut I,  ada tiga laksamana lagi penerusnya. Yakni Encik Khamis, encik Abdullah Shaleh dan Encik Ali Akbar. Mereka digelari Datuk Laksamana II sampai IV. Datuk Laksama hanya sampai IV, gelar datuk Laksamana yang terakhir.&lt;br /&gt;Di Desa Sukajadi, sekitar  35 kilometer dari desa Sungai Pakning Ujung Batu Bengkalis dua makam Datuk penguasa laut ini bisa dilihat. Yakni Datuk Laksamana III dan Datuk Laksamana IV. Kedua Makam ini terletak di belakang Masjid Jami’ Al haq. Mesjid tua peningggalan para Datuk ini dulunya. Tak jauh dari mesjid ini berdiri juga rumah Datuk. Kabarnya dibangun oleh Datuk Laksamana ke IV, Datuk Ali Akbar. Rumah peninggalan ini berbentuk panggung. Sekilas terlihat seperti rumah adat/ rumah tradisi di Kepualuan Riau. berbentuk panggung dengan motif-motif melayu dibeberapa ornamen bangunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan rumah terpancang dua buah meriam yang menghulu ke jalan. Meriam ini merupakan peninggalan Datuk Laksamana. Datuk Laksamana memang terkenal sebagai penakluk dalam peperangaan laut. Meriam yang menjadi alat perang ini kini memang tinggal sedikit. Tetapi masyarakat setempat pernah menemukan senjata berhulu ledak ini juga di muara Sungai di Ujung Batu. Kabarnya disepanjang bibir laut di Ujung Batu dulunya berderet meriam ke arah laut. Sebuah benteng menunjukkan kegagahan penguasa laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-5212900886504463131?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/5212900886504463131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/laksamana-penguasa-laut.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5212900886504463131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5212900886504463131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/laksamana-penguasa-laut.html' title='Laksamana Penguasa Laut'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SSQH-uEmZAI/AAAAAAAAAEw/c7xc_3FXRgI/s72-c/datuk-laksamana.gif' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-6734941100615808666</id><published>2008-11-15T00:41:00.004+07:00</published><updated>2008-11-15T10:42:12.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='riwayat'/><title type='text'>kru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SR5EQyW9QdI/AAAAAAAAADI/wYsBQj9HBLI/s1600-h/sup.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SR5EQyW9QdI/AAAAAAAAADI/wYsBQj9HBLI/s320/sup.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268723669256716754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Es. beno, memiliki  nama lengkap Suprapto Beno lahir di sebuah dusun kecil di ujung Pulau Padang. Bandul, di sinilah kisah lagenda tua yang masih mentradisi dimasyarakat sampai sekarang, seperti kisah Dedap dan kisah Tasik Pepuyu, dll.&lt;br /&gt;Lahir tepat 1 April 1983 silam, kampung kecil ini menjadi tempat bermain yang memuaskan. Dari Sekolah Dasar (SD) sampai Madrasah Tingkat Tsanawiyah (Mts) diselesaikan di kampung ini. Selanjutkan ketika SMU baru hijrah ke Pekanbaru.&lt;br /&gt;Aktif diberbagai kegiatan sekolah dan berlanjut ke perguruan tinggi. Sebuah menara gading untuk mengekpresikan pencarian ideologi di “Universitas Riau.”  Pernah kuliah di Diploma III Teknologi Benih Pertanian. Kini sedang menyelesaikan program SI THP. Berbagai kelembagaan sudah pernah terlibat dari eksekutif dan legislatif. Pendiri Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himagihasta) bahkan pernah tercacat menjadi pengurus pusat di Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia (HMPPI) di Jakarta. Kini tercatat aktif di Surat Kabar Kampus Bahana Mahasiswa (BM).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SR26s1Cpf1I/AAAAAAAAACo/gtaeUVI_SK8/s1600-h/jasma-okkkk.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 256px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SR26s1Cpf1I/AAAAAAAAACo/gtaeUVI_SK8/s320/jasma-okkkk.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268572418408546130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jasman, lahir di Bengkalis, Juni 1984. SD N 041 Bandul (1991), SMP N 1 Merbau (1997), manamatkan  SMU N 1 Bengkalis pada tahun 2003 dan melanjutkan ke perguruan tinggi di Riau tepatnya di Unri. Menyelesaikan studi pada tahun 2008.&lt;br /&gt;Menulis puisi sejak SMU, dan berlanjut ketika duduk di bangku perkuliahan. Penulis lebih banyak menulis puisi  dibandingkan dengan karya-karya sastra lainnya, bukan berarti tidak ada. Menurut penulis, puisi adalah bahasa jiwa yang selalu mengharapkan renungan, meski kadang tak tahu dimana sampai, yang penting bagi penulis, memulai, mencoba, dan berbuat. Menulis apa yang diliat, dan selalu berpikir. Beberapa puisi dan cerpen yang pernah terbit di koran kampus Unri, Bahana Mahasiswa “tangis di atas tangis” untuk Aceh, awal usia, dan sebiduk sajak buat mak, kemudian cerpen “secupak janji sepasang pengantin,”.  Puisi tangis di atas tangis untuk Aceh pernah mendapat Juara 1 dalam acara lomba baca dan tulis puisi Ulang tahun Bahana Mahasiswa Ke-22 tahun 2004.&lt;br /&gt;Selain menulis puisi, penulis juga giat di dunia seni teater. Bersama teman-teman di sanggar UKM teater Batra Unri, juga sanggar BTB binaan Alm. Dasri Al-mubary (sastrawan Riau). Pernah menampilkan beberapa naskah lakon antara lain “Titah Raja Alam” (produksi BTB), sedangkan“Sebelum Bebas”,Gila Gula Gala” dan “Enam Satu Enam” (merupakan produksi UKM Teater Batra Unri).&lt;br /&gt;Kemudian penulis juga pernah beberapa kali menjuarai lomba baca puisi. Pada tahun 2008 masuk sebagai nominasi pemilihan seniman kampus, yang diselenggarakan oleh sanggar LDT UIR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-6734941100615808666?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/6734941100615808666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/kru.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/6734941100615808666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/6734941100615808666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/kru.html' title='kru'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SR5EQyW9QdI/AAAAAAAAADI/wYsBQj9HBLI/s72-c/sup.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-5501515524846699907</id><published>2008-11-15T00:37:00.001+07:00</published><updated>2008-11-15T00:37:53.916+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>SANGKURIANG</title><content type='html'>Menunggu senja hari hampir menapak senja pagi disaat terang&lt;br /&gt;Gagap bencana isyarat dari Dewi Sumbi mengeriyang di telinga&lt;br /&gt;Fajar terang&lt;br /&gt;Subuh melalap malam dan emosi pun mulai memuncaki darah kalap&lt;br /&gt;Menadah terik siang yang tak serupa malam&lt;br /&gt;Angin siang menjulur diantara fajar hayal dari sang Dewi&lt;br /&gt;Sangkuriang kelabakan mencari siasat&lt;br /&gt;Nafsu sudah diujung hasrat&lt;br /&gt;Menusuk keinginan birahi dari sang jantan&lt;br /&gt;“Sudah sia-sia ini semua&lt;br /&gt;Syarat dara impian sudah aku lakukan&lt;br /&gt;Nasib tak sampai&lt;br /&gt;Dewi harus jadi gundikku&lt;br /&gt;Ahhhhhh,”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anak anjing ini menggeliat dan girang&lt;br /&gt;Dendam ghirah jantanya menjulur tak bertuan&lt;br /&gt;Anak anjing ini akan menelan emaknya&lt;br /&gt;Emaknya yang melahirkanya&lt;br /&gt;Anak anjing ini&lt;br /&gt;Menyisakan tabiat anjing yang lebih panjang&lt;br /&gt;Buka matamu&lt;br /&gt;Didepan kita&lt;br /&gt;Anak, emak, saudara, famili kakak adik&lt;br /&gt;Tak lagi menghiraukan tabiat anjing ini&lt;br /&gt;Tidakkah kau kekang,&lt;br /&gt;Nafsu manusiawi ini tuan-tuan. Alamak, aku takut anjing dan manusia tak lagi beda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S.BENO&lt;br /&gt;komunitas bangasbersorak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-5501515524846699907?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/5501515524846699907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/sangkuriang_15.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5501515524846699907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5501515524846699907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/sangkuriang_15.html' title='SANGKURIANG'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-2212529268391934881</id><published>2008-11-14T00:05:00.005+07:00</published><updated>2008-11-15T10:58:01.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Taman Zamrud Nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SRxeogoSWbI/AAAAAAAAACY/DDRekbVAFMo/s1600-h/zamrud-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 100px; height: 81px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SRxeogoSWbI/AAAAAAAAACY/DDRekbVAFMo/s320/zamrud-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268189714163325362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SRxefn-l9CI/AAAAAAAAACQ/3769UXyKF_c/s1600-h/zamrud-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 86px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SRxefn-l9CI/AAAAAAAAACQ/3769UXyKF_c/s320/zamrud-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268189561517110306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh S.Beno (komunitas bangas bersorak)&lt;br /&gt;Belum banyak yang tahu keberdaan Taman Nasional Zamrud (TNZ) di Kabupaten Siak. Selain belum populer, lokasinya juga lumayan jauh dari pusat kota Pekanbaru. Untuk bisa memasuki kawasan itu, harus melewati lokasi produksi Badan Operasi Bersama (BOB) di Zamrud, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Jarak kawasan TNZ dari lokasi itu sekitar 40 menit perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kawasan seluas 38.500 hektare, yang memiliki potensi keindahan alam dengan berbagai sumber daya hayati dan ekosistem unik itu. Di kawasan itu, hutan alami rawa gambut menyimpan plasma nutfah yang beragam. Sebuah kekayaan alam yang patut di banggakan. Paling unik di TNZ adalah danaunya yang terbentang di tengah belantara hutan rawa gambut. Danau Zamrud itu, mengapit dua danau yaitu Danau Besar dan Danau Bawah.Memasuki kawasan danau, kita harus melalui lintasan sungai kecil. Di kiri kanan sungai masih tumbuh alami pepohonan pandan hutan yang menjuntai ke atas. Di sinilah sebagian masyarakat tinggal di rumah-rumah yang berdiri di atas tepian sungai. Rumah mereka berupa gubuk-gubuk kecil dari kayu beratapkan daun rumbia. Setiap rumah dilengkapi perahu kecil atau sampan untuk mencari ikan.&lt;br /&gt;“Kami di sini sudah lama. Ada sekitar 20 kepala keluarga yang tinggal, semuanya bermata pencaharian sebagai nelayan,“ ujar Sabri (70), penduduk setempat yang sudah bertahun-tahun tinggal di kawasan itu.&lt;br /&gt;Kebanyakan mereka memang bekerja sebagai nelayan, mencari ikan di tengah Danau Zamrud. Menyusuri lokasi ini, akan kita temukan masyarakat tempatan dengan bentuk rumahnya yang khas. Berbagai peralatan menangkap ikan seperti jala dan lokah, dapat kita temui di rumah-rumah penduduk. Mereka juga tidak lupa melengkapinya dengan tempat pembakaran ikan.&lt;br /&gt;Bentuk pemanggangan ikan juga sangat sedrhana. Hanya kayu-kayu yang dijejer, di bawahnya diletakkan tanah serta bekas abu bakar. Ikan hasil tangkapan nelayan setempat, biasanya disalai. Sebagian untuk kebutuhan sehari-hari, selebihnya untuk dijual ke pasar.&lt;br /&gt;”Kami disini menjadi penjaga hutan. Kalau ada masyarakat pendatang yang merusak, kami warga yang akan mencegahnya. Kami pun tak mau merusak alam, keseharian hanya sebatas sebagai nelayan,” terang Sabri.&lt;br /&gt;Hutan Zamrud memang masih eksotik dan alami. Dari khasanah tersembunyi ini, masyarakat tempatan menangguk kenikmatan karena penduduk selalu melestarikannya. Sebuah kearifan masyarakat dalam menghargai alam. “Ikan-ikan di sini masih banyak, seperti ikan balido, tapah, ikan mas, dan beragam ikan air tawar lainnya,” kata Sabli.&lt;br /&gt;Di kawasan itu, kabarnya masih terdapat berbagai satwa yang dilindungi. Seperti Harimau Sumatera dan Beruang Merah. Bahkan Burung Serindit yang menjadi ikon salah satu penerbangan milik Riau juga ada di sini.&lt;br /&gt;Aura keindahan semakin memancar dan bisa kita rasakan ketika memasuki danau. Memang di sini belum tersedia fasilitas wisata seperti resto atau tempat penginapan. Justru tanpa sentuhan modern itu, nuansa alami dan eksotisnya alam benar-benar bisa dinikmati. Di sekiling danau, rimbunan pohon-pohon asli hutan rawa gambut berjejer dan menjulang, seragam dari ketinggian dan ukurannya. Seperti pagar alam yang membentengi danau itu.&lt;br /&gt;Di tengah danau terdapat tiga pulau yang luasnya beragam. Paling besar luasnya sekitar 30 hektare. Di pulau kecil itu, beragam jenis tumbuhan rawa tumbuh. Termasuk biodiversity yang masih menjadi incaran para peneliti. “Kawasan ini memang belum banyak yang tahu, tetapi para peneliti terutama dari universitas Riau pernah ke lokasi ini,” kata Sudarman, pemandu kami saat menyusuri danau ini.&lt;br /&gt;Danau Zamrud memang luas. Jika kita menggunakan Speed Boat dengan kecepatan rata rata 40 kilometer per jam, waktu nyang dibutuhkan untuk mengelilinginya hampir 1,5 jam. “Hanya satu rumah yang ada di sini, dihuni satu keluarga. Jadi pengunjung jarang berhenti. Tetapi kalau berhenti di pulau bisa-bisa saja,” ujarnya Sudarman.&lt;br /&gt;Sejumlah wartawan yang berkunjung ke Danau Zamrud, berdecak kagum melihat panorama ini. Apalagi saat sore hari, menunggu sunset bersembunyi di antara gelapnya rerimbun hutan gambut. Danau Zamrud bagai mutiara dunia yang indah dan mempersona, namun masih terpendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-2212529268391934881?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/2212529268391934881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/taman-zamrud-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/2212529268391934881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/2212529268391934881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/taman-zamrud-nasional.html' title='Taman Zamrud Nasional'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SRxeogoSWbI/AAAAAAAAACY/DDRekbVAFMo/s72-c/zamrud-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-8979918739492637239</id><published>2008-11-13T15:39:00.002+07:00</published><updated>2008-11-15T00:33:00.547+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Durhaka itu taming sari</title><content type='html'>Sekebat kesetiaan yang di rakit para panglima&lt;br /&gt;Menjunjung tinggi rajanya mungkinkah mendurhaka?&lt;br /&gt;Beta tak sanggup melawan titah&lt;br /&gt;Tersebab terlalu tinggi terjunjung dijemala patik&lt;br /&gt;Biarkan patik berdiam dulu dipengungsian&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu taming sari berpindah tangan&lt;br /&gt;Matanya kian tajam terasah dendam&lt;br /&gt;Dan disetiap denyut nadi yang tak terkalahkan&lt;br /&gt;Pleh rasukan ajak keris berkelok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahta raja sudah didesingan tajam ujung keris&lt;br /&gt;Tapi mengapa jebat dipersalahkan&lt;br /&gt;Katanya pembunuh&lt;br /&gt;Katanya pengkhianat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mendurhaka?&lt;br /&gt;Hang tuah ataukan hang jebat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebait kata tak pernah terucapkan kepada kekuasaan&lt;br /&gt;Mulut panglima bagai terakit temali bisu&lt;br /&gt;Dan tak bisa berkata “ aku ini panglima”&lt;br /&gt;Hanya taming sari bicara kini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku berkuasa&lt;br /&gt;Gunung ledang tempatku bertapa&lt;br /&gt;Kuasa dan para panglima buatku durhaka&lt;br /&gt;Taming sari inilah kudeta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdurhakakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasman&lt;br /&gt;Pekanbaru, Mei 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-8979918739492637239?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/8979918739492637239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/durhaka-itu-taming-sari.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8979918739492637239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/8979918739492637239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/durhaka-itu-taming-sari.html' title='Durhaka itu taming sari'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-5454502201062795284</id><published>2008-11-12T19:31:00.000+07:00</published><updated>2008-11-12T19:37:48.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng Kita'/><title type='text'>DEDAP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C02%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;Kaki buritan tertancap di dalam teluk&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; Sumpah serapah terus berkecamuk&lt;br /&gt;Tuhan mengabulkan&lt;br /&gt;Dan sang anak berubah jadi keluang (sejenis kelalawar,red)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tepi&lt;br /&gt;buritan kapal Dedap mengenang masa pahitnya yang kelam. Di sebuah dusun dekat&lt;br /&gt;muara Tasik Putri Pepuyu, cerita pahit itu bermula. Ibunya yang janda nan&lt;br /&gt;miskin dan Dedap kecil manja tak lepas dari gunjingan penduduk sekitar. Lemah&lt;br /&gt;urat nadi si Ibu membuat duka itu mengalir disetiap susup napas yang ia&lt;br /&gt;rasakan. Dedap kemudian tumbuh menjadi bocah riang yang tak selesu ibunya. Tapi&lt;br /&gt;renta tangan pengasuh itu semakin terlihat. Ibu Dedap selalu ditabuhi batuk&lt;br /&gt;yang menguat. Rentetan mata melihatnya seakan biasa. Padahal semula semuanya&lt;br /&gt;beda. Kampung kecil Dedap memang selalu membawa barah dendam panjang. Tak&lt;br /&gt;senang melihat orang senang dan selalu senang jika ada yang susah. Ibu renta&lt;br /&gt;Dedap mungkin tak pernah luput dari perhatian dan ia hadir hanya jadi pajangan&lt;br /&gt;kecongkakan kampong kecil ini.&lt;br /&gt;Tuhan memihak&lt;br /&gt;pada nasib Dedap. Identitasnya yang miskin tak serta merta menghilangkan keriangan&lt;br /&gt;dalam hidupnya. Bahkan ia tumbuh menjadi anak cerdas yang selalu tampil tangguh&lt;br /&gt;didepan teman sepermainannya. Tapi roh jahat sekutu setan masih tumbuh&lt;br /&gt;disanubari anak-anak kampong yang tak mau martabatnya dikangkangi anak miskin&lt;br /&gt;ini. Terniatlah  mereka untuk selalu&lt;br /&gt;mengucilkan Dedap biar budak cerdas ini kembali tampak bodoh, tampak lemah dan&lt;br /&gt;tampaklah segala kekurangan pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Batuk ibu&lt;br /&gt;Dedap sejadi-jadinya. Malam dingin yang terselimut angin dan petir tak sedikitpun&lt;br /&gt;menghiraukan penduduk sekitar. Pondok kecil tempat bermukin Dedap dan Ibunya&lt;br /&gt;pun lagi sepi. Dua beranak ini sehabis menangis sejadi-jadinya meratap nasib.&lt;br /&gt;Gunjingan demi gunjingan membuat dua insan ini pun tak sanggup menahan gejolak&lt;br /&gt;panas dalam dadanya. Utang demi utang yang mereka berikan pada Mak Dedap jadi&lt;br /&gt;minyak pelicin supah serapah dua beranak ini. Batas kesabaran dua insan inipun&lt;br /&gt;kadang tak tertahan lagi. Tapi apalah daya, kekuatan Ibu Dedap hanyalah mencari&lt;br /&gt;kayu bakar, hasil jualan inilah yang dapat menjadi penopang mata pencaharian.&lt;br /&gt;Selebihnya tak adalah yang bisa ia usahakan.&lt;br /&gt;Beranjak&lt;br /&gt;sedikit tanggung, Si budak cerdas Dedap mendesak pada ibunya ia akan pergi&lt;br /&gt;mengubah  nasib. Wajahnya yang masih&lt;br /&gt;manja hilang sekejab karena tak tahan melihat nasibnya yang semakin parah.&lt;br /&gt;Malam itu dua beranak itu bertegang urat. Amarah Mak Dedap memuncak melihat&lt;br /&gt;gelagat anaknya yang tak seperti biasa. ”Plakk,,,,,”tamparan bertubi dipipi&lt;br /&gt;Dedap. Dedap meringis. Tapi ia tak membuat ia diam mengutarakan nasibnya. Sampai&lt;br /&gt;terucaplah kalimat yang membuat Ibunya terhenyak.”Prakkkk,,,,” kendi kecil&lt;br /&gt;mengantuk di wajah Dedap. Darah segar meleleh. Tak sanggup Mak Dedap melihat&lt;br /&gt;darah dagingnya menderita. Sederas-derasnya air matanya meleleh dan dipelukknya&lt;br /&gt;si Dedap. Dedap tak tahu kenapa Ibunya begitu tersinggung dengan kata-kata yang&lt;br /&gt;baru ai ucapkan. Ia diam dengan menahan seribu bantahan peratanyaan yang&lt;br /&gt;terpendam.&lt;br /&gt;Bergantilah Dedap&lt;br /&gt;menguraikan segala keluh kesah dirinya saat dalam pelukan emak. Tangisnya&lt;br /&gt;mengiringi tangis emak seiring meringis dirinya menahan sakit hantukan benda&lt;br /&gt;padu dikepalanya. Ibunya semakin paham maksud anak. Perlahan-lahan ia juga&lt;br /&gt;mengikhlaskan buah kesayangannya pergi menjauh darinya untuk mengubah nasib.&lt;br /&gt;Walau dalam hatinya ia tak sanggup menahan itu. Ia takut kehilangan buah&lt;br /&gt;kesayangannya untuk kesekian kali.&lt;br /&gt;Malam yang&lt;br /&gt;kalut itu pun dua beranak ini tak henti-hentinya menahan tangis. Dedap sudah&lt;br /&gt;bertekad bulat meninggalkan kampong. Dalam hatinya bercampur baur perasaan&lt;br /&gt;membaur. Sampaikah dia ke negeri tujuan untuk mengubah nasibnya itu. Atau dia&lt;br /&gt;akan menjadi mangsa laparnya laut yang tak membedakan siapa yang mau di mangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan budak jelata itu bersumpah&lt;br /&gt;Menghentak niat menyusun langkah&lt;br /&gt;Layar badai. Perahu berkembang&lt;br /&gt;Mengejar datang siang dan malam&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           Meluncurlah&lt;br /&gt;perahu kecil Dedap merayap mengikut aliran air selat yang terhembus angin. Meneteslah&lt;br /&gt;air mata ibu mengikuti aliran perjalanan Dedap, semakin jauh terasa semakin&lt;br /&gt;kecil suara isakan ibu yang menangis tersedu. Dikegelapan malam. Perahu Dedap&lt;br /&gt;semakin menghilang, dan bayangannya tak lagi ditemukan dipesisir Pulau Padang&lt;br /&gt;ini lagi.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;           Terhenyak&lt;br /&gt;Dedap ketika pundaknya dihampiri tangan halus yang terasa menggelitik kulitnya&lt;br /&gt;yang kekar. Sepertinya ia kenal betul helusan lembut tangan yang baru ia&lt;br /&gt;rasakan sepenuhnya dalam dua purnama ini. Menoleh Dedap, dan betapa girangnya&lt;br /&gt;ketika cantik rupawan istrinya menyapa. “Kenapa kanda begitu bermurung rupa,&lt;br /&gt;adakah yang tidak berkenan dihati kanda sekarang,” ungkap istri Dedap dengan&lt;br /&gt;suara halus. Tak tahan rasanya sapaan merdu itu tak ditanggapi Dedap. Luluh&lt;br /&gt;segala keluh kesah didadanya yang sedang mengusik. Istrinya tak terlalu lama&lt;br /&gt;menunggu jawaban dan Dedap memang tidak menjawabnya secara lisan. Tetapi&lt;br /&gt;seketika rasa rungsing itu berkelebat hilang dari mukanya dan ada tanda risau&lt;br /&gt;lagi yang terlihat oleh istri. “Wahai Dinda ku sayang, bagaimana perasaan dinda&lt;br /&gt;hari ini, apakah dinda merasa hal yang tidak menyenangkan juga.” Istri cantik&lt;br /&gt;Dedap memang pandai memukau kemauan suami. Ia tak membalas dengan mengeluarkan&lt;br /&gt;kemauannya yang keras. Sikap lembutnya membuat Dedap luluh padan dibuatnya. “Terimakasih&lt;br /&gt;kanda sangat memperhatikan dinda. Tak usahlah kanda rungsing sangat&lt;br /&gt;memprihatkan dinda, hidup disamping kanda saja hati dinda begitu&lt;br /&gt;senang,”ungkapnya.&lt;br /&gt;           Sumringah&lt;br /&gt;hati Dedap melihat kelembutan sikap istrinya. Damai rasa hatinya, sepertinya&lt;br /&gt;hilang segala keluh kesah yang semula ia rasakan. “Beruntung aku mendapatkan mu&lt;br /&gt;dinda, tak pernah aku merasakan kebahagiaan ini.” ucapan Dedap benar adanya,&lt;br /&gt;saudagar yang terkenal di sepanjang selat Bengkalis ini sudah dikenal diusianya&lt;br /&gt;yang muda. Tapi jerih payahnya bukan tidak rumit. Segala bentuk pertualangan ia&lt;br /&gt;lakukan. Banyak hantaman cobaan yang berkali-kali ia dapat hadapi.&lt;br /&gt;Keberuntungan kemudian berpihak padanya. Tapi tak semua orang yang tahu jerih&lt;br /&gt;payah itu, dan kini decak kagum kebanggaan padanya. Para pimpinan kerajaan-kerajaan kecil diantara selat ini menaruh hormat padanya.&lt;br /&gt;Banyak perdagangan yang ia kuasai. Ia lihai mengambil kesempatan, setiap&lt;br /&gt;perdagangan sangat berhubungan erat dengan bisnisnya. Dedap bukan lagi budak&lt;br /&gt;jelata yang kusut. Perubahan sangat drastis terjadi pada dirinya. Kini ia&lt;br /&gt;sangat berpengaruh. Kesohorannya terkenal sampai dibeberapa negeri rantau&lt;br /&gt;melayu lainnya.&lt;br /&gt;           Di&lt;br /&gt;Semenanjung Pulau padang,&lt;br /&gt;nama itu begitu dekat, bibir-bibir kecil masyarakat bercuap-cuap menceritakan&lt;br /&gt;dirinya. Bualan-bualan ini sampailah ke sebuah gubuk yang sangat kecil yang&lt;br /&gt;ditinggal seorang janda yang sudah papa. Bertanya-tanya gerangan hati janda tua&lt;br /&gt;ini dengan sosok kecil anaknya yang pergi dan tak berpulang. Si Dedap yang&lt;br /&gt;bernama sama dengan bualan nama yang tersohor keseluruh negeri ini. Meskipun&lt;br /&gt;demikian banyak masyarakat yang tak mengira Dedap bukanlah nama asing bagi&lt;br /&gt;mereka. Ratusan purnama sudah nama itu tak muncul lagi di kampungnya. Ya dulu&lt;br /&gt;dikampung kecil ini juga terdapat nama Dedap, budak jelata miskin yang memiliki&lt;br /&gt;kecerdasan dan sangat berbakat. Banyak yang suka padanya, tapi banyak yang&lt;br /&gt;sengaja menyulut musuh padanya.&lt;br /&gt;Kehidupan&lt;br /&gt;keluarga Dedap penuh dengan cibiran beragam masyarakat. Meang, awalnya Mak&lt;br /&gt;Dedap. Bukanlah berasal dari keluarga jelata. Ia wanita anggun, cantik dan&lt;br /&gt;solehah yang terkenal pula di sepenjuru kampong. Banyak saudagar kampong&lt;br /&gt;menaruh hati padanya, tapi mak Dedap tetaplah berpegang pada pendidirian.&lt;br /&gt;Mencari pendamping yang betul-betul berpandangan mulia. Sikap ini menuai banyak&lt;br /&gt;ragam cara yang ditimbulkan anak-anak saudagar untuk merebut hati gadis ini&lt;br /&gt;dengan beragam cara. Di fitnahlah mak Dedap dengan berbagai macam cibiran.&lt;br /&gt;Semua kesolehan dan kecantikan itu seakan pudar. Keluarganya di hasut dengan&lt;br /&gt;cara-cara yang tak padan. Habislah segala kemegahan keluarga, mak bapaknya&lt;br /&gt;meninggal dalam kehidupan kesengsaraan sementara mak Dedap bertahan menjadi&lt;br /&gt;perawan tua. Di saat seperti ini niat seseorang lelaki bersimpati padanya.&lt;br /&gt;Dijadikanlah mak Dedap sebagai istri. Nasib tak munjur padanya, Ayah Dedap tak&lt;br /&gt;lama meninggal tinggalllah maknya  menjanda&lt;br /&gt;dalam momongan usia Dedap yang masih balita.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terburu-buru Mak&lt;br /&gt;Dedap siap mendengar cerita tentang saudagar Dedap. Semilir hati nuraninya&lt;br /&gt;terusik dengan sebutan nama Dedap. Ia begitu berhasrat bersua dengan Tuan Dedap&lt;br /&gt;yang pesohor itu. Benarkah ia anaknya, atau kalau tidak tau tak saudagar itu&lt;br /&gt;dengan nama Dedap yang lain yang pernah mengarung pulau untuk mengubah nasib.&lt;br /&gt;Mak Dedap tak peduli, begitu hasrat membara padanya, saban siang dan sore hari&lt;br /&gt;ia bermunajat bertemu lagi dengan anaknya yang hilang. Kesal benar ia sudah&lt;br /&gt;meluapkan kemarahan pada anaknya. Saat ia mengingatkan suatu pesan jangan&lt;br /&gt;terlalu ambil pusing dengan cemoohan warga. Tapi Dedap tak hiraukan. Ia&lt;br /&gt;khawatir jika dilawan  padah dapatnya.&lt;br /&gt;Mak Dedap tak tega menjelaskan bapaknya, dan semua keluarganya mati karena&lt;br /&gt;fitnah belaka. Ia perempuan yang tak lancang, pantang larang adat dah dipenuhi mak&lt;br /&gt;Dedap. Tapi kalau adat diselimut petuah perdukunan yang kental. Entah adat&lt;br /&gt;entah setan bercampur baur jadi satu, semua yakin pada yang gaib yang mungkin&lt;br /&gt;sangat jahat.&lt;br /&gt;Pergilah Mak&lt;br /&gt;Dedap menuju pantai tempat melepas Dedap anaknya, menetes sejadi-jadinya ia&lt;br /&gt;mengingat malam kelam penuh pertaburan perasan yang tak menentu waktu itu.&lt;br /&gt;Sampai sekarang penyesalan begitu bergayut dalam hati. Benarkah Dedap sudah&lt;br /&gt;tiada. “Diamanalah jasadnya ya ALLAH, tunjukanlah pada hamba mu yang daif ini&lt;br /&gt;tentang dirinya, aku merindukan dirinya ya Rabb, darah daging dari diriku yang&lt;br /&gt;lusuh ini,” ungkapnya diambang tetesan air mata yang terus berlinang.&lt;br /&gt;Nama itu&lt;br /&gt;terasa begitu dekat dalam setiap degup jantung Mak Dedap, ia pun berniat hanya&lt;br /&gt;berniat menanti kapal layar saudagar Dedap melintas di selat yang panjang ini.&lt;br /&gt;Setiap siang ia menunggu hadirnya kapal melintas. Dan mak Dedap melintas dengan&lt;br /&gt;perbekalan seadanya menuju tengah selat. Lama menunggu, putus asa rasanya tak&lt;br /&gt;ada kapal Dedap yang melintas. Panas terik menghabiskan tenaganya, beberapa&lt;br /&gt;hari lagi perbekalannya habis.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petang megang,&lt;br /&gt;diantara matahari mulai menusup dalam sebalik bumi. Pancaran merah saga&lt;br /&gt;terpancar diantara awan yang lembut dari sebalik pulau. Sisa kilauan panas itu&lt;br /&gt;tak lagi menyengat. Malah menjadikan suasana begitu nyaman. Istri Dedap terus&lt;br /&gt;menyaksikan keindahan setiap melewati pulau-pulau yang panjang ini. Apalagi&lt;br /&gt;setelah membelah laut yang berhadapan langsung dengan Selat Melaka. Begitu tertegun&lt;br /&gt;dirinya menyaksikan kemolekan panorama ini. Ingin rasanya setiap saat suaminya&lt;br /&gt;membawanya berpesiar disemua penjuru pulau yang membuat namanya tersohor ini. “Dimanakah&lt;br /&gt;kiranya Kanda dulu terlahir, bolehkan Dinda bertanya,” ungkap Istri Dedap&lt;br /&gt;halus. Dedap tak menjawab, ia hanya mengalihkan pembicaraan dengan memuji&lt;br /&gt;kemolekan istrinya yang memang mempesona semua orang. “Kanda ni pandai sangat&lt;br /&gt;memuji. Tapi benarkah sampai tua nanti kanda masih bersifat macam ini,” sindir&lt;br /&gt;istrinya yang merisaukan Dedap takut berubah.&lt;br /&gt;Malam hampir&lt;br /&gt;mengusik, nahhoda kapal mengusulkan pada tuan Dedap agar kiranya ia melempar&lt;br /&gt;sauh untuk berhenti di tepian selat. Air laut sebentar lagi surut. Jalanya&lt;br /&gt;kapal tentu akan susah menahan air laut surut. Bisa-bisa hanya menghabiskan&lt;br /&gt;tenaga perjalanan. Dan kemungkinan beting membuat kapal bisa kandas.&lt;br /&gt;Di sauhlah&lt;br /&gt;kapal persis ditepian selat yang nyaman dari lintasan kapal lain yang berlalu&lt;br /&gt;lalang. Kalau saja penduduk setempat tahu ada kapal Dedap berlabuh dikawasan&lt;br /&gt;ini mungkin saja penduduk heboh. Karena besar benar hasrat mereka ingin&lt;br /&gt;menjumpai Dedap, sang saudagar muda yang sangat dekat dengan kerajaaan. Kabarnya&lt;br /&gt;istrinya pun sangat rupawan. “Tuan Dedap, persiapan untuk berlabuh sudah siap.&lt;br /&gt;Jika tuan tak berkenan, segera perintahkan pada hamba untuk mengalihkan sauh&lt;br /&gt;ini,” ucap nakhoda kapal dengan ujaran yang bergitu penurut dengan Dedap.&lt;br /&gt;Dedap&lt;br /&gt;memandang nanar dan tegas dengan para bawahannya. Hantukan kepalanya cukup&lt;br /&gt;memberikan gambaran tegas bahwa usulan tersebut disetujuinya. Lagipun Dedap&lt;br /&gt;paham betul, setelah air pasang naik seperti ini sebentar lagi surut datang,&lt;br /&gt;dan bencana beting tak bisa dianggap enteng oleh semua pelaut. Tanda-tanda alam&lt;br /&gt;dilautan seperti ini sangat dipahami betul oleh Dedap. Saudagar penguasa&lt;br /&gt;samudera ini.&lt;br /&gt;Segala layar&lt;br /&gt;kapal diturunkan, para anak buah kapal sibuk menyelesaikan pekerjaannya saat&lt;br /&gt;perahu bersandar. Dari kejauhan tampak perahu kecil, beringsut-ingsut mendekat.   &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Lapar tak lagi&lt;br /&gt;tertahankan oleh perut Mak Dedap, penantiannya menunggu anaknya terus membara.&lt;br /&gt;Firasatnya yakin betul dengan hal itu. Tak sanggup ia meninggalkan selat barang&lt;br /&gt;sedikitpun. Meskipun perbekalan makananya sudah terlanjur habis. Dua hari ini&lt;br /&gt;tak ada orang yang bisa ia minta tolong. Dan kapal satu-satunya yang sedang&lt;br /&gt;berlabuh ini menjadi harapannya.&lt;br /&gt;“Tuan-tuan….tuan…,”pekik&lt;br /&gt;Mak Dedap menyusuri badan kapal yang begitu gagah. Dalam hati mak Dedap tak&lt;br /&gt;pernah ia menemukan kapal sebesar ini. Panjang kapal begitu besar dan tinggi.&lt;br /&gt;Suaranya perlahan-lahan sampai ke pangkal dan buritan. “Saye mendengar suara&lt;br /&gt;memanggil-manggil coba kau lihat dimana gerangan suara,” ujar anak buah kapal&lt;br /&gt;sesama mereka. Terlihatlah mereka empang kecil yang sedang dihala seorang&lt;br /&gt;nenek-nenek renta. “Tuan, perkenankan saya minta sedikit barang makanan tuan.&lt;br /&gt;Karena saya begitu lapar tuan,” ungkap nenek renta ini. Dia tidak tahu kapal&lt;br /&gt;yang disinggahinya ini adalah kapal Dedap. Pujaanya.&lt;br /&gt;“Baiklah nenek&lt;br /&gt;tua, saya akan kasi tahu dulu dengan tuan saya. Apakah gerangan beliau akan&lt;br /&gt;memberikan apa yang kau mau,” ungkap anak buah Dedap. “Terima kasih tuan,”&lt;br /&gt;ucapnya lirih. Tak lama sebungkus makanan dibawakan oleh anak buah Dedap. “Tuan&lt;br /&gt;Dedap hanya memberikan ini. Hendaknya nenek berkenan dan pulanglah, karena&lt;br /&gt;bekal ini dapat membantu nenek dalam beberapa minggu kedepan,” ungkap anak buah&lt;br /&gt;Dedap perlahan.&lt;br /&gt;Mendengar&lt;br /&gt;kata-kata Dedap, bukan main terkejutnya Mak Dedap sejadi-jadinya. Tak disangka&lt;br /&gt;apa yang diharapkannya muncul seketika. Tanpa ia sadari. Perahu Dedap yang&lt;br /&gt;ditunggu telah sampai didepan matanya. Anak buah Dedap berbalik ingin pergi.&lt;br /&gt;Mak Dedap terus memanggil berharap.”Tuan….tunggu tuan…..tunggu…,”ungkap nenek&lt;br /&gt;ini memanggil-manggil.”Ada gerangan apa lagi wahai nenek,” ungkap anak buah Dedap. ”Perkenankan saya&lt;br /&gt;bersua dengan Dedap, tuan. Berilah kesempatan pada saya sekali lagi,”ungkapnya.&lt;br /&gt;Berkerennyit kening beberapa anak buah Dedap melihat permintaan Mak Dedap. Hati&lt;br /&gt;mereka bertanya-tanya apa maksud dari nenek tua ini yang sangat berbelit-belit&lt;br /&gt;meminta banyak hal ini. ”Tak bisa, tuan Dedap tak bisa diganggu. Harap nenek&lt;br /&gt;pulang sahaja,’ ungkap anak buah Dedap menyentil. “Tuan….tuan….berilah&lt;br /&gt;kesempatan saya berjumpa dengan Dedap….saya menantinya sangat lama tuan…,kalau&lt;br /&gt;tidak. Saya tak akan beranjak selangkah pun dari kapal ini,” ungkap Mak Dedap&lt;br /&gt;penuh iba. “Saya akan kasi tahu Tuan Dedap sebentar. Jangan pula sesudah ini&lt;br /&gt;nenek buat krenah yang berbeda lagi,” ungkap anak buah Dedap bercampur jengkel.&lt;br /&gt;Dua kali&lt;br /&gt;dihampiri anak buahnya, sebal juga hati Dedap. Kali ini anak buahnya begitu&lt;br /&gt;memaksa. Nenek tua ingin bersua dengan dirinya. Jika tidak, nenek yang baru&lt;br /&gt;saja minta makanan itu tak mau beranjak dari kapal. ”Apa yang diinginkan orang&lt;br /&gt;sini, kebiasaan meminta-minta tak habis-habisnya,” ungkap Dedap pada anak&lt;br /&gt;buahnya. “Saya akan kesana,”ungkapnya.&lt;br /&gt;Terasa aneh&lt;br /&gt;ketika Dedap melihat seorang nenek yang ada didepannya. Tapi tak terlintas olehnya&lt;br /&gt;siapa gerangan orang yang berkemauan sangat untuk melihat dirinya. “Apa&lt;br /&gt;gerangan yang nenek inginkan. Saya Dedap. Pemilik kapal ini, bukankah&lt;br /&gt;permintaan anda sudah kami berikan. Apa gerangan yang membuat Anda banyak&lt;br /&gt;bertingkah seperti ini,” ujar Dedap dengan nada kasar dan ketus.&lt;br /&gt;Terpana Mak&lt;br /&gt;Dedap melihat sosok gagah seperti yang sangat ia kenal ini. Kalimatnya sangat&lt;br /&gt;persis dengan ayahnya yang gagah dan bijaksana. Bentuk tubuhnya juga hamper&lt;br /&gt;sama. “Dedap…..aku yakin kau anak ku nak, kau Dedap anak ku,” ungkap Mak Dedap&lt;br /&gt;yakin. Riuh diatas kapal anak buah Dedap bertanya-tanya. Mereka saling pandang.&lt;br /&gt;Istri Dedap memandang dengan curiga melihat sosok tua ini. Anak-anak buah Dedap&lt;br /&gt;yang lain mengganggap tinggkah nenek tua ini udah meracau.&lt;br /&gt;Dedap dengan tegar&lt;br /&gt;membalas pernyataan nenek tua ini. “Wahai nenek tua bangka. Tidakkah kau kenal&lt;br /&gt;kesohoran Dedap. Kau kira aku juga makhluk jelata yang sama dengan engkau.&lt;br /&gt;Sebaiknya engkau pulang dan berkaca diri. Aku Dedap bukanlah anakmu yang kau&lt;br /&gt;maksud. Aku rasa kau telah gila,” ujar Dedap menyembunyikan perasaan malunya&lt;br /&gt;didepan istrinya dan ratusan anak buahnya.&lt;br /&gt;“Dedap,,,akuilah&lt;br /&gt;aku ini ibumu, nak. Dah lama ibunda menunggumu. Berilah kesempatan ibu&lt;br /&gt;mendekapmu nak sekali saja,” ungkapnya dengan iba bercampur menahan pahit&lt;br /&gt;ungkapan Dedap. Dedap tak memperhatikan, ia pergi dan menyuruh anak buahnya&lt;br /&gt;mengusir nenek tua ini. “Dedap,,,,ibu ingin memelukmu nak,” merayap rayap ibu&lt;br /&gt;Dedap dibadan kapal untuk naik diatas buritan. Bergegas pula anak buah Dedap&lt;br /&gt;mengusir nenek renta ini. Tapi tak sedikitpun kemauan nenek ini mundur. Sudah&lt;br /&gt;didepan mata apa yang ia harapkan selama ini. Tak kuasa ia menahan untuk&lt;br /&gt;beranjak pergi.&lt;br /&gt;Dedap bukan&lt;br /&gt;main murka melihat polah nenek renta ini. “Tak dengarkah telinganya dengan&lt;br /&gt;segala ucapan saya tadi,” gerutu Dedap dalam hati. Pergilah Dedap kembali&lt;br /&gt;menghampiri nenek tua ini. Hilang segala kesabaranya. Di peganglah tangan nenek&lt;br /&gt;yang hamper naik keatas buritan ini. Dengan kedua tangganya. Sumringah nenek&lt;br /&gt;ini melihat cengkaran gagah yang sangat ia kenal ini. Tapi tak lama dilepaskan&lt;br /&gt;badan renta ini diatas empang dibawah kapal. “Brakkk,,beraair air mata nenek&lt;br /&gt;ini mengucur,,,harapannya pupus. Dedap tak seperti yang ia harapkan. Mungkin&lt;br /&gt;saja anaknya Dedap memang sudah meninggal dunia. Dedap didepannya ini hanya&lt;br /&gt;punya kemiripan yang mungkin saja bukan dia orangnya.”Maafkan saya&lt;br /&gt;tuan,,,”tangis nenek tersedu-sedu menahan terhinanya dia. Perlakuan ini terasa membuat&lt;br /&gt;hatinya tercabik-cabik menahan malu. Perlakukan ini lebih dirasa nista dari&lt;br /&gt;segala gunjingan atas hidupnya yang  susah&lt;br /&gt;selama ini.”Maafkanm saya tuann,,, Saya rela menerima hukuman apa pun yang tuan&lt;br /&gt;inginkan dari saya, tapi jika kau memang Dedap maafkan saya,” ujarnya sambil&lt;br /&gt;menangis.”Ya Alah berilah petunjuk pada hambamu ini apakah benar dia anakku.&lt;br /&gt;Jika benar tunjukkanlah pada diriku tuhan. Aku tak rela kutuklah dia ya tuhann,,,”&lt;br /&gt;permintaan nenek tua ini diiringi hujan lebat yang begitu datang cepat.&lt;br /&gt;Angin kencang&lt;br /&gt;diselingi kuatnya air surut begitu kencang. Sauh kapal Dedap tak kuat menahan.&lt;br /&gt;Heboh seketika penduduk kapal yang begitu ramai. Kapal bergoyang mengikut air&lt;br /&gt;yang menghentak-hentak badan kapal. Seketika pula beting datang, kapal yang&lt;br /&gt;sarat muatan ni terhempas dihamparan beting, berderai, terasa kapal menemukan&lt;br /&gt;ajalnya. Suara penduduk diperahu meraung-raung meminta tolong dan lamat-lamat&lt;br /&gt;terdengar suara Dedap yang memanggil ibunya.”Makkk,,maafkan aku maaakkk. Aku&lt;br /&gt;mohon ampun makkkk….makkkk,,makkk,”.&lt;br /&gt;Hujan&lt;br /&gt;berkecamuk bersama kilat dan petir, malam hampir datang. Air surut berubah&lt;br /&gt;seperti datangnya air bah yang dibuka bendungannya. Sangat kuat. Tertancap sudah&lt;br /&gt;kapal Dedap dihantam beting. Disitu kapal pecah berderai. Dan Dedap entah&lt;br /&gt;kemana. Diantara hujan datang, dan siang berganti malam. Suasana kalut itu&lt;br /&gt;bercampur baur. Di ketinggian langit diatas hamparan kapal yang terhepas&lt;br /&gt;beting, sekawan keluang berterbangan sambil berkuak kuak. Mungkin saja itu&lt;br /&gt;Dedap.&lt;br /&gt;Pekanbaru 23&lt;br /&gt;April 2008&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; S. Beno (Bergiat di komunitas Bangas Bersorak)  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-5454502201062795284?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/5454502201062795284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/dedap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5454502201062795284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/5454502201062795284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/dedap.html' title='DEDAP'/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-730155195857107016.post-3248142631692584872</id><published>2008-11-10T19:06:00.000+07:00</published><updated>2008-11-10T19:08:57.932+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-size:180%;" &gt;Akan segera hadir sebuah situs dari kerisauan terhadap punahnya budaya terutama luputnya dunia dengan melayu. Bangas bersorak sebuah tempat di Dusun sebuah semenanjung kecil di Bandul. Kami hadir dengan memberikan cerita tentang melayu di pesisir juga di mana-mana. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/730155195857107016-3248142631692584872?l=bangasbersorak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/feeds/3248142631692584872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/akan-segera-hadir-sebuah-situs-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/3248142631692584872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/730155195857107016/posts/default/3248142631692584872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangasbersorak.blogspot.com/2008/11/akan-segera-hadir-sebuah-situs-dari.html' title=''/><author><name>Bangasbersorak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08173480353200813293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_7JB15PkKOKY/SwFEfLR5HXI/AAAAAAAAAJ4/8ahutPGZc30/S220/DSCN2589.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
